Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Bersama Kapolda dan Danrem, Gubernur Wahid Komandoi Aksi Penjaga Lingkungan
BUALBUAL.com - Di bawah langit biru cerah Taluk Hilir, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid memimpin apel gelar pasukan Operasi PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) 2025 pada Kamis pagi (31/7/2025) di lapangan Desa Sebrang, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Dalam kegiatan ini, gubernur didampingi oleh Kapolda Riau, Danrem, dan jajaran Forkopimda lainnya.

Momen ini menjadi sorotan ketika rombongan berjalan kaki menyebrangi jembatan gantung menuju seberang sungai, disambut ribuan masyarakat yang telah berkumpul sejak pagi. Lambaian tangan dari masyarakat menjadi simbol dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memerangi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Apel gelar pasukan tersebut menjadi langkah awal dari upaya terpadu antara Pemprov Riau, Polda Riau, dan pemerintah kabupaten dalam menindak tegas aktivitas PETI yang kian marak. Operasi ini ditujukan untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Gubernur Abdul Wahid menyampaikan pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap penegakan hukum. Ia juga menyebut bahwa masalah PETI adalah persoalan bersama yang memerlukan penanganan jangka panjang, bukan hanya tindakan sesaat.

“Kita tidak bisa lagi menangani PETI secara sporadis. Diperlukan langkah terukur dan kolaboratif lintas lembaga,” tegas Wahid.
Menurutnya, langkah ini penting untuk melindungi masyarakat sekaligus memulihkan alam Riau yang telah rusak akibat eksploitasi liar. Namun, ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Pemerintah harus hadir dengan solusi ekonomi alternatif yang nyata dan berkelanjutan.
“Masyarakat harus diberikan pilihan yang lebih baik, yang legal, yang ramah lingkungan, dan yang dapat meningkatkan kesejahteraan,” ujar Wahid.

Operasi PETI 2025 menjadi bagian dari komitmen Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gubernur menyoroti konsep green policing yang diterapkan oleh Polda Riau sebagai pendekatan baru yang tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga mengedukasi masyarakat.
Wahid mengajak semua pihak untuk menjaga marwah daerah. “Riau tidak boleh dikenal karena tambang ilegal, tetapi karena keberanian kita menjaga alam dan hukum. Ini perjuangan kita bersama,” pungkasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di sekitar lokasi sebagai bagian dari program green policing Polda Riau.
.jpg)

Berita Lainnya
16.000 APD Pemprov Riau Distribusikan untuk Tenaga Medis Covid-19
Jaksa Sahabat Anak, Melihat Kegiatan Kejari DR Ratih di SDN 013 Pematang Reba
Menteri ATR Sofyan Djalil Ingatkan BPN Hati-hati Dengan Mafia Tanah
Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp 20,9 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis Covid-19 di Riau
Kuantan Singingi Jadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional 2025, Malam Ini Santri Riau Tampilkan Ragam Kesenian
Pimpin Apel, Sekdaprov Adi Tegaskan 4 Hal kepada Pegawai ASN, PTT dan THL
Pj Sekda Bintan Buka Rakor Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022
Santunan Rp2,7 Miliar Disalurkan, Buruh Apresiasi Bupati, FSPMI Minta Data Diperbaiki
Kampung Warna - Warni Menjadi Ikon Wisata Rohil
Disdik Riau Imbau Sekolah Gelar Perpisahan Sederhana, Hindari Hotel
Sambut Bulan Puasa, Pemcam Mandau Lakukan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Mandau Jalan Sudirman
Penumpang dari Malaysia yang Tiba di Bengkalis Kembali Turun 30 Persen