PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Helikopter TNI Saat Evakuasi Jenazah di Papua, Tembaki KKB
BUALBUAL.com, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembaki tiga helikopter TNI yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dan mengevakuasi jenazah anggota Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Sersan Dua (Serda) Handoko di Puncak Kabo, Distrik Yigi. Baku tembak antara personel TNI dan Polri dengan KKB pun tak terhindarkan.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Martuani Sormin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden tersebut mengakibatkan baling-baling satu unit helikopter TNI terkena tembakan.
"Benar, yang terkena baling-baling satu unit," ucap Martuani lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).
Dia menjelaskan kejadian bermula saat tiga unit helikopter dengan Tim Nanggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya di Puncak Kabo sekitar pukul 10.00 WIT.
Menurutnya, saat berada di lokasi, helikopter yang tengah melakukan pengisian bahan bakar dan mengevakuasi jenazah Serda Handoko mendapat tembakan dari arah puncak, sehingga Tim Nanggala melepaskan tembakan balasan.
Namun demikian, upaya evakuasi jenazah Serda Handoko berhasil dilakukan.
"Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun insiden ini juga mengakibatkan satu anggota TNI yang tergabung di Tim Belukar terkena tembakan di bagian tangan. Saat ini, anggota TNI itu telah dievakuasi ke Pos TNI di Mbua, yang jaraknya sekitar dua jam dengan berjalan kaki dari Puncak Kabo.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyebut jumlah korban tewas dalam pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di proyek jembatan jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua, berjumlah 19 orang.
Tragedi ini terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT dan diduga didalangi KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menduga dalang pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya di Nduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya
Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengakuan ini disampaikan oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom.
"Betul itu," ujar Sebby singkat kepada CNNIndonesia.com yang dihubungi melalui telepon, Rabu (5/12).
Sebby juga membenarkan serangan di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua juga dilakukan oleh kelompok Egianus.
cnnindonesia

Berita Lainnya
Penembak Jitu TNI Polri Disiapkan Untuk Selesaikan Konflik Harimau dan Manusia
Satlatas Polres Seribu Parit, Melakukan Penandatanganan MoU bersama Dinas Pendidikan Kab Inhil
PD IWO Inhil Berikan Bantuan Kepada Kakek Alkamah dan Saidi
Polres Inhil Datangkan Langsung Tim dari Puslabfor Polri Untuk Lakukan Olah TKP Kebakaran Desa Bekawan
Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Rencana Pemprov Riau Ngutang Rp4,4 Triliun
Kepala Mahasiswa Bocor Saat Aksi Bela Kamarek, Diduga Dipukul Oknum Aparat
Disdukcapil Inhil Akan Buka Pelayanan di Setiap Kecamatan "Mizwar Efendi Kita Mudahkan Pelayanan Masyarakat"
Menkum: Kalau Ada Ormas Yang Melanggar Hukum, Tangkap!
Tak Terbukti Papa Mintak Saham, Akom Logowo MKGR Dukung Novanto Jadi Ketua DPR Lagi
Anggaran Plang Nama di Dinas PKH Riau Capai Rp65 Juta, Setara dengan Rumah Warga Miskin
Gatel Ingin Main, Ini Yang Dilakukan Ronaldo!
Satgas TMMD ke-106 Kodim 0314 Inhil Lakukan Penghijauan di Desa Sanglar