Tragedi Pompong Tanjung Buton
Empat Nyawa Melayang, Mahasiswa Bergerak! Polda Riau Didesak Usut Dugaan Kelalaian PT KIMI
BUALBUAL.com - Puluhan mahasiswa di Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa menuntut keadilan bagi para korban tragedi tenggelamnya kapal pompong di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, yang terjadi pada 7 Juli 2026 lalu.
Dalam aksi tersebut mahasiswa mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah agar segera mengusut tuntas dugaan kelalaian kerja yang menyebabkan empat pekerja menjadi korban.
Aksi dimulai di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau. Massa menyampaikan tuntutan agar Polda Riau segera mengambil alih penanganan kasus tersebut dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang melibatkan PT KIMI.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai peristiwa tenggelamnya kapal pompong tidak boleh dipandang sebagai kecelakaan biasa. Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab, termasuk jika ditemukan unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Aksi mahasiswa mendapat tanggapan langsung dari perwakilan Polda Riau, M. Daud.
Ia menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib sekaligus memastikan tuntutan mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa semua atas kedatangannya pada hari ini untuk menyampaikan aspirasinya. Kami mohon maaf karena tidak ada kehadiran dari pimpinan, tapi saya akan menyampaikan informasi secepatnya kepada pimpinan dan segera mengusut tuntas kasus tersebut," ujar Daud, Kamis (16/7/2926).
Usai menyampaikan aspirasi di Polda Riau, massa melanjutkan aksi menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Riau.
Di lokasi tersebut, mahasiswa mendesak Disnakertrans melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Mahasiswa meminta pemerintah mencabut izin operasional PT KIMI apabila terbukti lalai dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa para pekerja.
Mahasiswa menilai perusahaan harus bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan empat pekerja. Hingga saat ini, tiga korban telah ditemukan yakni Desmon Natalfo, Aditia Waskita, dan Ilham Syahputra Siregar, sementara satu korban lainnya, Febri yang bertugas sebagai surveyor masih dalam proses pencarian.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Roni Rakhmat. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya akan memproses seluruh berkas sesuai kewenangan Disnakertrans.
"InsyaAllah berkas-berkas akan kita sampaikan tuntutan hasilnya. Kami Disnaker hanya memproses kejadian kecelakaan tenaga kerjanya, bukan proses kematian dan proses tenggelam kapal. Jadi kami fokus kepada keselamatan dan pelaksanaan kerjaannya," ungkapnya.
Roni menjelaskan, terdapat tiga perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas pekerjaan dalam insiden tersebut, yakni PT Sucofindo, PT KIMI, dan PT Carsurin. Ketiga perusahaan itu akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan sesuai kewenangan yang dimiliki Disnakertrans terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

Berita Lainnya
Peristiwa Duka di Bengkalis, Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah
Satu Unit Rumah Warga di Blambangan Umpu Hangus Dilalap Si Jago Merah
Selama 7 Tahun, Adik Ipar Kades Sinar Laga Mesuji Gelapkan Sertifikat Tanah Milik Janda Anak Tiga
Diduga Tertembak, Keluarga dan Kerabat Alm H Permata Sudah Menunggu di Pelabuhan
Banyak Sampah Plastik yang Menyumbat Drainase di Kota Tembilahan
KPK-Kejati Riau Harus Usut Temuan BPK RI di Dinas Pertanian Kuansing
Gara - gara Jaringan Telkom Belum Pulih, ATM di Pekanbaru 'Offline'
Satu ABK Meninggal Dunia, Musibah Kapal Terbakar di Tagaraja Kateman Inhil
Petani Padi Benteng Inhil, Terancam Gagal Panen
Pamit ke Pekanbaru, Pakai Celana Abu-abu Gadis Asal Sumbar Dilaporkan Hilang
Akibat Banjir, PT KAI Batalkan Perjalanan Kereta Api Jurusan Bandung - Jakarta
Longsor Gerus Tepian Terusan Saka Jalan, Jembatan Retak dan 8 Penyangga Patah Diduga Kerap Disenggol Kapal Kelapa