UIR - PMRI Teken MoU, Fokus Bangun Generasi Melayu Berintegritas di Era AI
BUALBUAL.com - Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara menyatakan dukungan penuh terhadap penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Riau (UIR) dan Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat UIR, Jumat (22/5/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan mengusung tema “Adab dan Budaya Melayu sebagai Pilar Pendidikan dan Pembangunan Karakter SDM Riau” dan dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, serta aktivis mahasiswa.
Hadir dalam agenda tersebut Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H. beserta jajaran sivitas akademika. Dari pihak PMRI hadir Ketua Umum PMRI Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I., S.E., M.Si., didampingi Wakil Ketua Umum PMRI Drs. H. Tarmizi Tohor, M.A., serta jajaran pengurus lainnya.
Turut hadir Pengurus Daerah Keluarga Cinta Masjid Indonesia (PD KCMI) Kota Pekanbaru Dr. M. Ashsubli, M.Si., Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara Indra Gunawan, S.E., didampingi Sekretaris Jenderal Tega Maulana Fitra, S.I.P., Ketua DPW Riau Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu Putra Rezeky, S.Pd.I., bersama Sekretaris Ramadani, Menteri Kebudayaan, Seni, dan Olahraga BEM Universitas Riau Muhammad Alif, serta mahasiswi Universitas Riau Nailul Fauziah.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara, Indra Gunawan, S.E., menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami dari Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara sangat mendukung penuh inisiasi positif ini. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga kemasyarakatan seperti PMRI menjadi kunci dalam membentengi generasi muda Riau. Di tengah modernisasi, kemajuan intelektual harus berjalan beriringan dengan kokohnya akar budaya,” ujar Indra.
Ia menegaskan pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam mengawal implementasi nilai-nilai adab Melayu demi kemajuan sumber daya manusia (SDM) Riau.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penayangan video profil UIR dan PMRI.
Ketua Umum PMRI, Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I., S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama tersebut bertujuan memperkuat penerapan budaya Melayu dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas simbol atau tradisi.
Ia juga memaparkan program strategis “1.000 Doktor” yang diinisiasi PMRI guna meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Riau.
“Program 1.000 Doktor ini bertujuan mensinergikan pembangunan sumber daya manusia Riau agar lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi. Mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik untuk Riau,” ujarnya.
Rusli menambahkan, PMRI akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau, setelah sebelumnya menjalin kesepahaman dengan Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak).
Menanggapi hal itu, Rektor UIR menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, pengembangan SDM merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah dan sejalan dengan visi serta misi UIR.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU secara resmi oleh kedua belah pihak.
Usai prosesi penandatanganan, agenda berlanjut dengan diskusi panel yang berlangsung dinamis. Dalam sesi tersebut, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Universitas Riau, Nailul Fauziah, mengangkat isu tantangan moral generasi muda di era perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI).
Menurut Nailul, kemajuan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan penguatan nilai adab, integritas, dan kemampuan menempatkan diri.
“Bagaimana cara mengubah cara pandang generasi muda agar tidak melihat adab Melayu sekadar aturan lama, tetapi sebagai the ultimate soft skill yang membuat SDM Melayu Riau tetap otentik, berintegritas, dan tidak mudah terombang-ambing di tengah kompetisi global?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut dijawab Tim Rektorat UIR dengan menegaskan pentingnya menempatkan adab di atas ilmu sebagai fondasi menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Umum PMRI menambahkan bahwa generasi muda perlu memegang teguh tiga prinsip epistemologi Islam, yakni Bayani (tekstual), Burhani (rasional), dan Irfani (spiritual), sebagai pondasi menjaga jati diri dan integritas.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menandai dimulainya kolaborasi strategis antara UIR dan PMRI dalam membangun pendidikan serta karakter budaya Melayu di Provinsi Riau.

Berita Lainnya
Ketua LAMR Inhil Datuk Asmadi Hadiri Pagelaran Reog Ponorogo, Ajak Semua Suku Lestarikan Budaya
Gandeng IWO Inhil, BNI Serahkan 100 Paket Sembako Bagi Warga Kurang Mampu
Kapolres dan Ketua Bhayangkari Polres Inhil Gelar BUKAYA di Panti Asuhan Muhammadiyah
Sempena Operasi Keselamatan, Kasat Lantas Polres Inhu Jadi Irup di SMKN I Rengat
ASPEC - TPI Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Untuk Warga Kota Tanjungpinang
Ada Apa 387 Ha Lahan Masih di Kuasai PT Murini, Susah Dieksekusi?
Semangat Hari Kartini, PLN Nusantara Power UP Tenayan Dukung Monitoring Tumbuh Kembang Anak melalui Program TAMASYA di TAS Ibu Mithali
Berantas Narkoba Hingga Jalur Perairan, Kapolda Riau dan Jajaran Dapat Dukungan MUI Inhil
Wakil Ketua TP-PKK Lampura Berbagi Kasih Terhadap Anak Thalasemia
Silaturahmi dengan Pastor, PB GNP Covid-19 Berharap Bisa Bersama Jaga Kerukunan Umat
550 Paket Sembako Dibagikan Kodim 0315 Bintan kepada Masyarakat Terdampak Covid-19
Semangat Kartini dari Okura, PLN NP UP Tenayan Dorong Perempuan Lebih Mandiri Lewat UMKM Taman Bunga Impian