Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Asep Bentar: Sudah Seharusnya Wakil Rakyat Maupun Pemerintahan Lebih Memperhatikan Rakyatnya
BUALBUAL.com - Permasalahan rakyat lagi-lagi tidak diindahkan oleh pemangku kebijakan baik itu dari eksekutif maupun legislatif seperti yang diungkapkan Ketua DPC Repdem Kabupaten Purwakarta dalam hal menanggapi permasalahan Limbah beracun dan berbahaya, berupa air Lindi (Leachate) dari tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Cikolotok Purwakarta yang sudah sejak lama mencemari aliran sungai dan area persawahan warga.
Asep Yadi Rudiayana yang biasa disapa Asep Bentar selaku ketua DPC Kabupaten Purwakarta yang menyikapi permasalahan rakyat kecil yang selalu menjadi korban janji dalam setiap kebijakan ataupun keputusan yang diambil, karena dinilai tidak cakap dan tidak peka terhadap permasalahan yang ada serta tidak bisa membedakan mana yang sifatnya urgenitas atau prioritas untuk masyarakat.
"Para petani mengeluhkan kondisi air yang hitam pekat dan kerap merusak tanaman padi. Warga menyayangkan belum adanya upaya pemerintah daerah untuk menangani pencemaran tersebut," ungkapnya, Sabtu (13/08/2022).
Lanjutnya, para petani di sekitar lokasi tempat pembuangan akhir sampah Cikolotok, hanya bisa mengeluh dengan kondisi air sungai yang kini menjadi hitam pekat dan bau.
"Air sungai yang tadinya bisa digunakan untuk mengairi persawahan serta aktivitas lainnya, kini tidak lagi. Karena kondisi air sungai kini diairi air Lindi, dari TPA Sampai Cikolotok, yang sangat beracun dan berbahaya," tambahnya.
Salah satu petani Usman mengaku air sungai tidak lagi bisa digunakan, karena akan merusak tanaman padi mereka. Bahkan jika air Lindi masuk ke areal persawahan karena terbawa hujan maka padi mereka akan mati tidak hanya itu dampak lainnya menyebabkan gatal gatal jika terkena kulit.
"Tercemarnya sungai ini disebabkan karena rusaknya tempat pengolahan limbah cair Leachate di TPA Sampah Cikolotok. Bukan hanya itu, kini sudah tidak ada lagi ikan yang bisa hidup di sungai dan air akan berbusa jika terjadi hujan," ungkapnya.
Sementara menurut tokoh pemuda setempat, pihaknya sudah berkali-kali mengadukan pencemaran lingkungan ini, kepada pemerintah daerah dan pihak DPRD Kabupaten Purwakarta. Tapi hingga kini belum juga ada tindakan.
Upaya perbaikan atau pembuatan tempat pengolahan limbah air Lindi belum juga di lakukan pihak terkait.
Liana tokoh pemuda Karang Taruna Desa Margasari kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta mengungkapkan, warga khususnya para petani, berharap pemerintah segera bertindak cepat, untuk membuat tempat pengolahan limbah air Lindi. Pasalnya air yang mengalir di sungai saat ini kondisinya sangat beracun dan berbahaya.

Berita Lainnya
Rudenim Pekanbaru Ukir Prestasi: Pemulangan Deteni Sri Lanka Berbuah Penghargaan Anugraha Wira Wibawa Dharmesti
Tuntut Hak THR, Ratusan Karyawan PT ISK Inhil Gelar Aksi Demo ke Perusahaan
Manajemen PLN Kasak Kusuk Cari Pembocor Informasi Penyebab Blackout Bali, Darmo dan Dirut Indonesia Power Kompak Bungkam
Ketua KKSS Batam Masrur: Kami Tidak Tinggal Diam, Akan Kami Tuntut Penembak Haji Permata
Sudah Bertahun-tahun, Warga Midai Keluhkan Susahnya Jaringan Internet
Terik Matahari Tak Surutkan Dukungan, Warga Riau Pantau Sidang Abdul Wahid
ABK Pompong yang Hilang di Selat Rupat Ditemukan Meninggal Dunia
Aksi Demo Warga Minta Hitung Ulang Kotak Suara Pilkades Karang Sakti Lampura
Tak Terlihat Keluar Rumah Selama Dua Hari, Seorang Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas
Diduga Pembangunan SMA Negeri 1 Midai Asal Jadi
Kejari Karimun Musnahkan 4 Kapal Vietnam dan 1 Kapal Malaysia
9 Unit Rumah Kontrakan di Kampung Dalam Pekanbaru Ludes Dilalap si Jago Merah