Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
29 Laporan di Polda Riau, Larshen Yunus Pecahkan Rekor Aktivis se-Dunia
BUALBUAL.com - Informasinya, apabila Laporan beberapa orang dan kelompok dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang mengklaim dirinya sebagai Tokoh Masyarakat (Tomas) Jadi Melaporkan Aktivis Larshen Yunus ke Polda Riau, maka dari catatan para awak media, Laporan tersebut adalah yang ke-29 kali semenjak Desember 2021 hingga saat ini, Rabu (12/1/2022).
Laporan tersebut ditujukan kepada Larshen Yunus, selaku Aktivis dan Pegiat Anti Korupsi yang selama ini dikenal "Ganas" dalam melawan, membongkar dan menelanjangi setiap Praktek Haram Tindak Pidana Korupsi.
Sebagai Aktivis Anti Korupsi, Laporan seperti itu sudah terlalu sering dan justru kerap menjadi "sarapan pagi" Aktivis Larshen Yunus. Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu selalu menegaskan, bahwa niatnya semata-mata hanya untuk Menghadirkan Keadilan, guna Memperbaiki Negeri.
"Dari dulu kami tegaskan, bahwa Kepentingan kami ini hanya satu, yakni Konsisten Menghadirkan Keadilan, ikhtiar Memperbaiki Negeri. Terhadap siapa saja yang 'Aroma Busuknya' ketahuan atas Praktek Haram Tindak Pidana Korupsi, maka hanya ada satu kalimat, LAWAN!" ungkap Larshen Yunus, dengan nada optimis.
Aktivis yang juga tercatat sebagai Alumni Jebolan Sospol Universitas Riau itu juga katakan, bahwa pihaknya selalu berada dibarisan rakyat miskin. Bagi Larshen Yunus, organisasi yang dipimpinnya selalu komit dengan istilah Menangis, Menjerit dan Tertawa bersama Rakyat.
"Terhadap siapa saja yang sok mengkalim diri sebagai Tokoh Masyarakat, Tokoh-Tokohan, Penokoh atau Tukang Bual, sebaiknya berfikir ulang. Jangan sok jadi Pahlawan Kesiangan, apalagi tak faham terkait hal yang sedang kami usut. Jangan sok bicara Santun, padahal disatu sisi anda hanya Jadi Penjilat para perampok uang rakyat. Ayo Revolusi Mental! Bersatu, melawan Penzhaliman" ajak Larshen Yunus, Ketua PP GAMARI 5 periode.
Hingga berita ini diterbitkan, pria tinggi tegap kelahiran Kota Pekanbaru itu kembali mengajak seluruh insan, agar selalu bersuara! apabila melihat dan merasakan ketidakadilan di negeri ini.
"Ayo sahabat dan saudaraku semuanya! Jangan takut. Sepanjang kita tidak mengambil hak-hak orang lain, tidak memfitnah dan tidak lakukan tindakan Kriminalitas, maka hanya ada satu kata, LAWAN! Jangan jadi Penjilat! karena hidup ini harus menjadi Berkat bagi sesama. Stop perbuatan Serakah! Perutmu kenyang, disatu sisi temanmu Kelaparan" akhir Aktivis Larshen Yunus, menutup pernyataan persnya seraya mengusap airmata kesedihan. (*)

Berita Lainnya
Masyarakat Desa Skip Hilir dan Sungai Raya Minta Penyidik Polda Riau Propesional dalam menjalankan Tugas
Harga Antigen di Tanjungpinang Paling Murah, Ketua GMI Kepri: Ini Ngawur
Polsek Tanjungpinang Timur Amankan Puluhan Anak Tawuran Perang Sarung dan Balap Liar
Arogan! Pemobil di Pekanbaru Aniaya Pejalan Kaki Sambil Gendong Bayi, Netizen Geram
Heboh! TikTok Nonaktifkan Live Streaming di Indonesia
Niat Mencari Ikan, Warga Kampar Ini Malah Temukan Granat
BBKSDA Riau Sebut Beruang Masuk Kebun Karet Warga di Rohil Cari Makan
Puluhan Warga Kota Lama Rohul Gelar Aksi Tuntut Lahan 1500 Hektar Diduga Dikuasai PT EDI
Bupati Pesisir Barat Diduga Diperiksa KPK Terkait Permasalahan Ini!
48,39 Ton Bawang dan Cabai Ilegal Digagalkan di Tembilahan, Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan ke Karantina Riau
Seorang Nelayan Hilang di Perairan Inhil dan Tanjung Batu Kundur
Andi Darma Taufik Berikan Komentar Terkait Logo HUT Inhil ke-58 Diduga Plagiat