PILIHAN
Alami Pulau lingga Mampu Memikat Burung Migrasi
bualbual.com, Lingga masih begitu asri. Negeri bahari paling selatan Kepulauan Riau ini relatif sepi. Ratusan pulau-pulaunya kosong tak berpenghuni. Indah dan nyaman. Tidak hanya betah ditinggali para nelayan namun juga menjadi salah satu lokasi burung-burung migrasi singgah. Yakni burung langka yang terancam punah. Singgah beristirahat mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan panjang listas negara dan benua.
Seperti di lansir nationalgeographic.co.id dalam tulisan berjudul Migrasi Burung Dunia dan Ancaman Kehilangan Habitat, burung-burung kecil spesies migrasi menempuh jarak yang sangat jauh. Mereka mengandalkan habitat dan dapat beristirahat serta makan diperjalanan panjang mereka seperti yang diungkapkan ilmuan konservasi, Richard Fuller dari Australian Research Council Center of Excellencefor Environmental Decisions (CEED) dan Universiat Queensland.
Richard mengatakan, burung-burung migrasi melintasi berbagai negara dimana upaya konservasi yang dilakukan bervariasi. Masalah yang paling akut ada di Afrika Utara, Asia Tengah dan di sepanjang pantai Asia Timur. Negara-negara diwilayah ini relatif sedikit mempertahankan kawasan lindung. Hal ini jelas termasuk salah satunya diwilayah pesisir Indonesia yang juga menjadi lokasi migrasi burung-burung namun belum dapat menjamin perlindungannya.
Beruntung, beberapa waktu lalu salah seorang anggota Lingga Photografi Comunity (LPC), Said Fauzi yang juga penghobi burung dapat mengabadikan salah satu jenis burung migrasi yakni burung biru-laut ekor-belorok di pantai barat pulau Bladeng, desa Batu Belubang. Selain senang dengan dunia fotografi, Said Fauzi yang lebih akrab di sapa Oji juga ikut mengamati melalui obesrvasi dilapangan.
Menurutnya ada sejumlah spot di pesisir kepulauan Lingga menjadi tempat burung-burung migrasi singgah. Ia juga kerap menjadi pemandu bagi bagi pecinta fotografi datang ke Lingga dan berburu foto-foto menarik termasuk jenis-jenis burung migrasi yang banyak ditemukan sepanjang pesisir kepulauan Lingga yang masih hijau tersebut.
“Burung migrasi ini menjadi satu hal lagi yang menarik dari kabupaten Lingga. Banyak disini spot-spot mengabadikan burung migrasi,” tuturnya.
Menurut Oji, burung migrasi bukan hanya sekedar menjadi koleksi foto. Namun, lebih dari itu. Pesisir Lingga yang asri dan belum banyak pembangunan ekspensi perkotaan dan industri yang menyebabkan menurunnya spesies burung migrasi setiap tahun, Lingga sangat boleh menjadi kawasan lindung untuk konservasi.
“Lingga pantas dan boleh diperisipakan sebagai taman nasional. Sebagai kawasan lindung dan lokasi-lokasi penting untuk persinggahan burung-burung migrasi. Selain itu, jelas hal ini akan menjadi daya tarik dan pemanfaatan sumber daya alam yang terarah dan tidak kebablasan. Foto-foto yang kita dapat akan kita share untuk menjadi perhatian bersama-sama,” tukasnya.
Selain di Belading, desa Batu Belubang sejumlah titik lain seperti pantai Dungon, pulau Sayak dan desa Pekajang yang beberapa kali ia datangai juga ditemukan spesies burung migrasi. Potensi ini, tentu menjadi salah satu tawaran besar kabupaten Lingga yang kini juga menjadi salah satu pintu masuk wisata layar dunia di Kepri. Untuk mewujudkan hal itu sangat penting akan kesadaran bersama menjaga lingkungan hidup. Naskah: Hasbi Muhammad(PLC)

Berita Lainnya
PN Rohil Dan PT Pekanbaru Gelar Rapat, Saksi dan JPU Terlantar
Diduga Palsukan Surat Tanah, Agus Salim Didakwa Pasal Berlapis
Usia Tua Bukan Persoalan Untuk Ikut Membangun Bersama TMMD Inhil
Tak Terlibat Perusakan Baliho PDI P, DPP Demokrat Pastikan Kadernya di Pekanbaru
Video Mesum Pelajar SMK Jembrana Viral
Satu Korban Hangus Terbakar, Si Jago Merah Lalap Habis Satu Rumah Warga Desa Bente Kecamatan Mandah
Apakah Benar Ka’bah Tak Bisa Dilewati Oleh Pesawat?
F1QR Lanal Batam: Berhasil Gagalkan Penyelundupan satwa Langka Jenis kacer Sebanyak 500 ekor
Bupati Irwan: Itu Sangat Memalukan, Saat Menanggapi Kicauan Pegawai Pemprov Riau Banyak yang Dinonjobkan
Tiga PNS Cantik Ditahan Kejati Riau Akibat Korupsi SPJ Fiktif
Mohd Sukamto, Tenaga Honorer yang Menjadi Anggota DPRD di Inhil
Wow...Patungan Kampanye Ahok-Djarot Tembus Rp 27 M, Ini Tanggapan Agus