Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Rakyat Bertanya: Ke Mana Perginya Dana Rp1,7 Triliun di Riau?
BUALBUAL.com - Deretan papan bunga megah berdiri kokoh di depan Gedung DPRD Riau, Kamis (3/7/25). Bukan sebagai simbol ucapan selamat, melainkan sebagai bentuk perlawanan. Tulisan besar-besar tertera di atasnya: "Usut Defisit Anggaran!" Sebuah teriakan yang mewakili keresahan rakyat Riau atas hilangnya uang daerah sebesar Rp1,7 triliun.
Aksi tersebut merupakan inisiatif gabungan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus. Mereka kembali mendesak DPRD Riau untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI yang menyoroti defisit anggaran fantastis itu.
Ketua GMNI Riau, Teguh, menegaskan bahwa defisit ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan luka besar bagi rakyat. “Setiap rupiah di kas daerah adalah hasil keringat masyarakat. Kita pantas bertanya: ke mana perginya uang sebesar itu?” ujarnya.
Senada, Ketua IMM, Alvin, menilai defisit anggaran ini berpotensi menjadi skandal besar jika tidak segera diusut. “Kami mendesak DPRD jangan diam. Ini waktunya bertindak, bentuk Pansus, buka semua data, dan ungkap siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas Alvin.
Menurut mereka, uang rakyat seharusnya digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki sekolah, dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun, defisit yang menganga ini menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan.
Cipayung Plus menilai pembentukan Pansus adalah langkah krusial untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Mereka menolak diam dan mengajak masyarakat ikut mengawal kasus ini. “Jangan biarkan koruptor berlindung di balik kekuasaan. DPRD harus berpihak pada rakyat, bukan menutup-nutupi!” seru Teguh.
Suara lantang mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa publik menanti jawaban dan tindakan nyata. Masa depan Riau, kata mereka, bergantung pada keberanian mengungkap kebenaran.

Berita Lainnya
Video Viral di Kuansing Picu Perhatian Publik, Ini Klarifikasi Pihak Terkait
Kuasa Hukum H. Masrul: BPN Pekanbaru Harus Bertanggung Jawab atas Dugaan Terbitnya Sertifikat di Tanah Sengketa
Ketua Knes H. Alwi Arifin Bantah Dijemput Paksa Polisi
Kebakaran di Keritang Hanguskan 8 Unit Rumah dan Satu Orang Alami Luka Bakar
Mahasiswa Pinta DKP Riau Beberkan Siapa saja Oknum Penguasa Pantai yang Aniaya Nelayan Kecil di Rohil
Objek Wisata Taman Bunga Okura Sudah Dibuka dengan Prokes Ketat
Nias Dua Kali Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG
Polsek Kuindra Giat Sosialisasi dan Himbauan Pemilu Damai
Sumur Minyak PT BSP Meledak, Begini Penjelasan Polisi
Sepi Pelanggan, Perantau dari Padang Gantung Diri
Personel Kuindra Gencar Laksanakan Cooling System dan Himbauan Pemilu Damai
Warga Batang Tumu, Temukan Bangkai Buaya Mengapung di Perairan Teluk Pinang Inhil