Kami yang Jadi Korban!
Proyek Jembatan Molor, Warga Kota Baru Reteh Luapkan Kekecewaan kepada Pemprov Riau
BUALBUAL.com - Kesabaran masyarakat Kota Baru Reteh, Kecamatan Keritang, mulai habis. Rehabilitasi Jembatan Parit Tuanbrack yang menjadi akses utama penghubung Kemuning–Kota Baru Reteh hingga kini belum juga rampung, meski sebelumnya disebut-sebut hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hari pengerjaan.
Akibat lambannya proyek tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Angkutan umum, kendaraan pengangkut hasil panen, hingga mobilitas warga sehari-hari harus menghadapi hambatan yang berdampak langsung pada roda perekonomian.
Warga mengaku sangat dirugikan. Selain harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh, sebagian pengguna jalan juga terpaksa melintasi akses yang belum sepenuhnya selesai, sehingga meningkatkan risiko keselamatan.
Tokoh masyarakat Kota Baru Reteh, Mu'amar AR, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambatnya penyelesaian proyek yang dinilai jauh dari komitmen awal.
"Pekerjaan ini terkesan lamban dan tidak memperhitungkan dampak ekonomi masyarakat. Jalur ini adalah urat nadi kami. Angkutan umum hingga kendaraan pengangkut hasil panen semuanya melintas di sini. Kalau terus terlambat, masyarakat yang paling dirugikan. Padahal, sesuai janji awal, rehabilitasi ini seharusnya selesai dalam 10 hari," tegas Mu'amar.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Dinas PUPR Provinsi Riau, bersama pihak kontraktor agar segera mempercepat penyelesaian proyek tersebut. Warga berharap pengawasan diperketat sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas konstruksi.
Bagi masyarakat Keritang, Jembatan Parit Tuanbrack bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi perekonomian yang menopang aktivitas warga setiap hari. Karena itu, mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata agar akses transportasi kembali normal dan perekonomian masyarakat tidak terus terdampak.

Berita Lainnya
Pasukan Israel Tutup Mata Air Palestina di Hebron dengan Semen
Dulu Gratis, Kini Harus Bayar: Warga Inhu Protes Parkir Berbayar di Venue Olahraga
KOMPAK Riau Desak Pemda dan Lembaga Negara Wajib Lindungi Anak dari Bahaya Miras dan Zat Adiktif Lainnya
Usai Ricuh di DPRD Riau, Ngah Eet Akhirnya Buka Suara: Minta Maaf ke Masyarakat, Akui Khilaf
Buaya Besar Stroni Warga Kota Tanjungpinang, Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab
Sepeda Motor Honda Merk PCX Hangus Terbakar di Atas Fly Over Jalan Sudirman Pekanbaru
Ombak Besar Hantam Speedboat Karya Budi di Inhil, 46 Penumpang Selamat Berkat Keputusan Nekat Nakhoda
Melanggar Aturan Keimigrasian, Perempuan Asal Malaysia Dideportasi Imigrasi Pekanbaru
Marah Pesanan Tidak Sesuai Keinginan, Pria Ini Bawa Pistol Cari Kurir Sabu Jaringan Lapas
Viral! Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Ditangkap Lagi, Dua Masih Buron
Hasil Pencarian Sriwijaya Air: Korban, Potongan Pesawat dan Lokasi Black Box
Satu Detik Terlelap! Mobil Prajurit TNI AD Ringsek Hantam Tiang CCTV dan Pagar Taman Budaya Pekanbaru