PILIHAN
7 Pencuri Minyak Mentah Milik Chevron Diciduk di Bengkalis
BUALBUAL.com - Tujuh orang pelaku pencurian minyak mentah atau illegal tapping milik PT Chevron Pacific Indonesia diciduk polisi, Jumat (29/11/2019). Truk tangki, pipa dan peralatan mencuri minyak diamankan sebagai barang bukti.
"Para pelaku mencuri di pipa minyak di Jalan Sudirman, Desa Jenderal Sudirman, Kelurahan Batang Sui, Kecamatan Bathub Solapan, Kabupaten Bengkalis. "Ditangkap pada pukul 05.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.
Para pelaku berinisial AF alias IJ (38), AH (38), AZ alias FZ Bin (30), PR Als IW (31), BY (24), PS alias Putra (27) dan MU alias MH 47). Lima pelaku adalah warga Bengkalis sedangkan dua pelaku berinisial PS dan MJ adalah warga Sumatera Utara.
Sunarto mengatakan, penangkapan tujuh pelaku berdasarkan berdasarkan beberapa laporan terkait pencurian minyak mentah di lokasi Tengganau Pinggir, Pematang dan Duri 13 PT Chevron Pacific Indonesia. Tim Opsnal Satreskrim Polres Bengkalis langsung melakukan penyelidikan.
"Ada pukul 04.00 WIB, tim melihat satu unit truk tangki ke luar dari Rumah Makan Royal Bambu, Kecamatan Pinggir. Tim mengikuti truk itu hingga ke Jalan Sudirman, Desa Batang Dui. Truk distop dan digeledah," jelas Sunarto.
Truk itu disopiri PS. Di sampingnya duduk JN, seorang toke. Ketika diinterogasi, kedua orang itu mengaku membawa minyak hitam. "Mereka juga mengaku pernah membawa minyak hitam dari Pinggir," ucap Sunarto.
Kemudian, sopir dan toke itu menunjukkan teman-teman mereka yang melakukan pencurian minyak mentah milik PT CPI. Tim melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya. "Lima pelaku lain ditangkap secara terpisah dan waktu berbeda," kata Sunarto.
Pengakuan para pelaku, mereka sudah beberapa kali melakukan pencurian minyak mentah. Polisi masih memburu seorang pelaku lain berinisial MAN yang diduga sebagai penampung minyak mentah dan PJ.
MAN pernah memberikan uang Rp 25 juta kepada IJ untuk hasil minyak mentah yang dicuri di Tengganau, Kecamatan Pinggir pada 12 November 2019.
Uang itu dibagika IJ sebesar R.2.500.000 kepada A, sebesar Rp.2.500.000 kepada AH dan Rp 4.500.000 kepada PW sedangkan IJ mendapatkan Rp.15.500.000.
"AF berperan sebagai membuka keran setelah berhasil dibor dan yang melihat saat mengebor pipa mimyak mentah. PW sebagai memegang selang di atas tangki, BY memantau situasi di lapangan, JN membeli minyak. Kemudian minyak dijual pada PJ," papar Sunarto.
Ketujuh pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polres Bengkalis untuk penyidikan lebih lanjut. Selain truk, barang bukti diamankan adalah sepeda motor, handphone, bor, kunci pipa, lem besi, pipa slang, las dan peralatan pengeboran lainnya. "Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP," tukas Sunarto.
Sumber: Cakaplah.com

Berita Lainnya
Dora Natalia: Pegawai MA mengamuk dengan Seorang polantas di Jatinegara
Ini Susunan Pengurus LAM Riau se Kecamatan Bukit Raya yang Baru di Lantik
Pjs Bupati Inhil Rudyanto Hadiri Rakor DMIJ Tahun Anggaran 2018
Empat Gedung Pukesmas di Dumai Telah Diresmikan, Gubernur Minta Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan
KPU Inhil Gelar Sosialisasi Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan daftar Pemilihan Umum Tahun 2019
Menurut Pengakuan Saksi Mata, Detik-Detik Pagar SDN 121 Roboh Menimpa Kepala Salman Paris
Daus Mini Menikah Lagi, Siri atau Resmi?
Menekan Penderita Stunting, Masyarakat Desa Igal Antusias Ramaikan Kegiatan "Gerakan Satu Hati"
Berikut Nama Calon Anggota KPU Riau yang Lulus Seleksi Kesehatan dan Wawancara
Dengan Alasan Meninggal Dunia, Dinsos Inhil Nonaktifkan PBI- BPJS Ibuk Parijam, Saya Masih Hidup Pak Bupati!
Kapolres Siak Akan Tindak Penjual Masker yang Berani Timbun Stok Barang
HM. Wardan: 42 Desa Belum teraliri listrik Insha Allah 2019 Semua Desa Di Inhil Akan Terang Menerang