Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Dinkes Inhil Berangkatkan 25 Orang Penderita Katarak untuk Dioperasi di Pekanbaru
BUALBUAL.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberangkatkan 25 orang peserta dari 5 kecamatan yang akan melakukan operasi katarak di Pekanbaru, Riau.
Pelaksanaan bakti sosial operasi katarak ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58. Yang mana penyelenggaraan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Pekanbaru.
Kepala Dinkes Inhil Rahmi Indrasuri melalui Sekertaris Dinkes Wanhar, saat diwawancara awak media mengatakan sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak yang dilaksanakan di Pekanbaru, tentunya ini semua berkat dukungan semua pihak, baik itu masyarakat, UPT Puskesmas, RSUD Puri Husada Tembilahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil dan Dinas Kesehatan provinsi Riau, yang berupaya bersama-sama mengatasi masalah ini dengan meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu.
"Kami sangat mengapresiasi sekali dengan kegiatan ini. Dengan adanya dukungan dan kerjasama ini tentunya melalui penyiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Puri Husada yang telah bekerja sama dengan pihak Dinkes Kabupaten dan Dinkes provinsi serta upaya ini diperkuat dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) termasuk untuk pelayanan operasi katarak inj," kata Sekretaris Dinkes Inhil Wanhar, Sabtu (22/10/11).
Selain itu, Sekretaris Dinkes Wanhar menuturkan bahwa kegiatan ini tentunya sangat perlu dan dibutuhkan oleh masyarakat yang kurang mampu sehingga pihaknya dan pihak lain yang bekerjasama benar benar meneliti ke akuratan data peserta yang melakukan pendaftaran operasi ini.
"Untuk pelaksanaan Bhakti sosial operasi katarak ini telah tersebar di Kabupaten kota hingga ke Kecamatan khususnya di wilayah Kabupaten Inhil melalui link dan informasi untuk registrasi operasi katarak yang dilakukan dirumah sakit Awal Bros Pekanbaru, serta sudah dilakukan screening oleh dokter mata RSUD PH sebelum proses keberangkatan atau dirujuk ke Provinsi," jelasnya
Terakhir Ia mengungkapkan kegiatan bakti sosial operasi katarak ini berlangsung selama tiga hari. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi sebuah cerminan dan pesan moral bahwa hakikat menjadi seorang manusia seutuhnya adalah ketika mereka bisa bermanfaat bagi sesamanya.
"Tentunya kita berharap seluruh peserta yang berangkat tetap dalam keadaan sehat dan dilaksanakan segala pelaksanaan nya. Jadi kami berpesan kepada seluruh peserta khusus yang akan melakukan operasi untuk terus melakukan hal yang baik bagi yang membutuhkan dan menebarkan semangat cinta kasih yang universal 'Bangkit Indonesiaku Sehat negeriku'," pesannya.
Untuk ketahui, 54 Orang perserta yang mendaftar dari 12 kecamatan di Inhil dan yang lolos Screening 28 orang peserta dan yang diberangkatkan 25 orang peserta dan 3 peserta lainnya masih dalam keadaan sakit.

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Menggelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional ke-58
Produk Sirup Sarang Sari Berkhasiat Menjaga Kesehatan Tubuh
Dinkes Inhil Minta Warga Tetap Kenali Ciri-ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya
Kukuhkan Bapak Bunda Asuh Anak, Bupati HM Wardan Ajak Masyarakat Mandah Wujudkan Inhil Zero Stunting
Kasus Malaria Meningkat di Inhil, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Dinkes dan TPPS Inhil Hadiri acara Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Provinsi Riau
Vaksinasi Tahap II Dosis Pertama di Kabupaten Bintan Sudah Dimulai
Bagaimana Hasil Rapid Test? Dua Warga Enok Inhil, Miliki Riwayat dari Daerah Zona Merah
Kabupaten Inhil Bertambah 1 Orang Positif Covid-19, Total Menjadi 2 Orang
Dibuka Presiden Jokowi, Pj Bupati Herman dan Dinkes Inhil Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dan TPID Award 2024
Covid-19 Tak Kunjung Usai, Pemerhati Politik Sarankan Posisi Wabup Kampar Dikosongkan Saja
RSUD Mandau Launching Program SIMPONI, Masyarakat Tidak Lagi Antri Menunggu Obat