PILIHAN
KPK Periksa Lukman Hakim Terkait Kasus Dana Haji dan Gratifikasi
BUALBUAL.com - KPK sedang membuka penyelidikan terkait dugaan korupsi di Kementerian Agama. Dalam prosesnya, penyelidik KPK turut memeriksa mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Setidaknya ada dua hal yang dikonfirmasi penyelidik KPK kepada politikus PPP itu.
"Terkait dengan pengelolaan haji di Kementerian Agama dan dugaan penerimaan gratifikasi," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat ditemui di kantornya, Jumat (15/11).
"Ini ada kebutuhan klarifikasi lanjutan terkait dengan proses penyelidikan," sambungnya.
Nama Lukman sebelumnya mencuat usai KPK menangkap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Ketika itu, KPK turut menggeledah ruang kerja Lukman dan menemukan Rp 180 juta dan USD 30 ribu dari laci. Uang sudah disita KPK karena diduga terkait suatu perkara.
Febri mengaku belum bisa menjelaskan apakah uang tersebut ada kaitan dengan penyelidikan yang sedang dilakukan KPK.
"Tidak mungkin saya jelaskan sekarang gratifikasinya terkait apa ini masih terus kami klarifikasi ada beberapa orang juga yang perlu kami mintakan keterangan," ungkap Febri.
Dalam pemeriksaan sebelumnya, Lukman mengaku bahwa uang tersebut miliknya. Lukman juga menyebut bahwa uang tersebut merupakan uang honor.
Selain soal itu, Lukman Hakim juga tercatat masuk dalam dakwaan Haris Hasanuddin. Ia disebut turut menerima uang Rp 70 juta dari Haris agar bisa menempati jabatan eks Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Selain itu, Haris juga menyuap Romy sebesar Rp 255 juta dengan tujuan yang sama.
Haris sudah divonis bersalah karena terbukti menyuap Romy dan Lukman. Vonis pun sudah berkekuatan hukum tetap.
Terkait hal tersebut, Lukman membantahnya. Ia mengaku tak pernah menerima uang itu.
Sumber: Kumparan

Berita Lainnya
Pemerintah Provinsi Riau Komitmen Berantas Narkoba
Ada Dugaan KPU Tidak Netral, DKPP Perlu Turun Tangan
Survei Parpol: Gerindra dan Golkar Berebut Posisi Kedua di 2019
Antisipasi Virus Covid-19 dengan Pola Hidup Sehat
Masih Dianggap "Misteri" Soal Potensi Emas Kuansing
Dishub Siagakan 140 Personil, atas Kunker Presiden Jokowi ke Pekanbaru
Pemilik Narkoba 18,8 Kg Jenis Sabu-sabu di Warung Kue di Bengkalis Terungkap
Sudah Dipastikan 'HOAX' Soal Kabar 7 Kontainer Surat Suara KPU yang Tercoblos
BBKSDA Riau Kirim Tim Untuk Tangkap Harimau di Inhil
Kenapa Jam yang Dijual Menunjuk Pukul 10:10
Sekda dan DPRD Inhil Said Syarifudin Ikuti FGD Transparansi DBH