PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Biadab!!! Siswi SD di Pekanbaru Ini Dihamili oleh 2 Oknum Karyawan Perguruan Tinggi
Bualbual.com, Nasib malang menimpa seorang siswi SD kelas VI di Pekanbaru, dia hamil tujuh bulan. Tersangka pelakunya adalah dua orang oknum karyawan salah satu Perguruan Tinggi (PT) swasta di Riau ini.
Waka Kapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi, kepada wartawan membenarkan adanya laporan kasus pencabulan dengan korban murid SD.
“Saya sudah melihat korbannya saat memberikan keterangan ke unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Kasus ini tetap akan kita tangani,” ungkap Edy, Jumat (31/8/2018).
Nur, orangtua korban kepada wartawan mengaku, awalnya dia tak tahu kalau anaknya sedang hamil. Namun tetangganya ada yang menaruh curiga melihat kondisi perut korban yang membesar, dan korban sering mual-mual setiap kali makan.
“Karena tetangga yang kasih tau, anak saya bawa ke Puskesmas waktu bulan puasa lalu. Dari situlah baru ketahuan kalau hamil 5 bulan,” cerita Nur.
Saat itu, kata Nur, anaknya tidak mau cerita apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia selalu bungkam bila ditanya siapa pelakunya.
“Ndak mau cerita sama awak. Setiap ditanya, diam aja,” kata Nur.
Karena kondisi anaknya hamil, Nur akhirnya didampingi Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR).
Kepada Ketua LBP2AR, Rosmaini, akhirnya korban mau menceritakan apa yang dialaminya selama ini.
“Korban mengaku, kalau dia sering diajak dua pelaku. Kedua pelaku ini antara atasan dan bawahan yang bekerja di kampus swasta terkenal di Pekanbaru ini,” kata Rosmaniar.
Lewat LBP2AR, kasus inipun dilaporkan ke Polresta Pekanbaru. Laporan pertama 13 Juli 2018 yang melaporkan pelaku inisial US yang usianya diperkirakan 60 tahun. Selanjutnya, laporan 7 Agustus 2018 dengan dugaan pelaku inisial RP usia diperkirakan 55 tahun. Kedua terduga pelaku ini satu kantor di kampus terkenal tersebut.
“Korban sudah dua kali diambil visum di RS Bhayangkara Polda Riau. Kalau menurut korban, dia bergantian melayani keduanya. US itu anak buahnya RP,” ungkap Rosmaini.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah merespons kasus ini. Kami berharap, kasus ini diungkap seadil-adilnya. Orang tua korban ini orang susah, mereka cuma pemulung,” sambung Rosmaini.
Editor : bbc
Sumber : Riaukepri.com

Berita Lainnya
Ramainya Reuni 212 Bukti Keramat Seorang HRS
Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UIR Sosialisasikan Penanaman Nilai Islam di SMA 2 Karimun
Pemkab Ajak Warga Peduli Dhuafa, Lewat MTQ Kecamatan Mempura ke X
Kadiskes : Kualitas Udara di Inhil Tidak Sehat 'Hasil ISPU di Angka 169'
BEM UNRI Surati Walikota Firdaus, Banjir Pekanbaru Telan Korban Jiwa
Wakapolresta Pekanbaru pimpin langsung pemeriksaan kelengkapan personel
H. Nasruddin Hasan: Sebut Pelantikan DPD II Rohil Partai Golkar Gagal Paham
41 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Sudah Menyebar ke Malaysia dan Australia
Dibulan Penuh Berkah,Koramil 07/Reteh Bagi Bagi Takjil
Miliki Narkoba, Warga Tembilahan di Tangkap Polisi
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Pecat Karyawan Yang tak Disiplin
Raih 40 Suara Wan Thamrin Wakil Gubernur Riau Sisa Jabatan 2014-2018