Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pengamat Sebut akan Pengaruhi Eksistensi Golkar, Terkait Isu Golkar Duduki Aset Pemprov Riau
BUALBUAL.com - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. Aidil Haris, M.Si menilai, bahwa munculnya kisruh ketidakjelasan kantor Golkar Riau yang disebut merupakan aset Pemprov, akan berpengaruh pada eksistensi Golkar di bawah kepemimpinan Syamsuar yang merupakan Gubernur Riau.
"Terkait kantor Golkar termasuk aset Pemprov atau tidak, tentu kita harus mendapatkan informasi pasti dari Pemprov Riau. Jika gedung tersebut memang pasti milik Pemprov Riau maka harus ada perjanjian sewa/kontrak. Lalu pertanyaannya berapa nilai sewa/kontraknya?," kata Aidil Haris kepada CAKAPLAH.com, Selasa (16/3/2021).
Secara politis, kata Aidil Haris, yang saat ini digadang-gadangkan untuk menduduki posisi rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) periode 2022-2026 ini, tentu akan berpengaruh terhadap eksistensi Golkar secara internal.
Aidil mengatakan, bahwa dulu semua seakan memahami ketika Golkar menjadi partai penguasa, seakan hal tersebut tidak menjadi masalah. Akan tetapi saat ini Golkar bukan lagi partai penguasa.
"Ini tantangan lagi buat Pak Syamsuar yang notabene adalah ketua DPD I Golkar Riau. Jika benar Golkar menempati aset Pemprov Riau maka ini menjadi tamparan lagi buat Golkar," cakapnya lagi.
Sebelumnya, diberitakan CAKAPLAH.com , Pemprov Riau juga akan melakukan penertiban terhadap tanah-tanah pemerintah yang belum bersertifikat. Hal itu menindaklanjuti instruksi Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).
Bagaimana dengan aset bangunan di atas tanah Pemprov Riau yang masih dikuasai pihak lain. Misalnya saja gedung kantor DPD I Partai Golkar Riau yang berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru yang belum diketahui statusnya, apakah pinjam pakai, sewa, atau hibah.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Masrul Kasmy saat dikonfirmasi perihal itu mengaku belum mengetahui apakah gedung yang dipakai Partai Golkar yang saat ini di bawah kepemimpinan Gubernur Syamsuar, milik aset Pemprov Riau.
"Belum tahu itu aset Pemprov Riau atau tidak. Perlu kita cek dulu benar tidak tanah dan bangunan di atasnya aset kita," kata Masrul Kasmy.

Berita Lainnya
Tak Didukung dan Dipecat dari PKS 'Samsu Dalimunte' Ngotot Jadi Balon Wakil Bupati Bengkalis Dampingi Eet
Jelang Pilkada 2024, Bang H. Ferry Silahturrahmi Ke DPD PKS Inhil
Dinilai Tidak Independen Pilkada Inhu, Komisioner KPU Inhu Dilaporkan ke DKPP
Hadiri Panggilan, Kasmarni Lolos Administrasi Dari Partai Demokrat
Sudah 12 Hari Pelaksanaan Kampanye, Bawaslu Riau Catat Ada 499 Pertemuan
Resmikan Posko Koalisi KSB, Kasmarni "Tak Hanya Perahu Tapi Juga Penumpangnya"
Jelang Kampanye Akbar, P4TEN Kampanye Dialogis di Marpoyan Damai dan Tuah Madani
Dihadapan Ratusan Pengurus Serta Simpatisan, H Dani Nursalam Lantik DPAC dan DPRt se kecamatan Kateman
Besok DPC PPP Inhil Gelar Muscab ke VIII, ini Harapan Agus Salim
Kasmarni Nomor Urut 3 Blusukan di Pasar Pinggir, Sapa Para Pedagang
Masa Kampanye 75 Hari, Partai Buruh: Itu tidak Adil untuk Partai Baru Kami Akan Gugat Aturan
Bersama Kader-kader PDIP, Abdul Wahid Dapat Teriakan 'Gubernur' Riau