Pemblokiran 16 Ribu Rekening BRK Syariah Jadi Sorotan, HIPMI Minta Evaluasi Pelayanan
BUALBUAL.com - Kebijakan pemblokiran sekitar 16 ribu rekening tidak aktif oleh Bank Riau Kepri (BRK) Syariah Cabang Tembilahan menuai sorotan masyarakat. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Indragiri Hilir, Ardiansyah Julor, menilai fenomena ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi BRK Syariah.
Menurut Ardiansyah, tingginya jumlah rekening yang berstatus tidak aktif bisa menjadi indikator kurangnya minat masyarakat untuk bertransaksi di bank tersebut. Ia menilai kualitas layanan mungkin menjadi salah satu penyebabnya.
“Bisa jadi kualitas pelayanan adalah salah satu faktornya, selain aspek lain. HIPMI mendorong BRK Syariah, sebagai bank kebanggaan masyarakat Riau, untuk terus meningkatkan kualitas layanannya,” ujar Ardiansyah di Tembilahan, Jumat (18/7/2025).
Ia juga menyoroti program keuangan BRK Syariah yang dinilai belum banyak menyentuh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta belum optimal mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sepengetahuan kami, program BRK Syariah masih lebih banyak fokus pada penampungan dana APBD dan penyaluran gaji pegawai,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan BRK Syariah Cabang Tembilahan, Khoirudin, menjelaskan bahwa pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari kebijakan nasional terkait rekening tidak aktif atau dormant.
“Kebijakan ini bertujuan memperkuat keamanan sektor keuangan nasional sesuai arahan otoritas terkait, dan akan berlangsung hingga 17 Juli 2025,” jelas Khoirudin.
Ia menegaskan, langkah ini juga dilakukan untuk menekan potensi penyalahgunaan rekening tidak aktif oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk untuk kejahatan seperti pencucian uang. Selain itu, kebijakan ini mendukung percepatan digitalisasi layanan perbankan nasional dan peningkatan inklusi keuangan.
“Perpanjangan pemblokiran ini memberi waktu kepada perbankan dan nasabah untuk melakukan klarifikasi serta reaktivasi rekening yang masih valid,” imbuhnya.
Khoirudin menegaskan bahwa pemblokiran bersifat sementara, bukan permanen. Nasabah yang rekeningnya terdampak kebijakan ini diminta segera datang ke kantor cabang dengan membawa identitas diri dan mengisi formulir aktivasi ulang.
“Ini adalah langkah pengamanan sementara, bukan penutupan permanen,” tegasnya.
Terkait dasar hukum kebijakan pemblokiran ini, pihak BRK Syariah Cabang Tembilahan menyebut masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut dengan kantor pusat

Berita Lainnya
Berjualan Tikus, Zulkifli Raup Omset Puluhan Juta Rupiah Per bulan
Kelapa Inhil Terpuruk, Ancaman Kemiskinan Kian Nyata
Program PKT Bantu Petani Lokal
Ajak Kuasai Pasar Sendiri, Yosi: Siap Dampingi UMKM dan Pengurusan Sertifikasi Halal
Dari PDMPTSP Riau, Pemkab Inhil Raih Penghargaan Riau Investment Award 2023
Ini Daftar Harga Komoditi Perkebunan di Riau
ASPANJI Minta Pemerintah Prioritaskan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Harga Bahan Olahan Karet Riau di Pabrik Minggu Ini Rp17.500 per Kg
Usai Lebaran Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melejit, Rp32 Ribu Per Kg
Batik Diharapkan Jadi Pendorong Ekonomi Kepri
Rayakan HUT ke-26, Bank BPR Gemilang Terus Berinovasi untuk Nasabah Inhil
Khairul Apresiasi Langkah Perjuangan Pj Bupati Erisman Mendorong Hilirisasi Kelapa Petani Inhil di Tingkat Nasional