PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Bupati Inhil HM. Wardan Kembali Panggil Perusahaan dan Pengumpul Kelapa
bualbual.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali menggelar pertemuan dengan Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa yang sempat dibatalkan beberapa waktu lalu, Tembilahan, Rabu (4/7/2018) malam.
Kembali Bupati Wardan memanggil perusahaan untuk pembahasan tentang stabilitas harga kelapa yang dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sempat menyentuh titik terendah.
"Kami sengaja mengundang Perusahaan dan para pengusaha pengumpul kelapa untuk berdiskusi karena beberapa bulan terakhir harga kelapa sempat anjlok dan menimbulkan keresahan di tingkat petani," kata Bupati, di Kantor Bupati Inhil.
Bupati menyebutkan, pertemuan juga ditujukan untuk mencari solusi ihwal harga kelapa yang cenderung fluktuatif sehingga kedepan harga kelapa tidak lagi menjadi kekhawatiran bagi para petani dan dipolitisasi dengan dijadikan 'komoditas' politik.
"Kenapa Harga kelapa menjadi suatu hal yang penting bagi kami Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Inhil berprofesi sebagai petani, sektor perkebunan kelapa merupakan tumpuan dari hampir 70 persen masyarakat petani," pungkas Bupati.
Dalam pertemuan, baik pihak Pemerintah Kabupaten Inhil, perusahaan dan pengusaha kelapa mengidentifikasi beberapa persoalan yang tengah dihadapi sektor perkebunan kelapa Inhil, mulai dari hulu hingga hilir.
Dari hulu sektor perkebunan kelapa, diketahui jumlah kebun kelapa tua dan rusak, kerusakan infrastruktur perkebunan, minimnya penggunaan teknologi dan bibit unggul masih menjadi problema yang belum terpecahkan hingga saat ini.
Berbicara hilir sektor perkebunan kelapa Inhil, selain harga kelapa yang cenderung fluktuatif, terdapat juga beberapa masalah yang terjadi, yakni diversifikasi produk turunan kelapa yang masih kurang dan pemanfaatan hasil lain dari kelapa, seperti air kelapa, sabut dan tempurung yang belum optimal.(ADV)

Berita Lainnya
Pada Januari 228 Kasus DBD di Riau, Dua Anak Meninggal Dunia
Seorang Wanita ditemukan Tak Bernyawa di Kosnya di Tembilahan
Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Kirim Empat Pesawat Tempur F-16 ke Natuna "Amankan NKRI"
Stadion Utama Riau yang Tidak Terurus
Ketua DPC PKB Inhil Dani M Nursalam Buka Kegiatan Pembekalan Caleg
PB HMI Angkat Bicara Terkait Puisi Sukmawati
Mutuskan Rantai Penyebaran Corona, Riau Dirikan Posko Bersama di Perbatasan Tiga Provinsi
Pesawat Penabur Pupuk Jatuh di Ketapang
Gubernur Riau Kembali Himbau Masyarakat Kurangi Kegiatan Pertemuan
'Yang Gaji Kamu Siapa' Menkominfo Dilaporkan ke Bawaslu
25 Titik Api Terpantau di Riau, Pelalawan Terbanyak
Gudnag Masker Ilegal di Kota Batam Digerebek Tim Polda Kepri '3 Orang Ditangkap'