Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Wabah DBD Mengganas di Inhil: 211 Kasus dan 6 Meninggal, Alat Fogging Terbatas!
BUALBUAL.com - Kasus DBD di Indragiri Hilir (Inhil) Meningkat Tajam, Hingga pertengahan Mei 2025, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mencatat 211 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), meningkat dari 197 kasus di awal bulan. Enam orang telah meninggal dunia akibat penyakit ini.
Keterbatasan Alat Fogging, Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus mulai terjadi sejak Februari 2025. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) telah ditetapkan pada Maret. Namun, penanganan terkendala oleh terbatasnya alat fogging; dari enam hingga tujuh unit yang ada, hanya tiga yang masih berfungsi. Akibatnya, alat harus digilir ke puskesmas yang mengalami lonjakan kasus.
Wilayah Terdampak dan Upaya Penanganan, lima kecamatan dengan sebaran kasus tertinggi adalah Sungai Guntung (Kecamatan Kateman), Tembilahan Hulu, Pulau Burung, Kempas Jaya, dan Kota Baru Keritang, dengan Sungai Guntung sebagai daerah paling terdampak. Tim Dinkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan vektor di radius 100–200 meter dari lokasi pasien. Jika ditemukan warga dengan gejala demam yang mengarah ke DBD serta tempat penampungan air yang menjadi sarang nyamuk, dilakukan tindakan cepat berupa fogging dan pemberian bubuk abate.
Permohonan Pengadaan Alat dan Peran Masyarakat, Dinkes Inhil telah mengajukan permohonan pengadaan 15 unit fogging baru kepada Bupati Indragiri Hilir untuk mengoptimalkan penanganan. Rahmi menekankan bahwa fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik. Oleh karena itu, kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus sangat penting. Beberapa desa seperti Kempas, Guntung, dan Pelangiran bahkan harus meminjam alat fogging dari perusahaan swasta setempat.
Koordinasi Lintas Sektor, Pemerintah Kabupaten Inhil kini tengah memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memutus rantai penyebaran DBD sebelum memasuki puncak musim hujan. Edukasi kepada masyarakat dan keterlibatan aktif semua pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus yang terus meningkat.

Berita Lainnya
Bulan Kesadaran Kanker Darah, Dinkes Inhil Ajak Masyarakat Kenali Jenis, Penyebab dan Gejala
Kepala Dinkes Inhil Dampingi Bupati dan Ketua TP PKK Hadiri Peringatan HUT IBI ke-72
Ersan: Alhamduilllah, Hasil Rapit Test Keluarga PDP Meninggal di Bengkalis Negatif
Stunting Bisa Menjadi Ancaman Serius bagi Masa Depan Anak Muda
Analisis Hasil Pengukuran Stunting Kecamatan Kateman Tahun 2024
Peran Vital Healthies untuk Mencegah Stunting dari Remaja Hingga Ibu Hamil
Dosen UIR Meninggal Dunia Karena Covid-19
Dinkes Inhil Laksanakan Sosialisasi Dan Advokasi PKB Di Lingkungan Dinas Kesehatan
Dinkes Inhil Jelaskan Apa itu Carpal Tunnel Syndrome
Tahanan Kasus Korupsi di Kejari Dinyatakan Positif Corona
Perangi Covid-19, Tanoto Foundation Bantu Pemprov Riau Datangkan APD dari China
Wakil Rektor II Apresiasi Gelaran Vaksin Polda Lampung di Unila