PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Akibat Kenaikan Tarif Penerbangan, Lima Perusahaan Ekspedisi di Riau Terancam Tutup
BUALBUAL.com, Kenaikan harga tarif angkutan udara sejak akhir 2018 lalu berdampak pada kegiatan ekspedisi di Indonesia. Termasuk di Riau sendiri di mana kenaikan Surat Muatan Udara (SMU) bisa naik hingga tiga kali lipat.
Pagi tadi, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekpsres, Pos dan Logistik Indonesai (Asperindo) Riau melakukan demosntrasi di depan Purna MTQ. Puluhan perusahaan ekspedisi yang ada di Riau hadir dalam aksi damai tersebut.
Ketua Asperindo Wilayah Riau, Yandri Sandy Lubis, mengatakan bahwa pihaknya menuntut perusahaan maskapai untuk meninjau kembali tarif angkutan udara tersebut. Karena dampak dari kenaikan tersebut berdampak banyak ke perekonomian khusunya di Riau.
Yandri menjelaskan bahwa di Riau sendiri ada sekitar 45 perusahaan ekspedisi yang ada di Riau. Sejak kenaikan harga tarif tersebut, tiga perusahaan terpaksa menghentikan sementara operasinya. Dalam waktu dekat juga akan ada dua perusahaan lagi yang menyusul menghentikan operasi.
“Mereka tutup sementara karena pendapatan dan pengiriman barang berkurang hingga separuhnya. Sementara itu perusahaan tetap harus membayar operasional dan menggaji karyawan,” jelas Yandri pada Rabu (13/2/2019).
Selain ke perusahaan ekspedisi, dampak ini juga dirasakan oleh pelaku UkM di Riau. Termasuk juga usaha toko online yang mengandalkan jasa ekpedisi dalam mengirim barangnya. “Beberapa kawan-kawan terpaksa menaikkan tarif yang akan membuat pengeluaran UKM meningkat. Lama-kelamaan tentu akan membunuh pengusaha kecil kalau seperti ini,” papar Yandri.
Asperindo sendiri sudah melakuakn beberapa kali pertemuan di tingkat pusat. Namun dari pertemuan tersebut belum memberikan hasil yang siginfikan. Anggota Asperindo Riau juga akan memberikan beberapa masukan ke airline. Mereka berharap agar harga tiket bisa disesuaikan sehingga tidak memberatkan usaha kecil.
Sementara itu untuk wilayah Sumbagut, sudah ada 18 perusahaan yang tutup. Hal ini disampaikan Korwil I Sumatra Asperindo, Yana Mulyana. Cost operational dari perusahaan ekspedisi sangat besar pengaruhnya dari kenaikan SMU. Ia mencontohkan dari tarif SMU dari Pekanbaru ke Jakarta biasanya hanya Rp 2.750 per kg. Namun setelah kenaikan harga tarif menjadi Rp 9.100 per kg. Termasuk juga ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.
“Kita berharap ada peninjauan kembali terhadap tarif angkutan udara ini. Jika tidak sama saja dengan membunuh UKM,” tegas Yana.
Sumber : cakaplah

Berita Lainnya
Syarwan Hamid Kembalikan Gelar Adat LAM Riau, Sayed Junaidi Nilai Tindakan Kurang Bijaksana
Proyek Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Makan Korban, Satu Pekerja Tewas Mengenaskan
TMMD ke 101 Kodim Inhil,
Bersama Pemkab Inhil dan Mahasiswa KKN Unisi,Kapolres Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran dan Bagi Bagi Takjil Di Pilau Palas
Tim Matahari Sastra Jelau Tanah Jantan Gelar kegiatan Seni budaya di Desa Semukut Kepulauan Meranti
Bukan Uang dan Transport, Motif Rakyat Datang Murni Beri Dukungan Untuk Prabowo-Sandi
Libur Lebaran, Destinasi Wisata Riau Padat Pengunjung
Dua Orang Tergelincir Di Atas Jembatan Jumrah Hingga Jatuh Ke Sungai
Takut Foto Panasnya Disebar, Siswi SMP Rela Digenjot di Stadion
Wakil Bupati H. Syamsuddin Uti Ikuti Rakornas Investasi 2020 di Jakarta
BPS: Ajak Kepala Daerah Se-Riau Sukseskan Sensus Penduduk 2020