BKKBN Riau: Optimalisasi Perpustakaan Desa Diharapkan Jadi Upaya Bangun Kesejahteraan Keluarga
BUALBUAL.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia menyampaikan bahwa program perpustakaan desa dapat disinergikan dengan visi BKKBN tentang bagaimana mewujudkan keluarga berkualitas.
Ia menjelaskan bahwa mewujudkan keluarga berkualitas adalah dengan pembangunan keluarga, dimana hal ini sesuai dengan UU Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.
Dengan dioptimalkannya perpustakaan di desa, maka diharapkan akan dapat membangun kesejahteraan keluarga. Karena menurutnya, dengan membaca masyarakat akan semakin banyak tahu dan dengan pengetahuan tersebut dapat berdampak baik untuk keluarganya.
"Dengan membaca pengetahuan bisa bertambah, untuk itu diharapkan masyarakat bisa mengembangkan pengetahuannya dan berdampak baik bagi kehidupan masyarakat," katanya, dalam webinar optimisasi perpustakaan desa di bumi Melayu, Rabu (2/9/2021) malam.
Sementara itu untuk pembinaan keluarga sesuai dengan siklus kehidupan, salah satunya melalui remaja. Yaitu bagaimana mewujudkan keluarga berkualitas dan peningkatan kesejahteraan keluarganya dimulai dari remaja yang akan menikah.
Ia menerangkan, salah satu bentuk pembinaan remaja oleh BKKBN yaitu dengan program Generasi yang Punya Rencana (GenRe), dari remaja oleh remaja dan untuk remaja.
"Remaja sekarang beda dengan remaja masa kita dulu karena sekarang zamannya digital. Tentu kita harus berhati-hati memberikan pemahaman kepada para remaja sekarang," tuturnya.
Mardalena menjelaskan, BKKBN juga mempunyai program kegiatan yang ada di desa-desa yaitu keluarga berkualitas, bahkan juga ada komunitas Remaja Peduli Stunting (Remaja Pesta).
Untuk itu menurutnya, dengan sudah adanya program-program BKKBN di setiap desa ini bisa dikolaborasikan dengan perpustakan desa, maka kehadiran perpustakaan desa bisa dioptimalkan lagi dengan adanya kolaborasi antara dua program tersebut.
"Kita berada di era digital, walaupun kita bisa mendapatkan artikel dari blog tapi kita harus menekankan ke buku. Kita ajak remaja desa untuk bisa mengembangkan perpustakaan desa, dengan remaja membaca akan mendapatkan informasi yang jelas," ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk menekuni membaca. Jelasnya, dengan banyak membaca maka akan lebih bisa menyikapi berbagai permasalahan dengan baik, akan dapat menambah kosakata lebih banyak serta dengan membaca akan membuat lebih bisa fokus.
"Kami mengajak remaja untuk mensinergikan kegiatan ini. Dengan membaca akan memperkuat memori kita untuk hal yang positif, dan kita harus mengisi waktu kita untuk hal positif," ujarnya.

Berita Lainnya
Agusfirdamalis, Wakili Kadisdik Bengkalis Hj.Kholijah Gelar Sosiliasasi Penerapan Perbup 1 tahun Pra SD
Tak Ada Perhatian Pemda Pelalawan Mahasiswa HIPMAWAN - Jakarta Canangkan Tagar #SaveHipmawanJakarta
Daftarkan Diri Anda di Webinar IWO Inhil 'Sambut Era Digital'
Peran Mahasiswa Sangat di Butuhkan, IPMK-Tembilahan Gelar Binaan Masyarakat Nelayan di kec Kamteman
Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas di Inhil Sudah Mulai Diterapkan
Spirit Melayu Menjadi Motivasi Kuat, Unilak Riau dan University Melaka Malaysia Jalin Kerja Sama
Pondok Pesantren Ath Thariqu Ilallah Luluskan 19 Santri, Cetak Kader Dakwah Masa Depan
Dianggap Mampu Karena ASN, Banyak Orang Tua Mengaku Kesulitan Bayar UKT Anak
10 Mahasiswa Riau (UR) Balik Ke Kampus, Usai KKN Di Desa Tambusai Batang Dui, Duri
Manajemen PHR Ajak Mahasiswa Riau Ubah Pola Pikir untuk Maju
SMA PGRI Tembilahan Indragiri Hilir, Sekolah yang Ditelantarkan
BEM FP Universitas Medan Area Lakukan Bina Desa Dengan Konsep Sampah Plastik Jadi Uang