Dugaan Pemerasan, Tim Hukum Kades Pasir Emas Resmi Masukkan Pengaduan ke Polres Inhil
BUALBUAL.com - Tim Hukum Kepala Desa Pasir Emas, Kecamatan Batang Tuaka, Abdul Rahman hari ini, Sabtu (10/7/2021) resmi memasukkan pengaduan ke Polres Inhil terkait dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik kliennya.
Surat pengaduan dengan Nomor : 023/KAM/TBH/VII/2021 tertanggal 9 Juli 2021 ini ditanda tangani oleh Zainuddin, SH dan Wandi, SH, MH dari Kantor Advokat Madani, Tembilahan. Surat ini diterima oleh Kanit Pidum Satreskrim Polres Inhil.
"Hari ini, kami sudah memasukkan surat pengaduan ke Polres Inhil atas dugaan kuat pemerasan dan pencemaran nama baik klien kami, yaitu Kepala Desa Pasir Emas, Abdurrahman," ungkap pengacara senior di Inhil kepada wartawan, Sabtu (10/7/2021).
Diharapkan, surat pengaduan yang melaporkan oknum atas nama Sobaruddin yang mengaku Direktur LBH Citra Keadilan Cabang Provinsi Riau ini dapat ditindaklanjuti segera oleh pihak kepolisian, sehingga dapat membuka secara jelas dugaan pemerasan yang dilakukannya apalagi mengatasnamakan lembaga yang bergerak di bidang hukum.
"Karena perbuatan ini selama ini telah menimbulkan keresahan di kalangan Kepala Desa di Kabupaten Indragiri Hilir. Perbuatan ini selain mengganggu para Kades, juga membuat terganggunya pembangunan di daerah," tegasnya.
Sedangkan Wandi, SH, MH menambahkan, perbuatan oknum apalagi mengatasnamakan atau berkedok lembaga bantuan melakukan dugaan pemerasan kepada para Kepala Desa ini tidak bisa ditolerir, karena 'mengancam' para Kepala Desa dengan menyurati, mempublikasikan dan akan melaporkan kepada pihak aparat penegak hukum, kalau tidak memenuhi keinginannya untuk menyetorkan sejumlah uang dengan dalih uang kemitraan dan lainnya.
"Perbuatan semacam ini tidak boleh dibiarkan, karena telah mengganggu kinerja Kades atas tudingan yang tidak jelas dan ujungnya minta sejumlah uang," ujar advokat yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan ini.
Perbuatan ini juga dapat mencoreng wajah penegak hukum di negeri ini, karena dugaan pemerasan itu dilakukan mengatasamakan Lembaga Bantuan Hukum, yang seharusnya mereka tahu bahwa perbuatan itu salah dan bertentangan dengan hukum.
"Seharusnya mereka paham dan harus memberikan pemahaman hukum yang benar kepada msyarakat, termasuk para Kades tersebut. Bukan justru menakut-nakuti akan melapor kesana sini, atas tudingan yang tidak jelas dan berdasarkan hukum, " imbuhnya.
Kalau memang benar mereka dari lembaga yang bergerak di bidang hukum, maka atas adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara, maka gunakan cara-cara yang sesuai hukum untuk melaporkannya kepada aparat penegak hukum, bukan justru dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi, apalagi kalau tudingan itu hanya opini sepihak dan tidak berdasar hukum.***

Berita Lainnya
Pemdes Tanjung Siantar, Andalkani 2 Unit Usaha Untuk Perkembangan Ekonomi Desa
Pemdes Sungai Intan Inhil Awali Tahun 2021 Dengan Pendisiplinan Kinerja
Mahyubi Buka Open Turnamen Futsal Desa Saka Rotan CUP Tahun 2024
Begini Pesan Wabup Inhil saat Kukuhkan 5 Sekdes dan Lantik RT/RW Desa Benteng Utara dan Kelurahan Benteng
Miring dan Retak, Dugaan Mark Up Rp500 Juta Pembangunan Kantor Desa Sungai Raya di Inhu
DPMD Inhil Melalui Program DMIJ Pinta Pemdes dan BPD Perintah Usaha Desa Untuk Gali Potensi Ekonomi Cara yang Tepat Meningkat PAD Desa
Tasyakuran Khotmil Qur'an wa Hifdzul Kutub, H Syamsuddin Uti Ajak Kembangkan Rumah Tahfidz Melalui Program Pemda DMIJ Plus Terintegrasi
Dengan Persaingan Ketat, Teguh Priono Kembali Terpilih Jadi Kades Aji Jaya Mesuji
STQ Ke 43, Plh Kades Ahmadi: Semoga Bakat dan Potensi Generasi Desa Pelanduk Melahirkan Qur'ani Yang Cerdas Serta Agamis
Pemdes Batu Ampar Gelar Sertijab Direktur BUMDesa Bukit Berbunga yang Baru
Pemdes Bente Lantik Perangkat Desa dan Salurkan Paket Sembako kepada 313 KK
Desa Rambaian, Inhil Terima Penghargaan Penggiat Lingkungan dari Kementrian LHK