Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Jubir Covid-19 Riau : Tidak Sebabkan Corona, Yang Namanya Rokok Membunuh
BUALBUAL.com - Semenjak informasi adanya karyawan pabrik rokok Sampurna meninggal dunia karena positif virus corona atau Covid-19. Meningkatkan kekawatiran terhadap masyarakat di berbagai daerah. Termasuk masyarakat Riau khusunya yang merokok keluaran pabrik di maksud maupun masyarakat selaku penjualnya.
Kekhawatiran itu, mereka slalu di hantui perasaan takut bisa-bisa ikut tertular melalui peredaran rokok yang sebelumnya terkontaminasi sama karyawan yang di nyatakan positif Civid-19. Tambah lagi belum lama ini ada informasi akan ada penarikan rokok Sampurna yang telah beredar pasca ditemukannya kasus Covid-19 oleh pihak pemerintah pasca ditemukannya kasus Covid-19.
Namun hal itu di bantah oleh Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi. Pasalnya virus corona atau Covid-19 tidak bisa bertahan lama pada benda, diantaranya seperti pada kasus rokok ini yang terkontaminasi lansung dengan pasien positif Covid-19. Jikapun ada kontaminasi dengan pasien positif Covid-19 paling lama bertahan 2 sampai 3 hari itupun sesuai suhu tertentu.
"Hal itu juga menimbang atau menilai dari kemasan rokok yang rapi. Yang pasti virus corona itu tidak bisa bertahan lama pada benda," katanya.
Tapi ingat kata Yovi, tampa disebabkan virus corona pun yang namanya rokok tetap berbahaya dan membahayakan pada kesehatan. Untuk itu katanya jangan hanya kawatir pada rokok yang terkait virus corona saat ini tapi semua rokok bisa membunuh.
"Sebelum adanya virus corona bahaya rokok juga sudah disampaikan pada masyarakat. Maka itu tak disebabkan virus corona pun merokok bisa membunuh," jelasnya.
Ia mengakui, sulit untuk menjelaskan tentang rokok ini apa lagi berkaitan dengan merk. Karena bisa disalah artikan oleh pengusaha. Contohnya saja pabrik rokok saat ini yang bermasalah. Untuk itu ia mengembalikan kepada masyarakat untuk bisa menilai dan menentukan sendiri. Karena sesuai statemen awal kita berpedoman yang namanya merokok berbahaya dan membahayakan pada kesehatan.
"Memang untuk rokok yang sedang bermasalah saat ini, kalau untuk menularkan virus corona kecil kemungkinan. Tapi secara umum tetap beresiko karena ada kontaminasi lansung dengan pasien yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19," tuturnya.

Berita Lainnya
Bapak-bapak ingin Kempiskan Perut Buncit, Ini 6 Sayuran Paling Baik untuk Dikonsumsi
"Saya ingin hidup hingga usia 150 tahun," kata nenek itu. Cari tahu bagaimana dia bisa berumur panjang
Evaluasi Peduli Lindungi, Wamenkes: QR Code Sangat Penting
Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2024
Rapid Tes 32 Orang Penyelenggara Bagi-Bagi Takjil Gratis, Hasilnya Negatif
Meningkatkan Layanan Rujukan Pasien Dinkes Inhil Teken MoU Bersama RS Lancang Kuning Terkait Rujukan Pasien ODGJ
Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting Kelurahan Tagaraja 2023-2024
Masih dari Kluster Santri Magetan, Pasien Warga Tembilahan Positif Covid-19
Tim Gizi Puskesmas Padamaran Tinjau perkembangan Anak Paud di Kepenghuluan Teluk Bano 2
Keracunan Massal MBG Tembilahan, Dinkes: Tidak Ada Boraks dan Formalin, Tapi E.Coli
Dinkes Inhil Beserta OPD Terkait dan Juga Ketua TPPS Inhil Hadiri acara Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Gerakan Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Provinsi Riau
Dinas Kesehatan Inhil Himbau Dukungan Pemberian ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat, Kuat, dan Cerdas