PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Dinilai Buat Informasi Palsu, Dinkes Inhil Akan Laporkan Akun Facebook "Gusti Nabila Putri" Ke Polisi
BUALBUAL.com - Dinilai membuat informasi palsu di Sosial Media, akun Facebook @Gusti Nabila Putri
akan dilaporkan ke polisi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin saat dikonfirmasi mengenai postingan yang ditulis akun @Gusti Nabila Putri di grup Poros Kebijakan Indragiri Hilir sangat menyayangkan informasi hoak tersebut.
Zainal katakan di era serba teknologi ini masih saja membuat suatu pernyataan yang tidak terkonfirmasi dan tidak berdasarkan dengan fakta, sementara zaman sekarang serba terbuka dan mudah diakses.
"Zaman sekarang sudah teknologi canggih jadi transfaransi penggunaan anggaran sangat terbuka. Sangat tidak etis ada postingan yang menyudutkan Dinas Kesehatan ini," jelasnya kepada media, Senin (17/2/2020).
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau ini juga menambahkan, terkait postingan tersebut pihak merasa terganggu bekerja, meski pihaknya sekarang tengah konsentrasi menangani permasalahan stunting.
"Sangat meresahkan buat dinas, padahal kami tengah konsentrasi bekerja," tukasnya.
Menyikapi postingan yang dinilai hoak tersebut, Zainal Arifin memberikan waktu 1x24 jam kepada pemilik akun @Gusti Nabila Putri untuk meminta maaf dan mengklarifikasi postingan tersebut. Dan apabila lewat tenggang waktu yang diberikan maka pihak Dinas Kesehatan Inhil akan melaporkan postingan dinilai hoak tersebut ke Polisi.
"Kita sudah membicarakan ini di internal dinas, dan kami berikan waktu 1 x 24 jam untuk mengklarifikasi atau meminta maaf, namun jika dalam tempo waktu tersebut tidak juga dilaksanakan maka besok pihak Dinkes akan melaporkan ke kantor polisi," jelasnya.
Adapun postingan yang dibuat oleh akun @Gusti Nabila Putri di grup Poros Kebijakan Kabupaten Indragiri Hilir berbunyi sebagai berikut. "Dana BOK harus di audit,karena disinyalir ada pemotongan sampai 40%padahal kasus stunting sangat tinggi di INHIL,begitu juga dengan ibu melahirkan,kematian bayi,tingginya angka-angka tersebut tapi masih tega memotong dana BOK,jika rata-rata Puskesmas menerima 700 juta dan dipotong 40?= 280 juta,suatu angka yang fantastis,jika di inhil ada 25 Puskesmas 280 juta dikali 25 Puskesmas = 7 Milyar,bukan angka yang sedikit,uang 7 milyar itu jika di belikan susu untuk bayi yang kurang gizi berapa banyak dapatnya". (*)

Berita Lainnya
Kurikulum Pendidikan Reproduksi dan Kejahatan Seksual Anak Segera Terbit
Bus RAPI Vc Terios Dan Tanki CPO. 3 Orang Tewas,
Amiruddin bin Jalil Ayahnda Rajuna Wafat, Keluarga Besar Diskominfotik Berduka
Riau Usulkan Penempatan 109 Tenaga PPPK ke Kemenpan-RB
Kelompok 8 KKN UMRI Gelar Webinar Bertani Diera Degital Dimasa Pandemi
Diduga Sakit Jiwa, Pelaku Pengrusakan Masjid di Bengkalis Berhasil Ditangkap Polisi
Tim Tuan Rumah (ELITE. FC) Keluar Sebagai Juara I Turnamen Futsal Kecamatan GAS Cup II Dalam Rangka HUT RI 71 Tahun
Akibat Kabut Asap 826 Warga Kabupaten di Riau Kena ISPA
Jelang Malam Pergantian Tahun, Waka Polres Inhil: Muda-Mudi Jangan Melakukan Konvoi dan Balap Liar
Projek Pengolahan Sabut Kelapa Kodim 0314 Inhil Kebanjiran Orderan
Sekjen Gerindra Inhil Jasman: Semua Kader Wajib Manangkan Paslon R.A Jika Ada Berkhianat Siap-Siap di Pecat
Inilah 5 Tempat Belibur Bisa Menghilang Penat dengan Rutinitas Pekerjaan?