Kadisdik Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah, Untuk Pelajar Agar Sadar Hukum Sejak Dini
BENGKALIS, BUALBUAL.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis kembali melanjutkan program penyuluhan hukum kepada pelajar, bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dengan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kegiatan dibuka Kepala Disdik Hadi Prasetyo yang di wakilkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Muthu Saily, Rabu 6 Maret 2024 di Aula SMPN 1 Bengkalis. Pesertanya terdiri dari pelajar dan guru Kecamatan Bengkalis dan Bantan.
"JMS adalah program kerjasama antara Disdik dengan Kejari Bengkalis. Bertujuan mengedukasi pelajar agar sadar hukum sejak dini, dan anak bangsa ini akan menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,"ujar Muthu.
.jpeg)
Dikatakannya, untuk program JMS ini akan dilaksanakan disetiap Kecamatan yang ada dan untuk hari ini dilaksnakan penyuluhan di Kecamatan Bengkalis, Bantan.
Sementara itu, sebagai narasumber, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari menyebutkan di samping fungsi penegakan hukum, Kejari juga melakukan fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum.

Berita Lainnya
Bupati Inhil Apresiasi Rapat Paripurna Milad Ke-55 Sesuai Protokol Kesehatan
Bupati Way Kanan Serahkan 16 Unit Mobil Dinas Dokter
Gubri Syamsuar Berikan Semangat Kepada PDP Di RS Awal Bros Ahmad Yani
Baca Disini! Upate Covid-19 Rohul Minggu (12/4/2020) : Jumlah ODP Sehat dan Selesai Pemantauan 1.764 Orang
Inhil Hebat Tetap Solid, Tegaskan Dukungan Penuh ke Pemerintahan Herman - Yuliantini
Gubernur Ansar Sebut Media dan Pemerintah Itu Saling Ketergantungan
DPD KNPI Sasar Desa di Kecamatan Tapung 'Lanjutkan Penyemprotan'
Pemkab Meranti Perbolehkan Warganya Salat Tarawih di Masjid saat Ramadhan
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bekasi Diawali Forkopimda dan Tenaga Kesehatan
Rakor Kewaspadaan Dini, Unjuk Rasa WNA Akan Ditindak
Jelang Pilkada 2024, PJ Bupati Inhil Tegaskan Perangkat Pemerintahan Jaga Netralitas
Dinas Pendidikan Riau Pantau Sekolah Tatap Muka 100 Persen