PILIHAN
Kusnadi: Ini Pelajaran Bagi Rektor UIN Suska Riau, Saya Menang di PTUN Pekanbaru
BUALBUAL.com - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru akhirnya membatalkan surat keputusan Menteri Agama RI tentang Pemberhentian Dengan Hormat Dr H Kusnadi MPd sebagai wakil Rektor II UIN Suska Riau, yang ditandatangani Rektor UIN Suska Riau Prof Akhmad Mujahiddin pada 11 Maret lalu.
Hal itu dibenarkan Kusnadi saat dikonfirmasi hasil putusan hakim di Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Rabu (18/9/2019).
"Iya tadi keputusan hakim itu menyatakan bahwa SK pemberhentian saya sebagai wakil rektor UIN batal. Artinya pemberhentian saya yang dilakukan rektor UIN tidak sesuai aturan," katanya.
Atas putusan itu, lanjut dia, maka rektor harus memcabut SK pemberhentian dirinya sebagai wakil rektor II UIN Suska Riau.
"Kemudian hakim menghukum tergugat dalam hal ini rektor UIN Suska Riau untuk membayar biaya perkara akibat sengketa di PTUN," ujarnya.
Ditanya dengan dibatalkan SK pemberhentian itu karena secara hukum tidak benar, apakah langsung menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Suska Riau.
"Kalau untuk menjabat lagi kita lihat dulu perkembangannya, karena tergugat (rektor) melakukan banding ke PTUN Medan. Tapi kalau berdasarkan keputusan PTUN Pekanbaru, berarti SK pengangkatan saya sebagai wakil rektor masih berlaku," paparnya.
Disamping itu, Kusnadi menambahkan kemenangan dirinya di PTUN Pekanbaru merupakan kemenangan bagi warga UIN Suska Riau, mulai dari mahasiswa, dosen dan staf.
"Kenapa saya katakan begitu. Karena masalah ini menjadi pelajaran berharga bagi warga UIN khususnya bagi rektor UIN, agar ke depan dalam mengambil kebijakan hendaknya hati-hati," ungkapnya.
"Kerena kemenangan ini adalah kemenangan bersama, banyak pihak yang membantu perjuangan ini. Baik pengacara, kawan-kawan wartawan yang terus mengawal persoalan ini. Saya pikir majelis hakim dalam perkara ini juga cukup luar biasa dan saya apresiasi itu," sambungnya.
Kemudian, Kusnadi juga menyampaikan juga selama proses gugatan di PTUN terjadi gesekan-gesekan, secara pribadi ia menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak.
"Walaupun saya sebenarnya sudah memaafkan terlebih dahulu. Kemudian karena persoalan ini sebuah pembelajaran warga UIN, mudah-mudahan ke depan segala sesuatu dilakukan sesuatu regulasi, jangan ada lagi tindakan dan kebijakan yang tidak sesuai aturan, karena yang susah kita semua," tukasnya.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
Kabar Gembira Bagi Masyarakat Riau BOB Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi
Ustadz Somad: Klarifikasi Terkait Kericuhan di Denpasar Bali
Gubri Syamsuar Ingin Jadikan Ziarah Kubur Hari Raya Enam Sebagai Wisata Religi di Indonesia
Plt Asisten II Pemprov Riau Sebut, Forum Perangkat Daerah Untuk Kesejahteraan Pembangunan Daerah
KPK Cegah Kock Meng ke Luar Negeri, Terkait Kasus Suap Gubernur Kepri
Peringati Hari Anak Nasional, Korwil Disdik Rupat Utara Gelar Serangkaian Lomba
Terjawab Sudah, Asmadi Nahkodahi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Inhil
Noviwaldy Jusman Sebut PLN 'Muka Tembok' Karena Terlalu Sering Padamkan Listrik
Dinas PUPR Riau Anggarkan Rp200 Juta untuk Pengadaan Drone
Mahasiswa Pinta Jaminan Gubernur Riau Tak Terjadi Karhutla Lagi
Gatel Ingin Main, Ini Yang Dilakukan Ronaldo!
SumselBabel Permalukan Jakarta Garuda "Proliga 2020"