PILIHAN
Kepala Daerah Masih Korupsi, Anggaran dan alam habis oleh pemimpin tamak
Bualbual.com- Jakarta, Tak hanya di ibu kota, kasus korupsi dari tahun ke tahun semakin menjalar di berbagai daerah. Seperti belum lama ini, Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, ditetapkan sebagai tersangka suap penerbitan izin pertambangan.
Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional (TI) Indonesia, Dadang Trisasongko, menyatakan ada beberapa faktor mendasar menyebabkan kepala atau wakil kepala daerah korupsi. Di antaranya yakni keserakahan dan utang pilkada.
" Korupsi tersebut salah satu faktornya sikap serakah para koruptor, apapun posisinya," kata Dadang saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (29/8) lalu.
Menurut dia, tabiat gila harta memicu seseorang melakukan segala cara buat mendapatkan banyak uang dengan cara licik. Namun, ternyata perilaku rasuah juga timbul lantaran biaya digelontorkan saat kampanye Pilkada.
"Utang biaya kampanye adalah satu penyebab korupsi tersebut, di samping memang sikap serakah para koruptor tadi. Selain dua faktor itu, sistem perizinan seperti izin pertambangan, kuota export-import, izin reklamasi dan lain sebagainya yang tidak akuntabel dan tidak transparan, juga bermasalah," paparnya.
Merdeka.com

Berita Lainnya
Antisipasi Covid - 19, Pemerintah Desa Panaso Lakukan Aksi Penyemprotan Disinpektan
Siswi SMA Hilang pada Hari Lebaran, Ternyata Kesini Bareng Pacarnya
Kita Orang Indragiri Hilir "14 Juni 1965 - 14 Juni 2019"
Tabrakan Bus Rapi vs truk Fuso, Belasan Penumpang Bus Rapi Terluka "Sopir Truk Menghilang dari TKP"
Rumah Caleg dan Kantor Bupati Pelalawan Dibobol Maling
Wagubri Kumpulkan ASN di Ruang Melati untuk Tes Urine
Ahok Tidak Merespons Beredarnya Surat Gugatan Cerai Terhadap Veronica Tan
Sebagai Bentuk Kepedulian Terjadap Musibah Kebakaran di Desa Bekawan,BMW Galang Dana
Ini 5 Prioritas Pembangunan Gubernur Syamsuar Tahun 2020
Eks Pemain PSPS Pekanbaru Beserta Istri dan Anaknya Dimakamkan Berdampingan
HM Wardan Hadiri Hari Pohon Sedunia Ditaja Bazna Inhil, "Satu Pohon Sejuta Manfaat"