PILIHAN
Polda Riau Ungkap Jaringan Narkoba Yang dikendalikan Dalam Lapas
Bualbual.com, Sekitar 1 kg sabu-sabu disita Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau dari pengungkapan jaringan narkoba. Tak main-main, jaringan ini dikendalikan oleh warga binaan LP Klas IIB Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Kepala Subdirektorat Reserse Narkoba Polda Riau, Kompol Andi kepada Riauterkini.com menjelaskan dari jaringan ini pihaknya membekuk empat orang tersangka. Dimana dua tersangka merupakan terpidana dalam kasus narkoba.
"Keempat tersangka tersebut berjenis kelamin pria uang ber inisial Mes, EW, Sy dan MN alias Pak Cik. Sementara dua terpidana yaitu MN alias Pak Cik dan Sy," terangnya.
Kasus ini terkuak berawal dari penangkapan dua kaki tersangka yang merupakan kaki tangan dua terpidana tersebut. Awalnya Mes dan EW tertangka saat melakukan transaksi di wilayah kota Pekanbaru yakni di Kecamatan Tenayan Raya pada awal Februari lalu.
"Setelah mendapat informasi kegiatan tersebut, maka kita turunkan tim dan berhasil meringkus Mes. Kita dapati Mes membawa ransel yang saat kita periksa kota mendapatkan sabu-sabu dengan berat hampir 1 kg," paparnya.
Dari pengembangan, dihari yang sama pihaknya juga membekuk tersangka lain berinisial EW yang memberikan informasi bahwa narkoba ini permintaan warga binaan Lapas Bangkinang.
Setelah berkoordinasi dengan pihak lapas, Andi bersama tim langsung melakukan penggeledahan ruang tahanan yang ditempati MN dan Pak Cik. Dari pemeriksaan diketahui Pak Cik adalah warga Malaysia. "Kita menemukan sejumlah handphone yang diduga digunakan tersangka untuk berkomunikasi dalam mengendalikan narkoba tersebut," tutur Andi.
Diinformasikannya, Pak Cik sebelumnya ditangkap pada 2014 lalu oleh jajaran Polres Bengkalis. Saat ditangkap didapati pria 50 tahunan tersebut membawa narkoba berjenis sabu-sabu, heroin dan ganja. Dalam kasus tersebut, dia juga telah divonis 15 tahun penjara. "Pak Cik sudah menjalani hukuman 4 tahun penjara di Lapas Bengkalis. Sementara di Lapas Bangkinang, Ia baru menjalani sekitar 3 bulan,"
Andi mengatakan pihaknya saat ini terus menggali lebih dalam kasus ini. Khususnya terkait pengendalian peredaran narkoba dari dalam Lapas. "Kita terus tindak lanjuti, apakah masih ada lagi jaringan yang dikendalikan Pak Cik. Kemudian juga terkait datangnya barang haram tersebut dari mana dan wilayah penyebarannya," pungkasnya.***rul/rtc
loading...

Berita Lainnya
Tiga Kepala Desa di Riau Dipanggil Bagian Seksi Intelijen Jaksa
Pemuda Asal Dumai Diringkus Polsek Rupat 'Bawa 1 Kg Sabu-sabu'
Hasil Ujian PPPK Pemprov Riau Akan Diumumkan 1 Maret
Bupati Inhil Resmikan Program BSPS Di Desa Teluk Kiambang, Tempuling
Wako Pekanbaru Minta Anak Buahnya Segera Laporkan Kekayaan
Heli Sulit Mendarat, Logistik Pengungsi Gempa Lombok Dijatuhkan Lewat Udara
Dana CSR Bank Riau Kepri untuk Karpet Masjid Annur Capai Rp1,9 Miliar
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Presiden AS Donald Trump Berniat Kembangkan Senjata Nuklir Terhebat
Menteri Luar Negeri Israel Tegaskan Tidak Akan Hentikan Operasi Militer di Suriah
Dampak Kebakaran Hutan, Riau Berpotensi Kirim Asap ke Malaysia dan Singapura
Pendiri PKS Yusuf Supendi meninggal dunia