Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Tol, Energi Hijau, dan Bono: Gubri Wahid Beberkan Visi Riau Sebagai Pusat Strategis Sumatera
BUALBUAL.com - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI, Lasarus, ke ruas Jalan Tol Trans-Sumatera Pekanbaru–Dumai KM 45 pada Kamis (19/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan urgensi percepatan konektivitas jalan tol antarprovinsi, khususnya ruas Pekanbaru-Rengat–Jambi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Riau dan Sumatra secara keseluruhan.
Menurut Gubri Wahid, posisi geografis Riau yang strategis di tengah Pulau Sumatera menjadikannya pusat perlintasan vital bagi arus barang dan orang. Ia juga menyoroti peran Riau dalam jalur perdagangan internasional, dengan intensitas lalu lintas kapal mencapai 120.000 unit per tahun yang melintasi kawasan ini.
Gubernur juga menjelaskan keterlibatan Riau dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), sebuah kolaborasi penting antara pemerintah Indonesia dan Prancis. "Salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk proyek ini adalah Pulau Rangsang, yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, menunjukkan potensi strategis Riau dalam pengembangan energi hijau," kata Gubri Wahid.
Selain itu, Wahid mengungkapkan rencana PT PLN untuk membangun gardu induk di Perawang pada tahun 2034. "Proyek ini dirancang untuk mendukung ekspor listrik ke Malaysia, yang akan semakin memperkuat posisi Riau sebagai pusat distribusi kelistrikan utama di wilayah Sumatera," sebutnya.
Dalam paparannya, Gubernur Wahid menjelaskan bahwa ekonomi Riau didominasi oleh tiga sektor utama: perkebunan, industri, dan migas. Komoditas seperti kelapa, sawit, dan karet menjadi tulang punggung sektor perkebunan, sementara sektor industri ditopang oleh grup pulp and paper besar seperti April Group.
"Sektor migas di Riau juga menunjukkan potensi besar dengan eksplorasi dua sumur baru, yaitu Gulamo dan Kelok, menggunakan metode pengeboran nonkonvensional," ujarnya.
Gubernur Wahid memperkirakan potensi produksi bisa mencapai hingga satu juta barel per hari jika pengembangan sumur-sumur ini berjalan optimal, memberikan harapan besar bagi peningkatan produksi energi nasional.
Tak hanya sektor energi dan industri, Gubernur Abdul Wahid turut menyoroti potensi pariwisata di kawasan Bono, Sungai Kampar. Kawasan ini terkenal dengan fenomena gelombang pasang langka yang menjadi daya tarik tersendiri, menambah diversifikasi potensi ekonomi Riau di luar sektor sumber daya alam.
Gubernur Abdul Wahid menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pusat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Riau dapat melampaui 5 persen pada tahun 2025, dengan dukungan infrastruktur dan investasi strategis yang terencana.

Berita Lainnya
Hari Kembali 18 Penumpang Luar Negeri Tiba di Bengkalis Melalui BSL
Bertemu Kepala BNPB, Gubernur Kepri Bahas Melandainya Pandemi dan Kepulangan PMI
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Gubernur Ansar Himbau Warga Tetap Terapkan Prokes
Cegah Penyebaran Covid-19, Lurah Batu IX Tanjungpinang bersama Karang Taruna Lakukan Penyemprotan Disinfektan
20,1 Persen! PR Besar Riau Tekan Stunting Jelang 2026
Gubernur dan Kapolda Lampung Jalin Komunikasi dengan Masyarakat Melalui "Jumat Curhat"
Carut Marut SE Mendagri, Pemko Tanjungpinang mendapat Restu dari Mendagri soal Pengangkatan Pejabat
Bahas RUU Provinsi Bersama Komisi II DPR RI, Ini yang Disampaikan Gubri Syamsuar
Beri Dukungan Penuh Kafilah Bengkalis, Bupati Kasmarni Hadiri Langsung Malam Pembukaan MTQ XLI Provinsi Riau
Atlet Karate-DO Tako Asal Kecamatan Mandau, Dilepas Camat Mandau Berlaga Di Kejuaraan Tingkat Provinsi Riau
Gubernur Kepri Terima Penghargaan Top Pembina BUMD 2021
Honorer Tamatan SMA di Pemkab Meranti tak Jadi Diberhentikan, Gaji Dikurangi Jadi Rp600 Ribu