BBKSDA Riau Lepasliarkan 14 Ekor Burung Berbagai Jenis ke Habitatnya
BUALBUAL.com - Dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, MB. Hutajulu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau lepasliarkan belasan burung ke alam liar.
"Ada sebanyak 14 ekor berbagai jenis burung kita lepasliarkan beberapa waktu lalu," ujarnya, Rabu (04/11).
Rincinya, 14 ekor tersebut terdiri dari 10 ekor Nuri Tanau (Cyanurus), 2 ekor Betet ekor panjang (Psittacula longicauda), gagak (Corvus Ssp) 1 ekor, dan cica daun kecil (Chloropsis Cyanopogon) 1 ekor.
"Burung-burung itu kita peroleh dari penyerahan secara sukarela yang dilakukan oleh warga setelah dilakukan sosialisasi tumbuhan dan satwa yang di lindungi undang - undang oleh Tim," tuturnya.
Dimana saat itu pihaknya sosialisaikan UU No. 5 Tahun 1990 Pasal 21 (2) diantaranya dinyatakan bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang di lindungi dalam keadaan hidup. Bagi yang melanggarnya akan dikenai sanksi sesuai Pasal 40 UU dimaksud dan dapat dikenai pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.
"Mari bersama kita gaungkan, agar masyarakat makin sadar akan konservasi dan akibatnya apabila dilanggar," tandasnya.

Berita Lainnya
Pasca Karyawan Positif Covid-19, BRI KC Pekanbaru Sudirman Tutup
Kadis DP2KBP3A dan Tim TPPS Inhil Ikuti Rapat Bahas Prevelensi Penurunan Stunting
Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Kodim 0314 Inhil Gencar Lakukan penyemprotan disinfektan
Ahli Geologi Asal Kanada Temukan Air Tertua di Dunia Berusia 2 Miliar Tahun, Rasanya Unik
Cek Lokasinya Disini! Senin PLN ULP Tembilahan Akan Lakukan Pemadaman Listrik
Sambu Group kembali Gelar Vaksinasi Gotong Royong untuk Pekerja Tahap II
Di Tengah Pandemi, Tren Masyarakat Bercocok Tanam di Riau Makin Meningkat
Kisah Pelepasliaran Hewan Sun Ghou Kong Orangutan di Riau
Polres Kampar Gencarkan himbauan Prokes Ke Masyarakat Berkerumunan
Negeri-Negeri Yang Tertua dan Mengandung Sejarah di Indragiri Hilir
Tolak Larangan Ekspor, Petani Kelapa Inhil: Kami Ingin Hidup Sejahtera
Tal Kunjung di Perbaiki, Warga Dua Kec di Inhil Bentangkan Spanduk 'Untuk Sementara Kendaraan Roda Empat tidak Bisa Melewati Jembatan'