Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Di Persidangan, UAS Beberkan Semua: Dari Keinginan Mundur Hingga Dugaan Ancaman ke Abdul Wahid
BUALBUAL.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkap fakta yang belum pernah disampaikan sebelumnya dalam persidangan dugaan pemerasan anggaran UPT Jalan dan Jembatan Dinas PUPR-PKPP Riau dengan terdakwa Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
Saat memberikan keterangan sebagai saksi meringankan (a de charge) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/6/2026), UAS mengaku pernah menerima curahan hati Abdul Wahid yang ingin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur.
Hal itu terungkap saat Abdul Wahid mengajukan pertanyaan langsung kepada UAS di hadapan majelis hakim. Menurut UAS, Abdul Wahid pernah berkonsultasi dengannya ketika menghadapi persoalan yang menimbulkan tekanan besar.
"Bapak Abdul Wahid meminta kepada saya, beliau mau mundur," kata UAS pada persidangan dengan majelis hakim yang dipimpin Delta Tamtama.
Namun, keinginan tersebut ditolak UAS. Ia mengaku meminta Abdul Wahid tetap menjalankan amanah yang diberikan masyarakat Riau.
"Saya bilang, kalau Bapak mundur, itu sama dengan mengoleskan kotoran ke wajah saya. Saya sudah ke mana-mana kampanye. Orang memilih Abdul Wahid," ujar UAS mengulangi ucapannya kepada Abdul Wahid.
Mengadu Dapat Ancaman
UAS mengungkapkan bahwa Abdul Wahid pernah datang kepadanya untuk mengadukan persoalan yang dihadapi saat menjabat Gubernur Riau.
Abdul Wahid mengaku mendapat ancaman terkait dengan rekaman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang diduga disampaikan Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto.
"Bapak Abdul Wahid datang mengadu kepada saya bahwa beliau mendapatkan ancaman bahwa ada suara rekaman KPK dan beliau mengatakan saya diancam jangan macam-macam," kata UAS.
Menurut dia, setelah menerima pengaduan tersebut, sejumlah tokoh sempat mencoba memediasi hubungan antara Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto.
UAS menyebut, dirinya pernah didatangi mantan Bupati Siak, Arwin AS, bersama Asri Auzar untuk membicarakan upaya perdamaian.
Namun, ia menilai situasi sulit diselesaikan apabila sudah diwarnai ancaman. "Kalau sudah main ancam-ancam, saya tidak menemukan titik temu untuk mendamaikan mereka," ujarnya.
UAS juga mengaku terkejut dengan istilah “Gubernur 1” dan “Gubernur 2” yang muncul dalam forum internal pemerintahan.
“Saya mendengar istilah itu, saya terkejut karena seumur-umur saya tak pernah mendengar ada dua gubernur,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Kasus Bupati Afrizal Sintong Dihentikan, Pelapor Menduga Tidak Profesional Kami akan Laporkan Penyidik Polda Riau ke Divpropam Polri
Penguasaan Ilegal Pabrik Sawit Milik Pemkab Bengkalis, Dirut PT TML Ditahan Kejati Riau
Tim Sus Narkoba Polres Bengkalis, Amankan Pengedar Narkoba Di Rupat Utara
Tersangka Penyelundupan 31 Kg Sisik Trenggiling Dilimpahkan ke Kejaksaan Tembilahan
DPO Curas Tahun 2017 Berhasil Ditangkap Polsek Sungkai Selatan
Digerebek Tengah Malam, Pria di Simpang Tugu Rohil Ditangkap Bersama 5 Paket Sabu
Putusan Eksepsi Ditolak, Abdul Wahid Siap Uji Dakwaan Jaksa di Persidangan
Pelaku KDRT di Inhu Tega Bakar Istri, Kini Diamankan Polsek Peranap
Nova Puspitasari: Tidak ada Kepentingan Politik, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Baznas Inhil Tetap Berlanjut
Dirugikan Pemberitaan Media, Apa Mekanisme Pertama Dilakukan Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers?
Kejari Kantongi Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan BBM di Pelalawan Riau
Lupa Kunci Stang, 2 Motor Digasak Maling di Pelalawan