PILIHAN
Dicopot, Said Didu Cuit Soal Saya Bukan Penjilat, BUMN Milik Negara Bukan Milik Penguasa
BUALBUAL.com, Mantan Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Muhammad Said Didu buka suara terkait pemberhentian dirinya dari jabatan komisaris pada perusahaan BUMN itu. Perombakan jajaran dewan komisaris diputusakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Jumat (28/12).
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merespons pelengserannya lewat akun Twitter pribadi @saididu. Ia menyinggung soal kinerja dan sikap penjilat sebagai pejabat BUMN.
"Alasannya sangat jelas - bukan karena kinerja - tapi karena tidak sejalan dengan Menteri. Artinya jika mau jadi pejabat BUMN sekarang harus siap jadi penjilat? Saya tidak punya bakat jadi penjilat," tulis Said Didu, dikutip Jumat (28/12).
https://twitter.com/saididu/status/1078605384812703744?s=21
Selain itu, dia juga mencuitkan soal kepemilikan BUMN.
"BUMN itu badan usaha milik negara bukan milik penguasa," katanya, merespons cuitan @alextom71.
https://twitter.com/saididu/status/1078604512158351360?s=21
Sebelum menyinggung soal penjilat dan pejabat, ia juga menuliskan dugaannya bahwa pemberhentiannya dilakukan karena ia dianggap tidak sejalan lagi dengan pemegang saham Dwi Warna dalam hal ini Menteri BUMN Rini Soemarno. Cuitan itu disampaikannya tidak selang lama setelah RUPSLB Bukit Asam memutuskan memberhentikannya dari jabatan komisaris BUMN tersebut.
"Hari ini saya merasa terhormat karena 1) dilakukan RUPS Luar Biasa PTBA dengan agenda tunggal memberhentikan saya 2) alasan pemberhentian saya karena dianggap tidak sejalan dengan pemilik saham Dwi Warna (Menteri BUMN)," tulisnya.
Cuitan Said Didu itu merespons perkataan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Melalui akun Twitter pribadinya, @Fahrihamzah menyebut bahwa Said Didu adalah sosok yang sangat memenuhi kualifikasi untuk kemajuan perusahaan. Fahri bahkan mencantumkan langsung akun Twitter Said Didu dan akun Twitter Kementerian BUMN, tempat Said Didu pernah bekerja sebelum menjadi Komisaris Bukit Asam.
@saididu adalah profesional yang sangat memenuhi kwalifasi bagi kemajuan perusahaan...beliau mantan Sekmen di @KemenBUMN... tapi dia dianggap musuh politik...saya sekali ibu Rini...kenapa kuping kalian tipis banget ya?," tulis Fahri.
Diketahui, pada malam sebelum penyelenggaraan RUPSLB Bukit Asam, Said memberikan kuliah lewat Twitter (kultwit) terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia. Ada 100 kultwit Said Didu yang mengkritisi keputusan pemerintah membeli saham PT Freeport Indonesia.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
BKKBN Riau Berharap Bisa Perkuat dan Bersinergi, Saat Perkenalkan Logo Baru
Polisi Berhasil Gagalkan Upaya Bunuh Diri Seorang Pemuda Di Gedung Tertinggi Kota Tembilahan
Dandim 0314 Inhil, Sontak Menghentikan Sambutannya saat Azan Berkomandang
Mobil Dinas yang Dikandangkan di Rumah Gubri akan Distribusikan dan Dilelang
Butuh Dana Kampanye, Ini Daftar Aset Sandiaga Uno yang Dijual, Berapa Nilainya?
Pengusaha Online Mengeluh Sosmed di Pembatasi Pemrintah, Kami Sulit Unggah Foto-foto Produk
PDI-P: Final Berikan Dukunggan Andi Rachman - Suyatno Di Pilgubri Tahun 2018
Gelar Aksi di Kantor Gubri dan Polda, Mahasiswa Riau Akui Aksi Demonya 'Ditunggangi'
Tingkat Pengangguran Riau Rangking 10 Nasional, Kadesnakr Riau: Pemprov Siapkan Perda Soal Naker
Polisi Batam Sita 1.455 Ekor Burung Selundupan dari Malaysia
Rektor UIN Suska Riau: Semua Dosen Harus S3
Ayo ke Aneka Jus dan Kopi Aceh Garuda Saja, Nobar Debat Capres Sambil Ngopi