Bantuan Masyarakat Di Bengkalis Terancam Batal 'Terkendala Data Kependudukan'
BUALBUAL.com - Menghadapi pendemi penyebaran virus corona covid - 19, Pemerintah Kabupaten Bengkalis hingga saat ini belum juga merealisasikan bantuan kepada masyarakat. Mirisnya, Pemkab Bengkalis tidak memiliki data penerima bantuan tersebut.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis menyatakan kesulitan untuk menyalurkan bantuan dari pemerintah kepada masyarakat berdasarkan data penerima yang tidak sesuainya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari pihak Kelurahan/Desa.
"Kita bicara di data Terpadu Kesejahteraan Sosial (TKS). Sedangkan yang dinon TKS kita belum mendapatkan datanya. Dan saat ini, kita masih melakukan koordinasi dengan pihak dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD)," terang Kadis Sosial Bengkalis Martini, Kamis 16 April 2020.
Martini menambahkan, TKS dari data kementerian bahwa itu ada sekitar 10.355 jiwa se-Kabupaten Bengkalis, yang bermasalah dengan NIK nya. Dan itu, lanjut Martini, dipastikan tidak akan mendapat bantuan. Dikarena kementrian Sosial pusat dipastikan tidak akan menerima. Lantaran nomor induk kependudukan (NIK) tidak tepat.
"Jadi dalam undang undang nomor 13 tahun 2011, mengharuskan penerima bantuan penanggulangan kemiskinan harus memakai data terpadu kesejahteraan sosial. Jadi dari data TKS itulah ada 36 ribu lebih yang masuk ke TKS atau sekitar 25,83 persen dari penduduk Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.
Adapun upaya yang akan dilakukan pihak Dinsos Bengkalis akan melakukan koordinasi dengan Disdukcapil bahkan Dinsos akan melakukan MoU.
"MoU itu bertujuannya, supaya kami bisa menyondingkan data kami dengan data penduduk. Agar mempermudah kerja kami. Karena, kalau kami tidak memiliki itu terpaksa harus mengetik satu persatu. Sementara kita sekarang di desak dengan waktu. Kalau bisa disandingkan dengan data Disdukcapil, maka kita bisa mempercepat menyelesaikannya," ujar Martini.
Selain itu, pihak Dinsos Bengkalis juga sudah data dari TKS non penerima PKH bersama sembako yang ada di Dinsos Bengkalis, hal tersebut sudah dilakukan entri dan sudah dikembalikan ke pihak kelurahan agar dilihat kembali NIK-nya, sebelum bantuan tersebut turun.
"Karena apa, pihak bank Riau yang bekerjasama itu, mewanti-wanti bahwa NIK itu harus ada, jadi jika tidak ada NIK maka mereka tidak bisa membuka tabungan atau rekening ketika tidak ada NIK. NIK ini adalah syarat utamanya, dalam hal ini kami juga masih berusaha apakah ada solusi yang lain," ungkapnya.
Dari 10.355 jiwa ini memang tidak memiliki nomor induk kependudukan apakah memang tidak kesesuaian dengan KK mereka. Martini menjawab bahwa, dari 10.355 ini berbagai bagai permasalah dari data yang tidak Palit ini.
"Contohnya, ada KK lama, dia punya NIK, tapi ada huruf atau angka yang salah, tak mau pihak bank. Kemudian ada yang ganda, misalnya, satu NIK ada yang sampai dua orang," pungkasnya.

Berita Lainnya
Kantor Desa Danau Baru Inhu Tutup di Hari Kerja Diduga Pelayanan Mogok
32 WBP Lapas Narkotika Tanjungpinang Terima Remisi Nataru
Studi Banding, Gubri Kunjungi Maqari Quraniyah Madinatul Munawwarah
Gubri Sampaikan Tiga Strategi Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Riau
Wabup Inhil Yuliantini Hadiri Penanaman Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan 2025
Pemerintah Provinsi Riau Gelar Rapat Penyiapan Pembahasan Batasan Kewenangan Pengelolaan SDA di Laut Riau
Forkopimcam Singkep Selatan Himbau Keamanan dan Ketertiban di Pulau Berhala
Riau Kiblat Pelestarian Zapin, Tiga Varian Telah Ditetapkan Sebagai WBTB
Gaya Warna Rambut Pasha Disorot Mendagri, Tito: Pejabat Beri Contoh Etika yang Baik
Masih Ada Diskon, Yuk Bayar Pajak Kendaraan di Kantor Pelayanan Samsat Pekanbaru
Pemkab Bengkalis Gelar Pisah Sambut Pj. Bupati Bengkalis Dengan Bupati dan Wakil
Johansyah Syafri: Patuhi Imbauan, Usah Undang Covid-19 Datang Untuk Memangsa Kita Jadi Korban