Ketua Komisi IV DPRD Inhil Bantah MBG Rugikan Daerah: Justru Jadi Mesin Penggerak Ekonomi!
BUALBUAL.com - Ketua Komisi IV DPRD Indragiri Hilir (Inhil), Mohammad Wahyudin, angkat bicara terkait polemik yang berkembang mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berdampak terhadap menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Wahyudin, program unggulan pemerintah pusat tersebut justru harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Program Makan Bergizi Gratis bukanlah program yang menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Justru sebaliknya, MBG menjadi instrumen yang dapat mengembangkan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi," ujar Wahyudin. 24/06/26
Ia menjelaskan, kebutuhan bahan pangan yang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG membuka peluang pasar yang luas bagi produk-produk lokal. Dengan demikian, perputaran uang di daerah akan meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Menurutnya, jika dikelola dengan baik, program MBG dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan karena kebutuhan pangan untuk sekolah-sekolah dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal.
"Ketika bahan pangan dibeli dari petani, nelayan, peternak, dan UMKM setempat, maka manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat. Ini menciptakan efek berganda yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Di sisi lain, Wahyudin menegaskan manfaat utama MBG adalah meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. Pemenuhan gizi yang baik akan membantu menekan angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurutnya, generasi yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, program MBG tidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai investasi strategis yang hasilnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
"Anak-anak yang sehat hari ini adalah tenaga kerja produktif dan pemimpin masa depan. Ketika kualitas SDM meningkat, produktivitas ekonomi juga akan meningkat. Jadi MBG bukan mengurangi potensi ekonomi daerah, tetapi menjadi salah satu motor penggeraknya," tegas Wahyudin.
Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat program MBG secara komprehensif dan berbasis data, sehingga manfaat besar yang dihadirkan bagi kesehatan generasi bangsa dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat dipahami secara utuh.

Berita Lainnya
Bupati Kasmarni Bertakziah Kerumah Ketua DPH LAMR Bengkalis.
Gubri Syamsuar Sampaikan Enam Kebijakan Utama APBN 2023
BKAD Kecamatan Pinggir, Undang Kementerian Dalam Negeri Beri Pelatihan Tata Kelola Bumdes
Gubernur Ansar: Terus Perkuat Ekonomi Desa - desa di Kepri
Wow! Salam Kayuah! Melly Mike Siap Guncang Pacu Jalur Kuansing Lewat Lagu Viral Young Black and Rich
6 Payung Elektrik Sudah Dipasang, Pembangunan Masjid Raya Annur Riau Telah Mencapai 90 Persen
Kepri Masuk Top 5 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik 2021
Bersama Gubernur Riau dan Kepala Daerah Se Riau, Bupati Kasmarni Audiensi ke Bappenas Republik Indonesia
Biro Pengadaan Barang dan Jasa Riau Siapkan Tiga Opsi Kegiatan Lelang Ditengah Pandemi Covid-19
Tak Boleh Beralamat di TNTN, Warga Tetap Dilayani Lewat Surat Keterangan Identitas
Gubri Siap Tindak Tegas! Drama Penahanan Ijazah di Pekanbaru: Pemilik Biro Wisata 'Menghilang'
Provinsi Riau Raih Penghargaan Khusus Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon Tahun 2023 Dari Bappenas RI