Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pelajar 12 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Cenaku, Inhu: Ini Kronologi Lengkapnya
BUALBUAL.com - Kabar duka menyelimuti Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Seorang pelajar perempuan berusia 12 tahun, Sarfila, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cenaku. Korban ditemukan pada Senin (9/6) sekitar pukul 19.50 WIB.
Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, membenarkan kejadian ini. Korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang. Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu, 8 Juni 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, saat Sarfila pergi untuk menonton acara pacu sampan kotak di tepian Sungai Cenaku.
"Menurut keterangan saksi, Sarfila sempat terlihat mandi bersama teman-temannya di sungai. Salah satu saksi, Akmal (9), mengatakan bahwa Sarfila sempat menarik kakinya saat mandi, kemudian terlepas, dan setelah itu korban tidak terlihat lagi," ujar Fahrian.
Menjelang petang, sekitar pukul 18.30 WIB, ibu korban, Endang Eka Juliani, yang khawatir anaknya tak kunjung pulang, mulai mencari Sarfila di lokasi pacu sampan.
Mengetahui anaknya belum ditemukan, Endang segera memberitahukan kepada warga sekitar. Pencarian pun segera dilakukan oleh masyarakat bersama anggota Polsek Seberida, Koramil Seberida, dan BPBD Kabupaten Inhu, namun Sarfila belum berhasil ditemukan pada hari itu.
Pencarian dilanjutkan pada Senin, 9 Juni 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), BPBD Kabupaten Inhu, Polsek Seberida, dan Koramil Seberida. Mereka mengerahkan tiga unit speedboat dari Basarnas dan BPBD untuk menyisir sungai.
"Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 19.50 WIB. Sarfila ditemukan mengapung di tepian Sungai Cenaku, tepatnya di RT 007 RW 005, Desa Payarumbai. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan tertelungkup dan sudah meninggal dunia," jelas Fahrian.
Tim gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah Sarfila ke rumah duka. Pihak keluarga korban menyatakan tidak bersedia untuk dilakukan autopsi dan tidak akan menuntut secara hukum kepada pihak manapun terkait insiden ini.
Saat ini, jenazah Sarfila telah berada di rumah duka dan direncanakan akan segera dimakamkan pada malam ini, sekitar pukul 22.30 WIB. "Kami imbau para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat berada di dekat perairan," pungkas alumni Akpol 2005 itu.

Berita Lainnya
Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan Warga di Desa Telok Bano Dua Rohil
3 Orang Meninggal Dunia dalam Kebakaran di Desa Teluk Pantaian
Begini Kronologi Penangkapan Bupati Kuansing 'Andi Putra' Hingga Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK
Korban Terkaman Buaya di Inhil Ditemukan Tak Bernyawa
Kejari Karimun Musnahkan 4 Kapal Vietnam dan 1 Kapal Malaysia
PT Kas Bantah Jadi Biang Kerok Bentrokan NIBA dan SPTI
Rokok Ilegal Merek HD Beredar Bebas di Swalayan di Kota Tanjungpinang
Saling Klaim PSMTI Vs Panitia Bazar Wekeend Kota Tanjungpinang
Seorang Ibu Muda di Pelalawan Ditemukan Tewas Terbakar di Belakang Rumahnya
Pasar Cik Puan Pekanbaru Terbakar, Pedagang: Kami Pikir Orang Bakar Sampah
Orang Tua Korban Penis Terpotong saat Peristiwa khitanan Massal Berakhir Damai dengan Pihak Klinik
Ditemukan Meninggal Dunia, Siswa SMA yang Tenggelam di Sungai Siak saat Mencari Sembako di Kapal Karam