• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Pemerintah
    • Pemda Indragiri Hilir
    • Pemda Indragiri Hulu
    • Pemda Bengkalis
    • Pemda Kampar
    • Seputar Lampung
    • Seputar Kepri
    • Pemda Provins Riau
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • Pemda Kuansing
    • Pemda Pelalawan
    • Pemda Siak
    • Pemda Dumai
    • Pemda Rokan Hilir
    • Pemko Pekanbaru
    • Pemda Rokan Hulu
    • Indragiri Hulu
    • Kuansing
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Seputar Jabodetabek
    • Seputar Jawab Barat
    • Seputar NTT
    • Seputar NTB
    • Kalimatan Timur
    • Kalimatan Selatan
    • Jambi
    • Pemda Kepulauan Meranti
    • Bintan
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
    • Indragiri Hilir
    • Dumai
  • Nasional
    • Seputar Aceh
    • Seputar Sumut
    • Seputar Kepri
  • Parlemen
    • DPRD Riau
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Kampar
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuansing
    • DPRD Inhu
    • DPRD Inhil
    • DPRD Dumai
    • DPRD Rohil
    • DPRD Rohul
    • DPRD Siak
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Meranti
    • DPR RI
    • DPRD Kepri
    • DPRD Tanjungpinang
    • Galery
  • Politik
  • Hukrim
    • Seputar Jawa Barat
  • Peristiwa
    • Seputar Sumbar
  • More
    • Olahraga
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • BUALBUAL VIDEO
    • Pariwisata
    • Lingkungan
    • Entertaiment
    • Agama
    • Sosial
    • Metropolis
    • Teknologi
    • Kulinier
    • Otomotif
    • Advetorial
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
Tradisi Perdana di SDN 002 Selayar - Khatam Al Quran dan Halal Bihalal Digelar Bersama
02 April 2026
Tradisi Perdana di SDN 002 Selayar, Khatam Al-Qur’an dan Halal Bihalal Digelar Bersama
02 April 2026
Gerak Cepat Pemko Tanjungpinang, 75 Ton Air Bersih Disalurkan
30 Maret 2026
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026

  • Home
  • Ekonomi
  • Seputar Kepri

Potensi Besar Pengolahan Rumput Laut di Kepri

Redaksi

Selasa, 07 September 2021 12:59:11 WIB Dibaca : 1119 Kali
Cetak


BUALBUAL.com - Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad terus bekerja menggapai misinya. Terkini Gubernur Ansar mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Karimun. Ini merupakan pengejawantahan salah satu misinya yaitu, "percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim, berwawasan lingkungan dan keunggulan wilayah untuk peningkatan kemakmuran masyarakat".

"Kepri sebagai Provinsi Kepulauan membutuhkan usaha-usaha khusus mulai dari pemprov hingga pemda kabupaten / kota untuk optimalisasi hasil laut untuk masyarakat seluas-luasnya" ujar Gubernur Ansar saat Panen Rumput Laut  kelompok Pembudidaya Rumput Laut di Pulau Jaga Kecamatan Moro Kabupaten Karimun, Selasa (7/9).

Menurut Gubernur Ansar, selama ini sebagian besar dari lebih kurang 200 ribu rumah tangga nelayan di Kepri kegiatannya merupakan nelayan tangkap. Selain itu sebagian nelayan melakukan kegiatan budidaya, baik ikan maupun komoditi yang lain.

"Alhamdulillah di Dusun Jaga maupun beberapa dusun yang lain ini masyarakat sudah mengembangkan budidaya rumput laut. Akan tetapi fluktuasinya naik turun. Saat ini kita akan bangkit kembali untuk pengembangan budidaya rumput laut" kata Gubernur Ansar.

Minggu lalu Gubernur Ansar bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk berdiskusi banyak hal terkait pemanfaatan potensi kelautan. 

"Dalam waktu dekat Pak  Menteri akan berkunjung ke Kepri untuk meninjau pemanfaatan yang ada saat ini. Saya juga sudah meminta DKP untuk memetakan wilayah-wilayah di Kepri yang cocok untuk pengembangan budidaya rumput laut ini," ungkapnya.

Kemudian Gubernur Ansar menyampaikan bahwa Kecamatan Moro ini sebagai salah satu sentra budidaya rumput laut, akan dipetakan kembali berapa luas yang bisa dimanfaatkan. Dengan hasil yang baik dan semangat nelayan yang tinggi, sentra ini akan kita perluas dan perbesar.

"Langkah awal kita akan menginventarisir kebutuhan-kebutuhan seperti gudang dan area penjemuran, akan kita hitung bersama-sama. Untuk itu tugas kita mesti dilakukan dari hulu ke hilir. Kita tidak hanya bicara soal kemampuan memproduksi rumput laut, tetapi yang lebih penting adalah pasar yang kompetitif" katanya lagi.

Gubernur Ansar juga dalam kesempatan tersebut meminta semua nelayan pembudidaya untuk menjaga kekompakan. Karena kekompakan merupakan salah satu kunci utama suksesnya budidaya ini.

