Asep Bentar: Sudah Seharusnya Wakil Rakyat Maupun Pemerintahan Lebih Memperhatikan Rakyatnya
BUALBUAL.com - Permasalahan rakyat lagi-lagi tidak diindahkan oleh pemangku kebijakan baik itu dari eksekutif maupun legislatif seperti yang diungkapkan Ketua DPC Repdem Kabupaten Purwakarta dalam hal menanggapi permasalahan Limbah beracun dan berbahaya, berupa air Lindi (Leachate) dari tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Cikolotok Purwakarta yang sudah sejak lama mencemari aliran sungai dan area persawahan warga.
Asep Yadi Rudiayana yang biasa disapa Asep Bentar selaku ketua DPC Kabupaten Purwakarta yang menyikapi permasalahan rakyat kecil yang selalu menjadi korban janji dalam setiap kebijakan ataupun keputusan yang diambil, karena dinilai tidak cakap dan tidak peka terhadap permasalahan yang ada serta tidak bisa membedakan mana yang sifatnya urgenitas atau prioritas untuk masyarakat.
"Para petani mengeluhkan kondisi air yang hitam pekat dan kerap merusak tanaman padi. Warga menyayangkan belum adanya upaya pemerintah daerah untuk menangani pencemaran tersebut," ungkapnya, Sabtu (13/08/2022).
Lanjutnya, para petani di sekitar lokasi tempat pembuangan akhir sampah Cikolotok, hanya bisa mengeluh dengan kondisi air sungai yang kini menjadi hitam pekat dan bau.
"Air sungai yang tadinya bisa digunakan untuk mengairi persawahan serta aktivitas lainnya, kini tidak lagi. Karena kondisi air sungai kini diairi air Lindi, dari TPA Sampai Cikolotok, yang sangat beracun dan berbahaya," tambahnya.
Salah satu petani Usman mengaku air sungai tidak lagi bisa digunakan, karena akan merusak tanaman padi mereka. Bahkan jika air Lindi masuk ke areal persawahan karena terbawa hujan maka padi mereka akan mati tidak hanya itu dampak lainnya menyebabkan gatal gatal jika terkena kulit.
"Tercemarnya sungai ini disebabkan karena rusaknya tempat pengolahan limbah cair Leachate di TPA Sampah Cikolotok. Bukan hanya itu, kini sudah tidak ada lagi ikan yang bisa hidup di sungai dan air akan berbusa jika terjadi hujan," ungkapnya.
Sementara menurut tokoh pemuda setempat, pihaknya sudah berkali-kali mengadukan pencemaran lingkungan ini, kepada pemerintah daerah dan pihak DPRD Kabupaten Purwakarta. Tapi hingga kini belum juga ada tindakan.
Upaya perbaikan atau pembuatan tempat pengolahan limbah air Lindi belum juga di lakukan pihak terkait.
Liana tokoh pemuda Karang Taruna Desa Margasari kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta mengungkapkan, warga khususnya para petani, berharap pemerintah segera bertindak cepat, untuk membuat tempat pengolahan limbah air Lindi. Pasalnya air yang mengalir di sungai saat ini kondisinya sangat beracun dan berbahaya.

Berita Lainnya
Ini Penyebab Terjadinya Bentrokan Dua Kubu Ormas di Pekanbaru
Ketua IWO Jambi Berpulang, Ketum Minta Warisi Dedikasi Nurul Fahmy
Ratusan Hektar Lahan Masyarakat di Kelurahan Dompak Tanjungpinang Hangus Terbakar
Kereenn!! Sebuah Kantor Desa di Lampura Dibangun Mirip Istana Negara
Pria di Pelalawan Ditemukan Tewas Tergantung
Warga Pekanbaru Heboh Fenomena Hujan Es Landa Beberapa Daerah
Ape Pasal! Lempengan Kuningan Tugu Adipura Pekanbaru Kembali Hilang
Kantor Camat Enok Terbakar, Warga dan Aparat Berjibaku Padamkan Api
Kades dan Kaur Desa Koto Mesjid Diduga mengintervensi Wartawan : LBH Citra Keadilan Riau Angkat Bicara
Dugaan Percobaan Bunuh Diri, Seorang Pria Panjat Tower di Tembilahan
Exsavator Alat Berat HK Tenggelam, Timpa Pipa Milik PT PHR di Balai Raja
Jasad Korban Ditemukan masih Utuh, Harimau di Teluk Lanus Riau Terkam Warga hingga Tewas