PILIHAN
Pingsan di Persidangan, Guru Besar UIN Padang Meninggal Dunia
Bualbual.com, Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Padang Profesor Sirajuddin Zar, yang merupakan satu dari enam saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk didengarkan keterangannya dalam persidangan perkara kasus korupsi pengadaan tanah Kampus III IAIN Padang, mendadak terkena serangan jantung.
Hal itu terjadi di tengah jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Padang, Kamis 30 Agustus 2018.
Dalam rekaman CCTV, apa yang terjadi terhadap Sirajuddin, sontak membuat seisi ruang persidangan kaget. Bahkan, terlihat Hakim Ketua Sri Hartati mengetuk palu sidang sebanyak satu kali.
Selain itu, sejumlah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan satu saksi lainnya, mencoba mengangkat kembali tubuh Sirajuddin yang hampir saja jatuh dari kursi persidangan. Dia pun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah Sakit Siti Rahma Padang. Sirajuddin dinyatakan tim medis meninggal pada pukul 15.58 WIB.
“Saksi tiba-tiba pingsan ketika sedang diperiksa di hadapan persidangan sekitar pukul 15.21 WIB," kata Febru, Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Sumbar Febru, Kamis 30 Agustus 2018.
"Dari pihak rumah sakit menyatakan bahwa Sirajuddin Zar terkena serangan jantung," kata Febru.
Seperti diketahui, Sirajuddin dihadirkan sebagai saksi dalam kasus Korupsi pengadaan tanah kampus III IAIN Padang. Dalam kasus ini, sedikitnya Rp1,9 miliar kerugian Negara yang timbul. Sirajuddin ikut diperiksa lantaran saat kasus itu mencuat posisinya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Dalam kasus ini, sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang yang diketuai Yose Ana Rosalinda sudah memvonis dua nama lain sebagai terpidana yaitu mantan Wakil Rektor Salmadanis, dan notaris Eli Satria Pilo.
Keduanya, divonis dengan hukuman masing-masing empat tahun penjara, dan denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan, pada Kamis Agustus tahun lalu.
Dari putusan perkara pertama itu, diketahui berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kasus itu merugikan negara sebesar Rp1,9 miliar.
Editor : bbc
Sumber : viva.co.id

Berita Lainnya
5 Tantangan Pengendara Menuju Kota Indragiri-Riau
Dua Peneliti Indonesia Temukan Suplemen untuk Bantu Tubuh Lawan Corona, Ini Namanya?
Perwako Pekanbaru Bolehkan Warnet Buka 24 Jam, Asalkan Penuhi Kriteria Ini
200 Desa di Riau Tetap Terima Bantuan Keuangan BUMDes 'Yang Belum Terbentuk Tetap Dapat'
Bocah Perempuan Ini Ternyata Nginap di Hotel Bareng Dua Lelaki 'Tidak Pulang Semalaman'
Tragis, Pemuda di Inhil Dianiaya Hingga Tewas, Pelaku Masih Buron
Akan Dibagikan Pekan Ketiga Maret, SK 275 CPNS Sudah Diteken Bupati Rohul
Pelaku Curanmor Ditangkap Warga Disemak-Belukar
BPJS Kesehatan Mulai Gunakan Vedika ''Aplikasi Degital'' Seluruh Rumah Sakit di Indonesia
Kontroversi Imunisasi RM,HM Wardan Himbau Masyarakat Tak Khawatir
Riau darurat Korupsi, Massa KAMMI Riau Desak Kejati Tuntaskan Kasus Tugu Antikorupsi
PT Jasa Marga Tbk Memprediksi arus balik libur panjang Hari Ini