11 Daerah di Riau Masih Terjangkit Rabies, 7 Warga Meninggal dalam 5 Tahun Terakhir
BUALBUAL.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau masih berstatus tertular rabies. Dari 12 kabupaten/kota, hanya Kabupaten Kepulauan Meranti yang telah dinyatakan bebas dari penyakit mematikan tersebut.
Kondisi itu disampaikan SF Hariyanto saat membuka Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies Tahun 2026 di Pekanbaru, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, data tersebut menjadi peringatan bahwa upaya pengendalian rabies di Riau masih harus terus diperkuat.
"Dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau, 11 kabupaten/kota masih berstatus tertular rabies. Hanya Kabupaten Kepulauan Meranti yang berstatus bebas rabies," kata SF Hariyanto.
Selain tingginya wilayah yang masih tertular, ia juga mengungkapkan bahwa rabies telah merenggut korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode 2021 hingga 2025 tercatat tujuh warga Riau meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
"Dalam periode 2021 sampai 2025, tercatat tujuh orang meninggal dunia akibat rabies. Kita bersyukur, pada tahun 2026 ini belum terdapat laporan meninggal dunia akibat rabies. Data ini menjadi dasar bagi kita untuk terus memperkuat langkah pencegahan agar kondisi tersebut dapat kita pertahankan," ujarnya.
SF Hariyanto mengatakan capaian tanpa adanya kematian akibat rabies pada tahun ini harus dijaga melalui langkah-langkah pencegahan yang lebih masif, terutama dengan meningkatkan cakupan vaksinasi pada hewan penular rabies di daerah berisiko tinggi.
"Melalui kegiatan ini, saya ingin kita memastikan bahwa upaya pencegahan rabies berjalan lebih terarah dan lebih kuat. Vaksinasi hewan penular rabies harus menjadi perhatian utama, terutama pada wilayah yang memiliki risiko penularan," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya bergantung pada vaksinasi, tetapi juga pada kecepatan pelaporan kasus gigitan hewan penular rabies serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk segera mencari penanganan medis apabila terjadi gigitan.
"Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, ke mana harus melapor, dan bagaimana mendapatkan penanganan awal. Ini penting agar setiap risiko dapat ditangani sedini mungkin," ujarnya.
Plt Gubri juga mengajak para pemilik hewan peliharaan untuk lebih bertanggung jawab dengan melakukan vaksinasi secara rutin serta menjaga kesehatan hewan peliharaannya guna mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.
"Pemerintah Provinsi Riau juga akan terus memperkuat upaya pengendalian rabies melalui kerja sama lintas sektor sebagai bagian dari dukungan terhadap target Indonesia bebas rabies pada tahun 2030," tukasnya.

Berita Lainnya
Tidak Hanya Jual Beli Tanah, Pengurusan SIM, STNK, dan SKCK Juga Wajib Miliki Kartu BPJS Kesehatan
RSUD Mandau Lagi Gelar Vaksinasi Pegawai Dan Karyawan
Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Guru dan Siswa di Tembilahan Divaksin
Dinkes Inhil Hadiri Rapat Bersama Mendagri Rakor Pembahasan KLB Kurtup Polio dan Inflasi Daerah 2024
Dinkes Inhil Bersama KDDI, Beri Sosialisasi Pentingnya Donor Darah kepada Kader Posyandu
Lagi-lagi ODP Covid-19 di Lampung Utara Menolak untuk Dilakukan Rapid Test
Berkat Kartu JKN-KIS, Ari Tidak Lagi Khawatir Fikirkan Biaya Pengobatan
Kadiskes Rahmi Indrasuri Bersama Pj Ketua TP PKK Inhil Hadiri Puncak Peringatan Harganas Ke-31 di Semarang, Jateng
Hari Pertama Pendistribusian MBG di MA Sabilal Muhtadin Tembilahan
Kadikes Inhil Hadiri Malam Resepsi Tandai Puncak Milad Kabupaten Indragiri Hilir Ke 59 Tahun 2024
Dinkes Inhil Sampaikan Tips Kesehatan yang Penting Bagi Ibu Hamil
"Saya ingin hidup hingga usia 150 tahun," kata nenek itu. Cari tahu bagaimana dia bisa berumur panjang