PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Dua Kader PDIP Bersitegang, Sebut Cina Saja Yang Belum Menjajah Indonesia
Dua anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon dan Charles Honoris saling bersitegang ketika Komisi I DPR RI mengundang Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam rapat kerja di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8) ketika rapat membahas soal ancaman terhadap kedaulatan Indonesia dari kawasan Laut China Selatan (LCS).
Anggota Komisi I DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, menilai pembangunan sistem pertahanan Indonesia untuk menghadapi risiko keamanan dari LCS masih setengah hati. Anggaran Kemenlu bisa dibilang terlalu kecil. Padahal, Kemenlu dibebani misi untuk mensosialisasikan kebijakan dalam negeri ke dunia internasional.
“Menurut saya anggaran kita relatif kurang untuk konflik perbatasan. Ibu fokuskan lagi agar anggaran dialokasikan besar ke hal yang berkaitan dengan keamanan negara,” ucap Effendi mengarah ke Menteri Retno sebagaimana dilansir BWKG.com
Dia tegaskan, langkah yang komprehensif harus dilakukan pemerintah agar Indonesia tidak lagi “dijajah” seperti zaman dahulu.
Mantan Cagub Sumatera Utara ini juga meminta pemerintah lebih mewaspadai potensi pelanggaran kedaulatan Indonesia oleh negara China.
“Karena China saja yang belum menjajah kita, walapun secara ekonomis itu bukan ranah saya,” kelakar Effendi.
Entah mengapa, kolega Effendi di Fraksi PDIP, Charles Honoris, naik pitam mendengar pernyataan itu.
Charles mempertanyakan maksud Effendi. Dia menilai, pernyataan Effendi menyinggung ras Tionghoa. Padahal sebelumnya yang dimaksud Effendi adalah negara China.
“Tadi bapak bilang itu, tolong dijelaskan di rapat terhormat ini,” pinta Charles.
“Saya enggak bilang begitu. Saya bilang kita enggak pernah dijajah China. Inggris pernah, Belanda pernah, Jepang pernah (menjajah Indonesia). China enggak pernah. Saya bilangnya begitu,” jawab Effendi Simbolon.
Melihat pertengkaran dua rekannya, pimpinan rapat yang juga berasal dari Fraksi PDIP, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mencoba melerai.
“Sudah-sudah, itu nanti saya kira bisa dijelaskan sehabis rapat, kita selesaikan secara adat,” ujarnya.
Untuk mencairkan suasana, TB Hasanuddin yang berlatarbelakang suku Sunda melontarkan sebuah gurauan.
“Suku Sunda dan suku Batak itu sebenarnya bersaudara, Siliwangi dan Silitonga,” guraunya.
(KRN1)koranriau.net
.jpg)

Berita Lainnya
Akan Berlangsung Pada 11 Juli Pemilihan Rektor UR Tahun 2018
Azzam: Demi Allah Ustadz Somad Bukan Tipe Ustadz Amplop
Gerakan Riau Merdeka Asap "GRMA" Riau Merdeka Asap
Berkat Adanya Pelayanan BPJS Satu Nurbaiti Merasa Sangat Terbantukan
Begini Kronologi Penangkapan Aktor Riza Shahab
Resmi Dibuka Camat Bantan Qori Terbaik Riau, Tampil di MTQ ke-24 Desa Jangkang
BEM - UR Ajak Masyarakat Tandatangani Petisi, Gelar Aksi Teaterikal Kebakaran Riau
Nanton Penganten Sahur Di Tembilahan Hulu, Febri Ditikam Sekelompok Pemuda Hingga di Larikan Ke Rumah Sakit
Lokasi Kapal Tenggelam Ditemukan, TNI AL Segera Lakukan Penyelaman
Heboh, Warga Temukan Mayat Mengapung di Pelabuhan Ketam Putih Bengkalis
Nurzahedi: Tak akan Ada Mobilisasi Massa di Kampanye Prabowo di Riau Apalagi Uang Saku, Tapi Akan Dihadiri Ribuan Massa
Kebakaran di Pekanbaru Hanguskan Gudang Furniture