Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Galery
Keripik Pisang Willia: Berkembang sebagai Peluang Bisnis Kuliner Ikonik di Indragiri Hilir
BUALBUAL.com - Memulai perjalanannya pada tahun 2007, usaha keripik pisang Willia telah berhasil berkembang menjadi sumber pendapatan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengadopsi sentuhan rumahan, lokasi keripik pisang Willia terletak di Jalan Baharuddin Yusuf, Gang Karya Bersama 3, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu. Usaha ini telah melampaui batas wilayah Kabupaten Inhil, menarik pelanggan tidak hanya dari wilayah setempat, tetapi juga di luar daerah.
Menghasilkan keripik pisang dengan kualitas unggul, produk ini dibuat dari potongan tipis pisang yang digoreng hingga renyah dan dilengkapi dengan bumbu khusus yang memikat selera. Kelezatan gurih dan renyah membuat keripik pisang Willia menjadi hidangan yang tak tertandingi.
Di Kabupaten Inhil, keripik pisang telah menjadi salah satu ikon makanan ringan khas. Produk ini seringkali dijadikan oleh-oleh bagi para pengunjung yang datang ke wilayah ini.
Para produsen dan penjual keripik pisang Willia menawarkan variasi bentuk dan rasa yang menarik. Mulai dari bentuk bulat, lonjong, hingga panjang dengan pilihan rasa original, asin, manis, dan pedas. Bahan dasarnya dapat berupa pisang batu atau pisang tanduk.
Dalam wawancara dengan Yuliana, pemilik dan pembuat keripik pisang Willia, terungkap bahwa varian original yang terbuat dari pisang tanduk telah diproduksi sejak tahun 2007. "Kami memulai produksi keripik pisang ini pada tahun 2007, dan hingga saat ini, kami terus mengembangkannya," ujar Yuliana.
Sejak awal berdiri, omset bulanan keripik pisang Willia mampu mencapai Rp 4 hingga 5 juta. Namun, dampak pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada omset mereka.
"Sebelum pandemi, omset kami bisa mencapai 4 atau 5 juta per bulan, namun saat ini hanya sekitar 3 juta, termasuk biaya bahan baku," ungkap Yuliana.
Yuliana menjelaskan bahwa keripik pisang diproduksi setiap hari sesuai pesanan dan ketersediaan bahan. "Dalam setiap proses produksi, kami mampu menghasilkan 5 hingga 10 kilogram keripik pisang. Kami menerima bahan baku dari pelanggan kami," sambungnya.
Harga jual untuk setiap bungkus keripik pisang bervariasi tergantung ukuran dan isi. Harga bungkus dengan berat 1,3 gram dijual seharga Rp 10.000, bungkus 2 gram dijual seharga Rp 15.000, bungkus 2,5 gram dijual seharga Rp 20.000, dan bungkus 4,2 gram dihargai sebesar Rp 32.000.
"Selain penjualan di tempat kami, kami juga mengantarkan keripik pisang ini ke toko-toko oleh-oleh khas Inhil dan supermarket di Tembilahan. Kami juga melayani pembelian secara online," tambah Yuliana.
Keripik Pisang Willia tidak hanya dikenal di Tembilahan, pemasaran produk ini juga merambah hingga ke daerah-daerah tetangga, seperti Kota Pekanbaru, terutama pada saat momen liburan dan Lebaran. "Bagi mereka yang mencari camilan lezat, renyah, dan gurih, kami mengundang untuk datang ke tempat kami atau mencari Keripik Pisang Willia di toko dan supermarket di Inhil," ajak Yuliana. (Galery)







Berita Lainnya
Petani di Inhil Keluhkan Harga Pinang Turun Drastis, Hanya 600 Perak Perkilogram
Gubri Syamsuar Himbau Pelaku Usaha Manfaatkan Media Sosial
Ada Potensi Besar Pertanian dan Peternakan di Kuansing, Seknas BUMP Indonesia: Harus Dikelola
Pemblokiran 16 Ribu Rekening BRK Syariah Jadi Sorotan, HIPMI Minta Evaluasi Pelayanan
Wow!!! Angka Pekerja Dirumahkan dan Kena PHK Tembus 1,5 Juta Jiwa
Sabtu ini, Kadin Inhil dan Apkasindo Riau Gelar Pasar Murah Minyak Goreng Curah
Mengenal Koin Defi, Apakah Bagus Untuk Investasi?
Tertekan Harga CPO dan Kernel, TBS Sawit Swadaya Riau Alami Penurunan Signifikan
Imbas Kelangkaan Kelapa, PT RSUP Kurangi Tenaga Kerja
Pemblokiran 16 Ribu Rekening BRK Syariah Jadi Sorotan, HIPMI Minta Evaluasi Pelayanan
Peluang Bisnis: Daun Pandan Menjadi Sumber Karya Seni Bernilai Tinggi
Sentimen Negatif AS Pengaruhi CPO Tanah Air