Ketua Umum GNI Berbangsa Kritisi Hutan Indonesia, Ada apa?
BUALBUAL.com - Dunia Politik yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan RI rupanya tidak menarik untuk dimanfaatkan oleh para rimbawan khususnya dalam menetapkan dan menjaga kebijakan pelestarian hutan yang berakibatnya tidak pernah ada pembelaan politik terhadap 140 juta hektare hutan kita yang kini sekitar 40 persennya telah rusak parah, dan sekitar 30 persen talah beralih fungsi dan status.
Kondisi agar tidak alergi terhadap pentingnya kepolitikan sebenarnya sudah lama diserukan oleh Dr. Transtoto Handadhari, rimbawan KAGAMA, antara lain dalam tulisannya berjudul "Rimbawan Kehutanan" di Majalah Tropis (2000), Harian Kompas (2000), di dalam Platform Perjuangan Partai Politik (2002-2004) dan Majalah Gatra (2004).
Kepekaan yang tidak muncul dari para rimbawan mengakibatkan pengelolaan dan pemanfaatan hutan, khususnya hasil kayu serta proses alih status lahan kawasan hutan terjadi besar-besaran tanpa kendali.
"Sayang sekali, hutan setelah porak poranda kebijakan pemuliaan hutan hampir tidak dilakukan. Pembuatan dan perawatan pohon jadi sangat kurang diperhatikan", ungkap Transtoto yang Deklarator Pemuliaan Hutan Tanpa Kecurangan, Minggu (15/01/2023).
Kebijakan kehutanan cenderung lebih bersifat menghabiskan yang tersisa, bukannya memperbaiki kerusakan yang ada.
"Sedangkan politik punya peran penting membuat aturan dan penganggaran serta mengawasinya", ujar Transtoto.
Bekas calon Menteri Kehutanan lebih dari 4 (ampat) kali itu mengajak para rimbawan untuk bangkit masuk ke dunia politik, menguasai basis-basis Partai Politik di Dewan Legislatif Pusat sampai Daerah.
Transtoto sendiri menyatakan siap terjun ke dunia politik demi pelestarian sumber daya hutan sebagai inti lingkungan hidup yang dicintainya.
Partainya apa?, tanyanya yang dijawabnya sendiri: Partai yang baik penuh perjuangan tanpa kecurangan.

Berita Lainnya
Begini Rincian Lengkap Harga Sawit di Riau
Hore, Harga PCR dan Swab di Bandara RHF Turun
Cara Mendapatkan Harga Terbaik di EPSON Flagship Store Blibli
OJK: Restrukturisasi Kredit Perbankan di Riau Capai Rp11,18 Triliun
Dukungan Kemenparekraf RI untuk KARA dan Kuliner Kelapa Indonesia di FHI 2023
APBD Riau Terancam Krisis, FITRA Desak Pemerintah Tinjau Ulang RAPBN 2026
Arsjad Rasjid Buka Muprov VII, Mashuri Terpilih Aklamasi Pimpin Kadin Riau
Didominasi Kebutuhan Sekolah, Penjualan Smartphone di Pekanbaru Meningkat
Inhil Mengalami Kenaikan Inflasi, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Cari Tahu Permasalahnya
Edyanus Herman: Pemprov Riau Harus Selektif Soal Bantuan Rp300 Ribu Per KK
Permudah Pelaku Usaha, DPMPTSP Inhil Luncurkan Layanan Inovasi KLIPING
ICMI Muda Kota Pekanbaru, Bantu Warga Terimbas Corona