PILIHAN
Demokrat: Secara Di Atas Kertas Penguasa Berpotensi Akali Pemilu
BUALBUAL.com, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menanggapi pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut pernyataan politikus Demokrat Andi Arief soal hoaks surat suara merupakan cermin kekerdilan jiwa.
Menurut Rachland, seharusnya Hasto perlu belajar menanam dan memelihara rasa terimakasih kepada Andi Arief, karena Andi justru membantu Kubu Petahana.
Kubu petahana, kata Rachland selama ini, menjadi sasaran kecurigaan. Andi, kata Rachland justru membantu petahana dengan meminta KPU mengecek kebenaran berita yang katanya sudah beredar kemana-mana itu.
"Suka atau tidak, mata dan telunjuk publik sebenarnya tertuju pada mereka karena di atas kertas adalah pihak yang berkuasa yang paling berpotensi mengakali pemilu," kata Rachland dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3 /12).
Lihat juga: Penyebar Isu 7 Kontainer Surat Tercoblos Kini Diburu Polisi
Padahal, kata Rachland, seharusnya kubu petahana yang lebih dulu mengambil langkah meminta KPU segera melakukan pengecekan.
"Bukan mendiamkan dan lalu menarik keuntungan politik dengan justru mengecam orang lain yang melakukan tugas sebagai active citizen," katanya.
Langkah cepat tanggap Andi Arief juga, dinilai Rachland juga membantu masyarakat luas dalam menghentikan desas desus dan hoaks.
"Bayangkan bila di tengah sikap diam kubu petahana, tak ada orang yang berani menggedor perhatian KPU dengan mengambil resiko disalahpahami," katanya.
Demokrat: Di Atas Kertas Penguasa Berpotensi Akali Pemilu
Kata Rachland, bila desas desus soal e-KTP dibiarkan akan makin menjalar meluas dan memprovokasi kecurigaan warga.
"Bisa-bisa KPU jadi sasaran kemarahan warga. Kita semua tak menghendaki hal itu," katanya.
Rachland menambahkan desas-desus tentang kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos harus jadi wake up call bagi kubu petahana. Sebelumnya, KPU diserang oleh opini publik dalam isu kotak suara dari kardus atau karton.
"Presiden Jokowi dan Tim Pemenangan harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki citranya. Ketidakpercayaan warga adalah dasar yang mengakibatkan semua kontroversi yang merugikan kita semua ini," katanya.
Kabar tentang kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos beredar di media sosial. Melalui akun twitternya, Andi Arief meminta KPU memeriksa kebenaran kabar itu. Namun cuitan Andi soal itu kemudian dihapus.
KPU telah memastikan bahwa kabar terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok adalah kabar bohong.***
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
Wakil Bupati H. Syamsuddin Uti hadiri Pengajian BKMT Tembilahan Hulu
25 Kontainer Kelapa Asal Indonesia di Pulangkan Thailand "Gara-gara Kelapa Sudah Bertunas"
Ulama Pengkritik Tewas di Penjara Saudi
Pemkab Inhil Terima Penghargaan Peduli HAM 4 Kali Berturut-turut
Bawaslu Inhil Turun Tertibkan 'Banyak APK Tidak Sesuai Aturan'
Peringatan PLN Se Riau, Matikan Lampu Saat Berbuka PLN Rohul Di Demo Warga
Riau Membara, Siak, Pelalawan dan Inhil Sumbang Titik Panas Terbanyak '138 Titik Api'
Golkar Tak Gentar Meskipun Keluarga Cendana Berlabuh ke Berkarya
Banyak Istri Ingin Menceraikan Suaminya di Pekanbaru 'Pasca Lebaran'
Satu Warga Tewas Akibat Gempa di Padang
Akibat Air Pasang Naik, Ruangan di RSUD Puri Husada Tembilahan Alami Banjir
Bupati Inhil Lantik Kepala PDAM Tirta Indragiri Periode 2019-2024