PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Gubernur Syamsuar Akui Pernah Diingatkan KPK 'Soal Pengisian Jabatan Pemprov Riau'
BUALBUAL.com - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengakui pernah diingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar berhati-hati dalam bekerja sebagai kepala daerah.
Peringatan itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Basariah Panjaitan saat acara penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Layanan Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah, di Hotel Planet Holiday Batam Kepulauan Riau, Rabu (28/1/2019) lalu.
"Ya betul. Syukur Alhamdulillah saat itu beliau (Basariah) masih mau mengingatkan kita terhadap hal-hal yang tidak sesuai dan yang tidak kita harapkan (korupsi)," kata Syamsuar, Jumat (12/7/2019).
Menurutnya apa yang disampaikan Wakil Ketua KPK tidak hanya untuk kepala daerah di Provinsi Riau. Tapi untuk semua kepala daerah di Indonesia.
"Belaku mengingatkan semua kepala daerah, jadi tidak hanya Riau agar berhati-hati dalam berkerja, nanti bisa terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan sebagainya," cakapnya singkat.
Untuk diketahui sebelumnya, Wakil Ketua KPK mengingatkan kepala daerah, termasuk Gubernur Riau yang hadir dalam acara itu agar berhati-hati dalam melakukan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah.
"Ada juga yang menempatkan orang-orangnya, misalnya kepala dinas yang dianggap strategis seperti PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan. Bahkan ada juga yang membawa-bawa orangnya. Ini kebetulan ada contoh di sini Bupati jadi Gubernur. Saya tidak katakan di sini ini contoh ditangani KPK," kata Basariah.
Karena itu, KPK mengatakan yang salah bukan kenapa membawa pejabat lamanya ke tingkat provinsi.
"Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah orang tersebut dibawa karena sudah ada kolusi yang berjalan sekian lama sehingga ia tidak membutuhkan orang-orang baru. Ini kolusi dipindahkan ke tempat jabatan baru," katanya.
Modus lain, sebut Basariah adalah nepotisme dalam berbagai bentuk, seperti dinasti keluarga dengan mendudukkan orang-orang terdekatnya seperti istrinya, anak, ponakan.
Sumber: cakalah

Berita Lainnya
Persija Perpanjang Waktu Libur untuk Menjaga Kesehatan Pemain
Kemnaker dan BPJS Akan Melakukan Sidak Terhadap 102 Perusahaan Besar Yang Mebandel Terhadap Kesehatan
DPRD Inhil, Sampaikan Strategi Rancangan Pembangunan Desa
Pemuda Mahasiswa Inhil Di Kota Pekanbaru Akan Gelar Aksi "Save Desa Bekawan" Korban Kebakaran
Waduh, Oknum Mahasiswi Ini Tepergok Berbuat Mesum di Ruang Karaoke
Sempat Lari ke Sungai, 2 Pelaku Pengedar 50 Pil Extacy Berhasil Dibekuk Polres Inhil
Final Piala Dunia 2018, Babak Pertama Prancis Ungguli Kroasia
BUALBUAL RAKYAT Menuju Riau Merdeka Narkoba, Korupsi dan Karhutla
Anggota DPRD dan Pemuda BNN Inhil Lakukan Sialturahmi Kekediaman Pj Bupati
Photografer Rokan Comunity Buka Bersama Anak Yatim
Resmi di Tutup, Kampar Juara Umum, Ini Data Lengkap Pemenang MTQ Provinsi Riau 2019
RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Rawat Mahasiswa Asal Malaysia Suspect Corona