PILIHAN
Kinerja Kejagung Dalam Kasus Ahok Dianggap Mirip 'Tukang Pos'
Bualbual.com - Jakarta, Ketua Umum Setara Institute Hendardi menilai kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak serius dalam meneliti berkas perkara Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama. Dia mengibaratkan kinerja Kejagung bak tukang pos.
Menurut Hendardi, ini dikarenakan Kejagung hanya bertugas sebagai perantara berkas perkara Ahok untuk diserahkan ke pengadilan. "Ini bukan pekerjaan Jaksa Agung, ini pekerjaan tukang pos dan tukang ojek," kata Hendardi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (10/12).
Dalam kasus Ahok, Hendardi melihat kinerja Kejagung juga terlalu cepat hingga melimpahkan ke pengadilan. Padahal mereka mempunyai waktu 14 hari guna meneliti tiap berkas dilimpahkan dari kepolisian.
"Kesempatan Kejaksaan Agung ini tidak fair. Bayangkan untuk 826 halaman itu hanya tiga hari proses P21 dan saya mendapat keterangan dari dalam dua jam itu dilempar ke PN Jakut," ujarnya.
"Ini sangat bertolak belakang pada kasus lain. Bolak-balik dikembalikan antara Kejaksaan dan kepolisian," tambah dia.Sementara, Guru Besar Universitas Indonesia Sulistyowati Irianto menganggap ada kepentingan politik dalam kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dinilai dia, cara kelompok yang ingin menjatuhkan Ahok itu sangat berbahaya.
"Kepentingan-kepentingan politik ini dengan cara menajamkan perbedaan-perbedaan itu yang saya lihat ada dalam kasus Pak Ahok ini tentu sangat berbahaya ke depan," kata Sulistyowati.
Bukan tanpa sebab, kelompok itu memanfaatkan isu agama dalam kasus Ahok. Ini dikarenakan Indonesia memiliki keragaman etnis, agama dan ras.
"Setiap dari kita memiliki identitas yang sudah beragam secara etnis, agama, kelas. Namun, di dalam keberagaman ini dikonstruksi, karakter-karakter yang itu diciptakan," ujar dia.
editor : BB.C/merdeka.com

Berita Lainnya
Bupati Meranti Lantik 175 Pejabat Eselon, 80 Orang ASN Mendapat Promosi
Bupati HM. Wardan Ungkapkan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Busu Atan
Swasembada Daging, Cagub Riau Arsyadjuliandi Rachman Janjikan Asuransi 500 Ribu Ekor Sapi
Kaget Bangunan Sekolah Sudah Roboh, Kades di Meranti Sesali Terhadap Sikap Kontraktor
Peringati Hari Juang Tahun 2019, Kodim 0314 Inhil Gelar Kegiatan Penghijauan di Desa Pulau Palas
Geger! Warga Temukan 1 Koper yang Berisikan Sabu dan Ekstasi di Pinggir Jalan
KPU Kepulauan Meranti Akan Distribusikan Surat Suara Pada Tanggal 25Juni 2018
Pemdes Bente Bersama Warga Lakukan Penyemprotan Disinfektan, Suhaimi Berharap Kita Bisa Putuskan Rantai Penyebaran Virus korona
Dari Pagi Hingga Malam, Satgas TNI Inhil dan Masyarakat Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Teluk Pinang
Upacara Awal Tahun, ini Pesan Bupati Inhil Kepada ASN
Catatan Hambatan Pencairan DAK Fisik dan Dana Desa 2019 di Riau
Gagal, Zalim, Tidak Adil, Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, Dan Agama Pembebas