Pengamat Elfiandri: Menepuk Air di Dulang Sendiri Terkait 15 Anggota DPRD Pekanbaru Ribut-ribut Perkara APBD 2021
BUALBUAL.com - Pengamat kebijakan publik, Elfiandri mengibaratkan ke 15 anggota DPRD Pekanbaru yang mengirimkan surat laporan ke Gubernur Riau terkait dengan pelanggaran penerapan Perda APBD Kota Pekanbaru tahun anggaran 2021 seperti 'menepuk air di dulang'.
Pribahasa 'menepuk air di dulang' sendiri dapat diartikan apabila seseorang berbuat sesuatu yang jahat, maka perkara itu akan terkena kembali kepada kita sendiri.
"Dia yang membuat, dia yang mengesahkan (APBD), dia yang menggugat. Yang salah dia juga, kenapa baru sekarang?," tanya Elfiandri, Selasa (31/8/2021).
Dia juga menanyakan fungsi pengawasan dari DPRD terhadap anggaran yang sejauh ini digunakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
"Tujuannya (laporan) bagus karena menuju transparansi, tapi kok baru sekarang? Jadi seharusnya ketika APBD disahkan harus diawasi sampai pelaksanaan akhir," jelasnya.
Lanjutnya jika DPRD Pekanbaru menemukan adanya keganjalan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam penggunaan APBD, DPRD bisa saja memanggil pemerintah untuk mempertanggungkawabkan.
"Tapi sekarang seakan-akan ingin mencuci tangan dari persoalan yang ada dan membuat image yang salah bukan mereka (DPRD)," katanya.
Untuk diketahui, fungsi dari DPRD sebenarnya adalah pembentukan peraturan daerah, fungsi penyusunan anggaran dan fungsi pengawasan.
Elfiandri melihat bahwa saat ini DPRD Pekanbaru sudah kehilangan fungsi pengawasan dalam penganggaran, karena setelah ketok palu tidak lagi ada pengawasan yang dilakukan.
"Jangan disalahkan orang lain kalau ada sesuatu yang kita sendiri lalai, mudah-mudahan jangan terulang," tutupnya.
Sebelumnya kedua unsur pimpinan DPRD Pekanbaru, Hamdani dan Nofrizal melayangkan laporan pelanggaran terkait penerapan Perda APBD Kota Pekanbaru tahun anggaran 2021.
Hal ini diketahui dari beredarnya surat dengan nomor 171/DPRD-Pimp/06/2021 tersebut di media sosial, surat yang ditujukan kepada Gubernur Riau ini juga ditandatangani sebanyak 13 orang anggota DPRD Pekanbaru.
13 orang tersebut adalah Doni Saputra (PAN), Rois (PKS), Sovia Septiana Golkar), Kartini (PKS), Firmansyah (PKS), M Isa Lahamid (PKS), Ida Yulita Susanti (Golkar), Irman Sasrianto (PAN), Indra Sukma (PAN), Yasser Hamidy PKS), Mulyadi (PKS), Victor Parulian (PDI-P) dan David M Silaban (PDI-P).

Berita Lainnya
PLN Sikat 3 Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2020
DP2KBP3A Inhil Maksanakan Minilok Pendampingan dan Pemantauan Keluarga Resiko Stunting di Kec Pulau Burung
Tujuh Desa di Kampung Eks Gubri Rusli Zainal Mandah Belum Tersentuh Fasilitas Listrik
PDAM Tirta Indragiri Resmi Naikan Tarif Tagihan Air, Ditengah Kondisi Masyarakat Sedang Menghadapi Pandemi - 19
Gorong - gorong di Pasirsialang milik Pemda di tutup dan alih oleh Hasan Basri, Ini tanggapan Sekda Kampar
Tim Gabungan Tangkap Perambah di SM Giam Siak Kecil Riau
Peringati Hari Mangrove, Keslimasy Gelar Edukasi Pembibitan Mangrove Upaya Penyelamatan Kawasan Konservasi
Himpunan Masyarakat Desa Tanjung Simpang Pelangiran Gelar Deklarasi Tolak Segala Bentuk Kerusuhan
Agar Tim Pemburu Koruptor Tak Dinilai Gaya-gayaan Pemerintah, Hifdzil Alim Berikan Masukan Ke Mahfud MD
Silaturahmi Kamtibmas, Kapolsek Kuindra Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Keamanan
Antisipasi Krisis Iklim, Generasi Muda Dan Perempuan Garda Terdepan Pemulihan Ekosistem Mangrove
Pengamat: Tidak Pantas, Baru Dilantik M Noer MBS Ambil Cuti