PILIHAN
Penerima Beasiswa Erasmus di Ujung Tanduk 'Brexit Tak Menentu'
BUALBUAL.com, Mimpi belasan ribu remaja Inggris penerima beasiswa Erasmus terancam kandas di tengah ketidakjelasan proses negara mereka untuk keluar dari Uni Eropa, atau dikenal dengan istilah Brexit.
Salah satu dari 17 ribu orang itu adalah Alice Watkins. Sedari dulu, mahasiswi Manchester University tersebut bermimpi untuk melanjutkan kuliahnya di Paris, kemudian Madrid.
Dengan beasiswa Erasmus, ia dapat berangkat ke Prancis pada musim panas ini. Namun hingga saat ini, ia masih belum mendapatkan kepastian mengenai pendanaan dari beasiswa yang diurus oleh Uni Eropa tersebut.
"Penantian ini sangat menakutkan. Saya sudah diberi tahu ada kemungkinan memakai uang sendiri hingga 1.200 poundsterling untuk membiayai enam pekan pertama, dan kami mungkin tak mendapatkan akomodasi apa pun sebelum tiba di Prancis," tuturnya kepada The Guardian.
Melanjutkan ceritanya, Watkins berkata, "Bepergian ke luar negeri tanpa tahu di mana harus tinggal sangat membuat saya tertekan."
Parlemen Uni Eropa memang sudah memutuskan akan tetap membiayai mahasiswa penerima beasiswa Erasmus yang sudah tiba di Inggris.
Mereka juga tak akan mencabut beasiswa mahasiswa Inggris yang sudah tiba di negara tujuannya.
Namun, nota teknis yang disepakati pada Januari lalu tak menjamin pendanaan mahasiswa Inggris yang ingin melanjutkan studinya di negara Eropa pada September mendatang.
Wakil direktur urusan studi internasional Inggris, Vivienne Stern, mengatakan bahwa pihaknya menangkap sinyal bahwa pemerintah negaranya mulai mencari jalur alternatif bagi penerima beasiswa Erasmus jika negosiasi Brexit tak kunjung rampung.
"Sejauh yang kami tahu, tak ada uang yang dipersiapkan untuk skema alternatif itu, dan kami pun belum mempersiapkan apa pun," tutur Stern.
Sejumlah pihak menyayangkan dampak ketidakjelasan proses negosiasi Brexit terhadap penerima beasiswa Erasmus karena berdasarkan penelitian, mahasiswa Inggris yang belajar di luar negeri terbukti lebih unggul ketimbang rekannya.
Berdasarkan penelitian badan advokasi Universities UK (UUK), misalnya, sekitar 19 persen mahasiswa Inggris penerima Erasmus menempati posisi puncak di kelasnya dan hanya 20 persen yang tak bekerja usai kuliah.
Riset Konfederasi Industri Inggris (CBI) juga menunjukkan bahwa 7 dari 10 perusahaan besar di negara tersebut menganggap penting pengalaman belajar di luar negeri dan kemampuan bahasa asing.
Sementara itu, universitas-universitas di Inggris juga menganggap kehadiran mahasiswa asing di negaranya sangat penting, terutama untuk fakultas-fakultas ilmu bahasa.
Lebih jauh, dengan jaringan alumni yang kuat, penerima beasiswa Erasmus dapat membangun komunitas dengan manfaat besar bagi masa depan mereka.
"Saya rasa dengan Brexit, orang lebih memperhatikan isu-isu seperti perdagangan, dan pelajar dilupakan. Namun, itu salah. Kami adalah masa depan," kata seorang mantan penerima beasiswa Erasmus, Joseph Corcoran.
Sumber: cnnindonesia

Berita Lainnya
RSUD Arifin Achmad Visitasi ke RSUD Bengkalis, Ini Tujuannya
Sri Mulyani Sebut Tidak Akan Berhenti Ngomel Selama Defisit Masih Membesar
Cegah Wabah Virus Corona, Unri Produksi Hand Sanitizer
Cengkok Melayu Artis Asal Riau ini Terus Warnai Dunia Musik Tanah Air
Ternyata Ini Alasan MA Izinkan Eks Koruptor Nyaleg
Turnamen Voly Ball HP2MKK CUP I Kemuning, Lubuk Besar Raih Juara I
Kapolres Lampura Ajak Masyarakat Kotabumi NOBAR film" Hanya Manusia
Mantan Bupati Siak Arwin AS Jadi Tersangka Pemalsuan SK Menhut
Tawuran di Dumai-Riau, Dua Remaja Kena Bacok
Putusan MA: Eks Koruptor Boleh "Nyaleg"
Wardan Meresmikan: Pembangunan DMIJ kecamatan Reteh
Prabowo: Ada Emak-Emak Mau Deklarasi kok Diusir!