Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Diminta Berkomentar Tentang Ijazah Palsu Bupati Rohil, Aktivis Larshen Yunus: Kami No Coment Dulu
BUALBUAL.com - Aktivis Anti Korupsi yang Laporannya diketahui "Sering" berhasil Memasukkan para Koruptor ke Jeruji Besi yang dalam beberapa pekan ini Viral diseluruh media turut dimintai komentarnya, terkait dugaan Skandal Penggunaan Ijazah Palsu Bupati Rokan Hilir (Rohil), Afrizal Sintong S.IP
Bertempat di Kantor Sekretariat dan Tata Usaha PP GAMARI, Senin (17/1/2022) Aktivis Larshen Yunus katakan, bahwa pihaknya saat ini enggan mengomentari apapun, kendati banyak awak media yang memintanya untuk berkomentar.
Menurut Aktivis Lulusan Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, bahwa pihaknya saat ini Lagi Konsentrasi terhadap setiap Laporan Tindak Pidana Korupsi di Mabes Polri, Kejaksaan Agung, Polda Riau, Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru.
Adapun kasus yang sedang dalam Proses Penyelidikan maupun Penyidikan adalah yakni Proyek Belanja Publikasi Media di Pemprov Riau tahun anggaran 2020 yang menelan APBD Provinsi Riau sebesar lebih dari Rp.22 Milyar.
Laporan terkait Penolakan tentang Produk Peraturan Gubernur Riau (Pergubri) nomor 19 tahun 2021 tentang Pers, yang menurut Aktivis Larshen Yunus berpotensi memperlebar jurang ketidakadilan diantara para pekerja pers.
Pergubri itu dinilai sarat akan kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Bagi Aktivis Larshen Yunus, dirinya mencium aroma busuk terjadinya praktek haram Monopoli antar sesama perusahaan pers dan pada akhirnya sumber rezeki media-media yang 'katanya' kecil jadi terputus.
"Dari awal saya tegaskan, bahwa niat kami hanya satu, yakni Konsisten Menghadirkan Keadilan, Ikhtiar Memperbaiki Negeri" ungkap Larshen Yunus dengan tegas.
Ketua PP GAMARI itu juga berulang kali katakan, bahwa terkait pihaknya yang selalu diminta berkomentar tentang dugaan skandal Ijazah Palsu Bupati Rohil hanya menjawab, bahwa PP GAMARI maupun Kantor Hukum Satya Wicaksana No Coment.
"Terkait dengan hal itu, kami No Coment dulu!" tegas Aktivis Larshen Yunus.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua GAMARI yang juga Lulusan dari Sospol Universitas Riau itu hanya berkata, bahwa pihaknya sedang di Incar oleh berbagai Kelompok tertentu.
"Kami sinyalir, bahwa terdapat 'Kelompok Latah' yang terusik dengan Laporan yang kami layangkan. Banyak pihak memaksa untuk mencabut Laporan itu, tapi lagi-lagi kami jawab dengan tegas, bahwa kader GAMARI tak gentar! namun apa yang terjadi, justru mereka giring kami dengan berbagai macam Fitnah yang sangat Keji," akhirnya, seraya tersenyum sambil meneteskan air mata. (*)

Berita Lainnya
Kebakaran di Desa Bolak Raya Kecamatan Mandah, Pemilik Rumah Meninggal Dunia
Muak dengan Janji Pemerintah! Warga Pulau Kijang 'Balas' dengan Bangun Jalan Sendiri
Namanya Dicatut untuk Minta Sumbangan, Bacaleg DPRD Purwakarta Dulnasir Buat Laporan
Innalillahi wa inna ilaihi Raji'un, Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid Meninggal Dunia
2 Speedboat Bawa 62 Karton Rokok Ilegal Berhasil Diamankan BC Tembilahan
Upaya Melakukan Kudeta, Pengawal Tahan Presiden Niger di Istana Negara
Mubes II IWO Ditunda Satu Tahun, Jodhi Yudono Terima Mandat Ketua Presidium Sementara
Nias Dua Kali Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG
Diduga Rugikan Negara 22.7 Triliun BT Divonis Nihil, Jaksa Penuntut Langsung Banding
Dipimpin Kabag Ops Polres Inhil, Korban Laka Speedboat Berhasil Ditemukan
Banjir, Warga 3 Perumahan Takut Diterkam Buaya
KOMPAK Riau Desak Pemda dan Lembaga Negara Wajib Lindungi Anak dari Bahaya Miras dan Zat Adiktif Lainnya