"Maka minta bantuan para tetua, TNI, dan juga Polri sebagai fasilitator. Insya Allah ekonomi kita bangkit kembali. Untuk jaminan bibit, sarana prasarana dan pasar akan kita bahas lebih lanjut bersama DKP" pungkasnya.

Sementara itu Kepala DKP Kepri T.S Arif Fadilah menyampaikan bahwa Masyarakat Pulau Jaga lebih kurang 30 KK memiliki komoditas utama rumput laut. Ini sangat menggembirakan karena rumput laut sangat potensial dikembangkan di Kepri. 

"Pemasarannya pun sangat potensial untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kecamatan Moro di Kabupaten Karimun ini dikategorikan sangat layak untuk membudidayakan rumput laut" ungkapnya.

Menurut Arif, DKP Provinsi Kepri juga telah memberikan bantuan baik berupa dana maupun pembinaan dan pengawasan untuk meningkatkan produksi rumput laut, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat tempatan. 

Hal senada juga dibeberkan oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ulia Fachmi, S.Pi, M.Si mengatakan bahwa Rumput laut merupakan komoditas unggulan perikanan budidaya yang sangat potensial untuk dibudidayakan di Kepulauan Riau salah satunya tersebar di perairan Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. 

"Saat ini, Budidaya Rumput laut yang berkembang menggunakan teknologi sederhana, dengan periode pemeliharaan yang singkat dan tidak memerlukan modal usaha yang besar sehingga mudah diterapkan," sebutnya.

Selain itu, kata Ulia peluang pasar rumput laut cukup potensial baik pasar didalam negeri maupun luar negeri. Di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, lokasi pengembangan budidaya rumput laut dengan kategori sangat layak diperkirakan seluas 110 km² umumnya tersebar di sekitar garis pantai pulau Sugi dan pulau-pulau kecil sekitarnya serta sebagian kecil di Pulau Combol dan Pulau Sugi bawah. 

"Saat ini, Jumlah kelompok pelaku usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Moro sebanyak 11 kelompok atau berjumah 130 Kepala keluarga yang tersebar di Kelurahan Moro, Desa Sugi dan Desa Nyiur Permai,  dengan produksi pertahun   6461 ton atau 646 ton kering dengan asumsi (10 kg  basah = 1 kg kering)," ungkapnya.

Ulia menjelaskan darana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan aktivitas budidaya rumput laut di Kecamatan Moro terdiri dari sarana penyediaan bibit rumput laut, sarana penanaman, pengumpulan, penampungan dan pengolahan pasca panen. 

"Sejauh ini sarana yang ada masih terbilang kurang memadai jika dibandingkan dengan potensi yang besar, namun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberikan bantuan dari tahun 2019 s/d tahun 2021 berupa kebun bibit 1 untit dengan luas 2,5 ha dengan jenis Eucheuma Cottonii, sarana penanaman 15 unit metode apung (long  line) dan metode lepas dasar, 18 unit sampan dan boat pancung dan 3 gudang rumput laut," tegasnya.

Karena menurutnya, Rumput laut yang diproduksi pembudidaya umumnya dijual dalam kondisi kering. Harga ditingkat pembudidaya yaitu sebesar Rp. 11.000, jika di kompilasikan produksi rumput laut dalam produksi per siklus selama 45 hari sebesar 2 Ton x 90 KK = 180 Ton. Dalam satu Tahun terdapat 7 siklus panen sehingga jumlah produksi per tahun 180 Ton x 7 Siklus = 1.260 Ton Rumput laut basah.

"Dari jumlah 1.260 Ton Rumput Laut basah jika dikering kan menghasilkan jumlah sebesar 126 Ton rumput laut kering. Dimana harga jual rumput laut kereing/kg Rp. 11.000 sehingga di perkirakan nilai ekonomi rumput laut kering mencapai 126.0000 kg x Rp. 11.000 = Rp. 1.386.000.000.
Pendapatan rata -rata pembudidaya rumput laut per tahun adalah1.386.000.000 : 90 KK = Rp.15.400.000," ujarnya.

Kata Ulia, dari Potensi yang pesat pada sisi produksi tersebut terkendala oleh masalah pemasaran dan rendahnya harga tingkat pembudidaya. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya kualitas produk, panjangnya saluran distribusi, tingginya biaya transportasi, ketidak jelasan harga dan ketidak harmonisan hubungan antara pembudidaya dengan pedagang. 

Karena, kata Ulia, Rendahnya kualitas rumput laut disebabkan oleh tingginya permintaan di pasasr domestik dan dunia yang menyebablkan pembudidaya melakukan pemanenan pada umur yang kurang dari 45 hari. Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas produk dan pada akhirnya harga menurun drastis. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya harga yang diperoleh pembudidaya rumput laut  adalah penjangnya saluran distribusi yang ditempuh oleh produk tersebut.

"Untuk sampai ke industri pengolahan dalam negeri dan eksportir, diperlukan beberapa langkah, mulai dari pembudidaya ke pedagang pengumoul atau pedagang lokal, kemudian oleh pedagang pengumpul dijual ke pedagang antar pulau. Pedagang antar pulau ini membawa Gracilaria sp ke industri pengolahan dan eksportir," imbuhnya.

