Tangis Haru di Kuansing, Anak Cucu Belanda Cari Jejak Leluhur Korban Kerja Paksa Jepang
BUALBUAL.com - Sebanyak 29 orang anak cucu Belanda, berkunjung ke Kuansing, menapak tilas jejak leluhur mereka yang pernah menjadi romusha tentara Jepang, membangun rel ketera api Kuansing - Sijunjung dan usaha pertembangan emas serta batubara.
Kisah kelam menimpa kakek dan orang tua mereka. Ketika Jepang masuk Indonesia para pria banyak yang ikut kerja paksa, meninggal dunia, terkubur tanpa nisan dan tidak kembali ke negara mereka.
Sementara para wanita dan anak-anak ditahan di Bangkinang sebelum dipulangkan ke negara mereka.
Mereka berkunjung selama dua hari di Kuansing, Jumat (15/5/26) sampai Sabtu (16/6/26) untuk menelusuri jejak sejarah orang tua dan kakek mereka dimasa lalu.
Berupa sisa peninggalan pekerjaan dan lokasi para leluhur mereka pernah bertugas dimasa lalu di tengah hutan belantara Sumatera.
Menurut Direktur Destination Company Mangement Tigo Balai yang menjadi tour guide, Osvian Putra, selama di Kuansing 29 orang turis asal Belanda itu singgah di desa Koto Baru, desa Logas, desa Lubuk Ambacang dan desa Koto Kombu.
Saat berada di desa Koto Kombu mereka sangat terharu karena ada jalur yang bernama Sang Ratu Helmina yang merupakan Ratu Belanda dimasa lalu.
"Mereka happy dan terharu sekali karena dapat melihat langsung lokasi leluhur mereka tinggal dan meninggal dimasa lalu," ungkapnya.
Mereka sangat senang dan berterimakasih atas sambutan hangat warga kepada mereka. Para turis Belanda juga bahagia rel jalur kereta api dan terowongan masih ada dan dipertahankan warga saat ini.
Menurut Osvian, warga Belanda itu meminta sisa rel dan terowongan yang masih ada dipertahankan dan dipelihara. "Mereka berharap jangan sampai rusak apalagi hilang," harapnya.
Osvian, menyebutkan, selepas dari Kuansing, rombongan melanjutkan perjalanan ke Sawahlunto dan Sijunjung Sumatera Barat.

Berita Lainnya
Legislator Ida Yulita Susanti : Itu Hak Mereka Negara Kita Negara Hukum, Terkait Dilaporkan Balik Warga ke Polda Riau
Jumat Curhat Polsek Kuindra, Masyarakat Sapat Pinta Pos Kamling Diaktifkan
Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhu Pimpin RDP dugaan Kebun Inti Plasma yang tidak berkeadilan
Massa Aksi Minta Polda Riau Usut Tuntas Kebijakan Bupati Adil Persoalan Penimbunan Sampah di Bibir Pantai Mekong
Pencarian Berakhir, Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Ditemukan Meninggal Dunia
Pengabdian Terakhir AIPTU Bakhtiar Efendi, Polres Inhil Ucapkan Terima Kasih dan Selamat Jalan
Gara - gara Kecanduan Game, Seorang Gadis Nekat Kuras Uang Tabungan Ortu Nyaris Rp1 Miliar
Pergi Refreshing ke Air Terjun Tembulun, 2 Siswa MAN 1 Inhil Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan
Proyek 2024 Tunda Bayar! Pengusaha di Riau Jual Truk dan Ekskavator untuk Bertahan
Pengemudi Mobil Tabrak Petugas Kebersihan di Trotoar Jalan Sudirman Pekanbaru
Aktivis Larshen Yunus: Kalau Memang Benar Proyek Pengadaan Tanaman di Dinas PUPR Kota Pekanbaru itu Fiktif, Biarkan APH yang Bekerja
Pekerjaan Jembatan Gantung Dispora Mesuji Diduga Langgar UU KIP