Terkait Statement Ketua DPC PBB Bintan, Perpat: Jangan Seolah Jadi Suku yang Dominan
BUALBUAL.com - Ketua Pemuda Tempatan (Perpat) Kecamatan Sri Kuala Lobam, Mohammad Abduh kecewa dengan statement dari Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Bintan, Rudi Purba beberapa waktu yang mengaku siap menjadi jembatan bagi Pemuda Tempatan untuk dapat bekerja di Kawasan Industri Lobam, Kabupaten Bintan.
Menurut Pria yang akrab disapa Oman ini dapat menimbulkan diskriminasi suku. Karena adanya statement tersebut seolah mereka adalah suku yang dominan di Kabupaten Bintan.
"Jangan sampai statement anda (Rudi Purba) dapat membangkitkan amarah Pemuda Tempatan dan membangkitkan genderang perang antar suku," tegas Oman saat dihubungi media ini, Senin(29/3) pagi.
Ia membantah jika pekerja Tempatan tidak diterima dikawasan Industri tersebut. Karena sejauh ini Perpat Sri Kuala Lobam selalu berkoordinasi dengan perusahaan yang ada di Kawasan tersebut.
"Jadi Pemuda Tempatan selalu menjadi prioritas, boleh dicek di sana jangan membuat isu - isu yang memancing keributan," ungkapnya.
Terkait dengan statement Wakil Bupati Bintan, Robby Kurniawan yang enggan menerima pekerja tempatan, Oman menuturkan hal tersebut lumrah terjadi. Pasalnya, sebagai Wakil Bupati tentunya ia menerima aspirasi dari berbagai pihak. Baik itu, Negatif maupun Positif.
"Mungkin Pak Wabub mendengar aspirasi dari mereka yang belum diterima bekerja di kawasan industri tersebut," ungkapnya.
Sebelumnya, Ormas Pemuda Batak Bersatu siap menjembatani anak anak tempatan untuk dapat bekerja di kawasan industri di Lobam Tanjung Uban Bintan. Hal ini disampaikan Rudi Purba Ketua DPC Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021).
“Sangat miris rasanya kalau kita hanya jadi penonton di rumah kita sendiri,” ungkap Rudi Purba Ketua DPC Kabupaten Bintan. Rudi dapat kabar ada beberapa anak - anak yang melamar kerja di perusahaan yang berada di Lobam selalu tidak diterima, walaupun sudah beberapa kali melamar.
Rudi pun sudah disampaikan oleh salah satu media kepada Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan beberapa waktu lalu. “Baru tahu ada perusahaan di Lobam yang enggan terima pekerja lokal,” ujar Rudi menirukan peryataan Wabup Bintan.
Disaat situasi Pandemi Covid -19 saat ini, pekerjaan sangat - sangat, bagaimana tidak dampak pandemi membuat semua orang bergantung harapan kepada perusahaan yang ada. Dan peran Pemkab Bintan, kerena sebelumnya Bupati Bintan Apri Sujadi telah membuat Nota Kesepahaman (MoU) terhadap perusahaan yang berada di Lobam.
Dengan adanya MoU Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten Bintan dengan Perusahaan di Lobam 70 persen memprioritaskan anak tempatan seharus menjadi hal yang benar ada wujudnya.
Hal ini perlu didudukkan demi hajat hidup orang banyak, dimana anak-anak melamar kerja ke Disnaker Kabupaten Bintan, yang berada di Batu 3 atas Tanjungpinang, jarak tempuh yang lumayan jauh.
Melihat hal ini, PBB akan mengajukan permohonan dan akan membuka retrutmen tenaga kerja anak tempatan bersama Disnaker dan Perusahaan di Lobam yang akan disesuaikan dengan keahliannya nantinya.
“Kita tidak mau lagi mendengar adanya anak tempatan yang bersedih dan mengeluhkan sulitnya mau bekerja di daerah sendiri,” sambungnya.

Berita Lainnya
Terkait Aset SDN 06 Kota Alam, Disdikbud Lampura Serahkan Tim Investigasi dari Dikdas
Berikut Kronologi Mobil Terbakar di SPBU Sagulung Batam, Jusmin Tak Mampu Meraih Anaknya
Kecewa Suporter PSPS Rusak Stadion Utama Riau, Manajemen: Gara-gara Seekor Nyamuk Habis Kelambu Dibakar
Tegakkan Restoratif Justice, Kejari Hentikan Kasus Pencurian Kelapa Sawit di Rohul
Camat Rimbo Melintang Terancam Dilaporkan Terkait 3 Bulan Gaji RT dan RW Belum Dibayar
Disdik Inhil Diduga Arahkan Sekolah Beli E-Modul Rp3,5 Juta, Transaksi Diperkirakan Tembus Ratusan Juta
KPK-Kejati Riau Harus Usut Temuan BPK RI di Dinas Pertanian Kuansing
Penyakit Masyarakat Judi Gelper dan Dadu Goncang di Kota Bagansiapiapi yang Kebal Akan Covid-19
Nelayan Temukan Mayat Tanpa Kepala di Perairan Perbatasan Lingga - Inhil
Heboh! Warga Temukan Jenazah Tanpa Busana Tertelungkup di Sungai Kuantan
Tangis Haru di Kuansing, Anak Cucu Belanda Cari Jejak Leluhur Korban Kerja Paksa Jepang
Petasan Meletus di Tangan, Wabup Kaur Bengkulu Lalui Operasi Tulang