PILIHAN
Misteri Pembangunan Piramida Dibangun Akhirnya Terungkap
bualbual.com, Jakarta - Di balik kemegahannya, Piramida Agung Giza menyimpan misteri yang masih coba diungkap para ilmuwan dan arkeolog, yakni bagaimana bangunan ini dibangun? Temuan terbaru diyakini menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut.
Mengulik bagaimana Piramida dibangun memang menarik. Pertanyaan itu didasari pada beratnya pekerjaan membawa bebatuan di gurun, dan minimnya teknologi pendukungnya. Batu yang dibutuhkan pun dalam jumlah besar, sementara alat canggih untuk mengangkutnya melewati gurun pasir belum ada pada zaman Mesir Kuno.
Dari berbagai penelitian sebelumnya, para arkeolog telah lama mengetahui bahwa bebatuan tersebut dibawa sejauh delapan mil dari Giza ke sebuah tempat bernama Tura. Sementara bahan granit digali dari jarak lebih dari 500 mil. Adapun cara bagaimana bahan-bahan ini diangkut, masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.
Bukti baru yang ditemukan para arkeolog memperlihatkan, orang zaman Mesir Kuno mengangkut lebih dari 170.000 ton batu kapur untuk membangun Piramida Agung Giza, menggunakan perahu yang dibuat khusus.
"Kami telah menguraikan pusat cekungan kanal yang dijadikan area pengiriman utama ke kaki dataran tinggi Giza," kata arkelogis asal Amerika Serikat Mark Lehner yang sudah berpengalaman 30 tahun melakukan penggalian di Mesir.
Informasi ini terungkap dari gulungan kertas papirus kuno, berbagai potongan bekas badan perahu dan jaringan saluran air di lokasi Piramida. Hasil penelitian mengungkapkan bagaimana bangunan berusia lebih dari 4.000 tahun ini dibangun pada 2.550 SM.
Dikutip detikINET dari The Independent, Rabu (25/10/2017), informasi yang tertera di gulungan kertas papirus tersebut ditulis oleh seorang lelaki bernama Merer. Dia diketahui adalah seseorang yang memimpin sekitar 40 pelaut.
Para arkeolog meyakini ada ribuan pekerja terlatih yang menggunakan perahu untuk menyusuri kanal yang digali sepanjang Sungai Nil. Pelayaran ini bertujuan mengangkut batu kapur. Perahu-perahu ini disatukan oleh tali tebal yang dipilin. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi baik saat ditemukan.
Setelah mengumpulkan bahan-bahan bangunan tersebut, para pekerja membawanya ke sebuah pelabuhan yang berjarak beberapa meter dari dasar Piramida. Total, ada sekitar 2,3 juta blok batuan terkirim dengan cara ini selama dua dekade.
(rns/rou/dtk)

Berita Lainnya
Koramil 03 Tempuling Berikan Penyuluhan Pembuatan Pupuk BIOS 44 Kepada Petani Di Kelurahan Kempas Jaya
Inilah Cara Alami Mengatasi Rambut Patah Dan Rontok Tanpa Biaya
Honorer K2 Inhil Sujud Syukur, DPR Menyetujui Revisi UU ASN.
Kini Anak Usia 6 Tahun Bisa Daftar SD, Berikut Syarat Wajib Dipenuhi!
Persiapan Laga Persih Fc vs PSPS Polisi Terjunkan 84 Personel Keamanan
Marquez Lakukan Pembelaan, Lorenzo Diterpa Isu tak Sedap
Dandim 0314 Inhil Bersama Regu Gabungan Lakukan Pendinginan Karhutla di Desa Sungai Junjangan
BMKG: Hari Ini Riau Diguyur Hujan
Kompak! Camat, Lurah, TNI, Polri, Satpol PP Serta Relawan QIF-19 Kateman, Gelar Penyemprotan Disinfektan di Malam Hari 'Mari Bersatu Lawan Virus Covid-19'
Video Viral, Guru yang Ditantang Ikhlas Maafkan Siswanya Dia Sudah Seperti Anak Saya Sendiri
Agar Tahu, Calon Suami Nikah Berkali-kali? Bisa Dicek Via Aplikasi Ini