PILIHAN
Herliyan Saleh: Mantan Bupati Bengkalis Periode 2010-2015 Di Vonis 18 Bulan Penjara
Bualbual.com - Pekanbaru, Mantan Bupati Kabupaten Bengkalis priode 2010 -2015, Herliyan Saleh Di Vonis 18 bulan Penjara Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru.
[caption id="attachment_4433" align="alignnone" width="470"]
Herlian Saleh Mantan Buapti Bengkalis 2010 -2015[/caption]
Ketua Majelis Hakim Marsudin Nainggolan, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, vonis tersebut dengan pertimbangan Herliyan Saleh terbukti ikut serta dalam kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 dengan kerugian senilai Rp 31 miliar.dan hakim juga mewajibkan mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Riau tersebut membayar denda 200 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Selasa, 11 Oktober 2016.
Tuntutan Majelis Hakim Pekanabaru lebih Ringat dari pada tuntuan (JPU) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Luqita, sebelumnya meminta majelis hakim menjatuhkan vonis 8 tahun 6 bulan denda Rp 500 juta.
Pertimbangan Majelis Hakim menjatuhkan vonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena terdakwa tidak terbukti memperoleh harta benda atau menikmati uang korupsi sebagaimana dakwaan Premier Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentan Tindak Pidana Korupsi.
Namun, hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan sekunder Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999.
Mendengar putusan hakim tersebut, baik Herliyan menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. "Kami pikir-pikir yang mulia," Kata Penasehat Hukum Herliyan Saleh Ungkapnya
BBC/Ucl
Herlian Saleh Mantan Buapti Bengkalis 2010 -2015[/caption]
Ketua Majelis Hakim Marsudin Nainggolan, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, vonis tersebut dengan pertimbangan Herliyan Saleh terbukti ikut serta dalam kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggaran 2012 dengan kerugian senilai Rp 31 miliar.dan hakim juga mewajibkan mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Riau tersebut membayar denda 200 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Selasa, 11 Oktober 2016.
Tuntutan Majelis Hakim Pekanabaru lebih Ringat dari pada tuntuan (JPU) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Luqita, sebelumnya meminta majelis hakim menjatuhkan vonis 8 tahun 6 bulan denda Rp 500 juta.
Pertimbangan Majelis Hakim menjatuhkan vonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena terdakwa tidak terbukti memperoleh harta benda atau menikmati uang korupsi sebagaimana dakwaan Premier Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentan Tindak Pidana Korupsi.
Namun, hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan sekunder Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999.
Mendengar putusan hakim tersebut, baik Herliyan menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. "Kami pikir-pikir yang mulia," Kata Penasehat Hukum Herliyan Saleh Ungkapnya
BBC/Ucl

Berita Lainnya
Selain Rumah Dinas, Inilah Yang Digeledah KPK Selama 6 Jam di Kediaman Zumi Zola
Suami Bunuh Tetangga, Istri Diperkosa
Istri Orang Terkaya Dunia Terkesan Cara RI Buka Peluang Usaha Pakai Teknologi
Sandiaga Uno: Penghapusan UN Karena Pendidikan Tidak Merata
Setelah Pemkab Inhu Lunasi Tunggakan Rp 2,8 Miliar, PJU Kembali Dihidupkan
Radio Gemilang FM Inhil Terima Kunjungan Diskominfo Kabupaten Kuansing
Datang ke Ponpes Darul Muwahhidin Ma'ruf Amin di Tolak Pengurus, Begini Penjelasannya
Kemendikbud Tiadakan UKK bagi Siswa SMK
Ini yang Akan Dilakukan WWF dan Koalisi Masyarakat Peduli Sungai di Riau 'Peringatan Hari Sungai Nasional'
Bobot Penilaian Alami Kenaikan 'Bupati Inhil Terima Rapor SAKIP 2018'
Jam 12 : 00 Hari Ini, KPU Pekanbaru Tunggu PDIP - PPP Ganti Nama Said Usman Abdullah (SUA)
Gubri Rapat Tertutup Bahas Penertiban Perkebunan Ilegal, Janji Sasar Kelompok Besar