Perbedaan jarak antara sentra produksi ke industri pengolahan menyebabkan biaya yang dikeluarkan disetiap pedagang akan berbeda – beda. Hal ini yang menyebabkan rendahnya harga yang diterima pembudidaya, Rumput laut Pemasaran untuk tujuan ekspor melalui pengepul yang ada di Kecamatan Moro dengan Penjualan dilakukan ke  pengumpul yang ada di sekitar pulau kemudian di jual dan ditampung di gudang penampungan induk yang terletak di Kota Batam.


 Editor : Yatak/JJ


Berita Lainnya

DPK Apindo Bengkalis, Sambangi Pelaku Usaha di Duri

HIPMI Inhil Galar Muscab dan Diklatcab, Bupati Sampaikan Dukungan

Lonjakan Arus Balik Lebaran, Kuota KM Sabuk Nusantara 110 Tembilahan Habis Terjual

HPN Tingkat Provinsi Riau, DPMPTSP inhil Akan memanfaatkan untuk mempromosi Peluang Invetasi di Kabupaten Inhil

Nilai Tukar Rupiah Langsung Melemah ke Rp13.980/USD, Respons Tambahan Kasus Corona RI

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Pemprov Kepri Gelar Bazar Pangan Murah

Peluang Bisnis Steak di Tembilahan: Telaga Steak Menawarkan Pengalaman Baru untuk Para Penggemar Makanan

Upaya Sandiaga Uno Ciptakan Lapangan Kerja Sediakan Program E-Katalog untuk Pelaku Usaha Kreatif di Purwakarta

Satu-satunya Bisnis di Tembilahan, Pizza Joeragan t?Tawarkan Rasa Pizza Bintang Lima

Tembus Pasar Ekonomi Intarnasional, Inilah Gula Kelapa Tradisional dari Inhil, Yang Memilki Kualitas Tanpa Kompromi

DPMPTS Inhil Ikuti Bimtek E-Katalog dan Toko Daring

Nasabah Kecewa, Rekening BRK Syariah Mendadak Diblokir Tanpa Pemberitahuan

Terkini +INDEKS

Ngeri! Predator Begal Payudara di Pekanbaru Ternyata Sudah Beraksi Berkali-kali

12 Juni 2026
Septina Primawati Perkuat Kolaborasi dengan UNRI untuk Wujudkan Lansia SMART
12 Juni 2026
Kapolda Riau Namai Bayi Gajah ''Nona Seroja'' Lahir di Tesso Nilo, Simbol Harapan Baru Gajah Sumatera
12 Juni 2026
Ratusan Mahasiswa UIR Demo di DPRD Riau, Tuntut Evaluasi Kebijakan dan Tolak Kenaikan BBM
12 Juni 2026
Viral! Enam Tahanan Kabur dari Mobil Kejari Pekanbaru, Empat Ditangkap Lagi, Dua Masih Buron
12 Juni 2026
Sidang Abdul Wahid, Ahli Tegaskan Penyalahgunaan Wewenang Terjadi Jika Jabatan Dipakai untuk Kepentingan Pribadi
12 Juni 2026
Polda Riau Ungkap TPPU Perdagangan Gading Gajah Sumatera, Sita Uang Rp650 Juta dan Aset Pelaku
12 Juni 2026
Hentikan Aktivitas Sejenak! Camat Ari Syuria Ajak Seluruh Warga Tembilahan Sukseskan Jum'at Bersih Serentak
12 Juni 2026
Kuasa Hukum Abdul Wahid: Keterangan Ahli di Sidang PUPR Riau Justru Perkuat Pembelaan Terdakwa
11 Juni 2026
Buron ke Banten, Pelaku Perampokan Sadis yang Tewaskan Remaja Akhirnya Ditangkap
11 Juni 2026

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kurir Penjemput Sabu 198 Gram Ditangkap di Pelabuhan JU Mundam, Bandar Masih Diburu Polisi
  • 2 AMSB Minta DPRD Inhil Gelar Hearing Penataan Jasa Internet dan Infrastruktur Telekomunikasi
  • 3 Desainer Kreatif Merapat! Sayembara Logo Pacu Jalur Nasional 2026 Resmi Dibuka
  • 4 Dani dan Arief Saling Bantah Soal Aliran Dana Operasional dalam Sidang Korupsi PUPR Riau
  • 5 Pesan Privat Facebook Bongkar Dugaan Sarang Narkoba di Kateman, Pemilik Salon Diamankan Polisi
  • 6 Pria Paruh Baya Ditangkap di Bengkalis, Polisi Temukan Sabu Seberat 86,29 Gram
  • 7 Video Ancaman Senjata Viral di Jalan Lintas Sumatera Rohil, Pelaku Mengaku dan Serahkan Diri
  • 8 Kuansing Siapkan Pawai Ta'aruf Meriah, Ribuan Peserta dan Lima Marching Band Turun ke Jalan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Bualbual.com ©2020 | All Rights Reserved By Delapan Media