PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Dibandingkan 82 Kota di Indonesia Inflasi Tembilah Terendah, Ini luar biasa
bualbual.com - Inflasi yang terjadi di Provinsi Riau pada Maret 2017, 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 129,85. Data dari Badan Pusat Statistik yang dipublikasi 6 Rojab 1438 (3 April 2017), dari tiga kota di Riau Tembilahan paling rendah inflasinya, hanya 0,01 persen, dengan IHK 131,26. Terendah dibanding inflasi Provinsi Riau, serta terendah pula dari 82 kota yang menghitung IHK di seluruh Indonesia. Inflasi di kota Tembilahan sama dengan inflasi yang terjadi di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Inflasi tertinggi terjadi di Kota Merauke (Papua).
Bupati Inhil, Drs H Muhammad Wardan, MP, mensyukuri prestasi perkembangan IHK di Tembilahan itu. Dia berharap, inflasi kini itu meski rendah, dapat diturunkan lagi pada bulan-bulan berikutnya.
Tiga kelompok pengeluaran menjadi andil terjadinya inflasi di Tembilahan. Kelompok perumahan, air, gas, dan bahan bakar dengan andil 0,16 persen. Kelompok sandang 0,02 persen. Kelompok kesehatan 0,01 persen. Sedangkan deflasi (inflasi negatif), kelompok bahan makanan 0,16 persen; makanan jadi, minuman rokok, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga relative stabil. Komoditas yang menjadi andil terjadinya inflasi di Tembilahan, tarif listrik (0,17 persen), minyak makan dan kentang (masing-masing 0,02 persen), beras, ikan dalam kaleng (sarden), petai, ikan mujair, odol (pasta) gigi, dan emas perhiasan (masing-masing 0,01 persen).
Dua kota lainnya di Riau, Pekanbaru tingkat inflasinya 0,38 persen dengan IHK 129,53. Ini tertinggi kedua bersama Pangkalpinang (Bangka Belitung), dari 23 kota se-Sumatera yang menghitung IHK. Inflasi Kota Pekanbaru itu tertinggi pula di antara 10 kota di Sumatera bersama Pangkalpinang, dan Jambi. Kota Dumai pada Maret 2017 itu, justru mengalami deflasi (inflasi negative) 0,19 persen.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Riau, Agus Nuwibowo SSi MM, membenarkan informasi itu. Kepala BPS Provinsi Riau, Ir S Aden Gultom tidak pula menampik data yang sudah dipublikasikan. (Senuju.com)
.jpg)

Berita Lainnya
IDI Inhil Berikan Bantuan Kepada Keluarga Kurang Mampu
Mahasiswa Minta Syamsuar Fokus Tangani Masalah Karhutla 'Geruduk Kantor Gubernur Riau'
Harga TBS Sawit di Riau Naik, Jelang Idul Fitri
Bupati Amril Mukminin: “Segera Tayangkan Pengumuman Rencana Umum Pengadaan”
Rombongan LMR Inhil Dampingi Datok Panglime Mustafa Tenamal Kembalikan Berkas Formulir Pendaftaran Bacaleg Tahun 2019
Musibah Longsor Terjadi di Kuala Enok
Mahasiswa Unisi Tembilahan Belum Ditemukan "Jatuh ke Sungai"
Soal Pencurian Data Pengguna Indonesia,Facebook Masih Bungkam
Penyempurnaan DPTHP II Pemilu 2019 KPU Indragiri Hilir, Segini Jumlah DPT Perkecamatan
Jepang akan Bangun Pabrik Berkapasitas 250 Ribu Ton di Riau
Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run Di Kota Dumai
Wabup H. Syamsuddin Uti Tinjau Pelaksanaan Simulasi Tes CPNS Berbasis CAT